FUAD IAIN Curup Gelar Workshop Pengembangan Kompetensi Dosen dan Tendik di Era Generatif AI

FUAD IAIN Curup,- Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Curup menyelenggarakan Workshop Pengembangan Kompetensi Dosen dan Tenaga Kependidikan dengan tema “Pengembangan Kompetensi Pengelolaan Perkuliahan Bagi Dosen dan Tendik Melalui Komunikasi Literasi di Era Generatif AI”. Kegiatan berlangsung selama dua Hari 12-13 Februari 2026 di Ruang Laboratorium Komputer Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI).
Workshop dibuka secara resmi oleh Kepala Biro Administrasi Umum Akademik dan Kemahasiswaan (AUAK) IAIN Curup, Puji Edi Purnomo, S.Sos.I., M.Hum., mewakili Rektor. Turut hadir Dekan FUAD Dr. Fakhruddin, M.Pd.I., Dekan FSEI Dr. Ngadriyusro, M.Ag., jajaran wakil dekan, pejabat fakultas, serta dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan FUAD.
Adapun Narasumber Dr. Noermanzah, S.Pd., M.Pd., Kepala Pusat Pengembangan Pembelajaran Universitas Bengkulu, menyampaikan tiga materi utama: Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Outcome-Based Education (OBE) dengan dukungan AI generative, Penyusunan kontrak perkuliahan berbasis AI, Penulisan buku teks dengan memanfaatkan teknologi AI.
Pada hari kedua, Dr. Eko Risdianto, S.Si., M.Cs., dosen Pendidikan Fisika Universitas Bengkulu, membawakan materi mengenai tantangan dan peluang pendidikan abad ke-21, konsep Smart Classroom, serta pemanfaatan AI dalam kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dilanjutkan oleh Dr. Ir. Yudi Setiawan, S.T., M.Eng., yang membahas pengembangan kompetensi dosen dan tendik, serta Dr. Yulian Fauzi, M.Si., yang menekankan integrasi ekosistem AI di perguruan tinggi.
Dekan FUAD Dr. Fakhruddin menekankan pentingnya kesungguhan peserta dalam mengikuti kegiatan. “Saya berharap dosen dan tenaga pendidik mengikuti workshop ini dengan semangat, sehingga dapat menambah bekal sekaligus menggunakan teknologi AI mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya, Kamis (12/2).
Sementara itu, Kepala Biro AUAK Puji Edi Purnomo menegaskan perlunya pendidik memperdalam literasi AI. “Sudah seharusnya dosen dan tenaga pendidik memahami literasi AI agar tahu apakah tugas yang dibuat oleh mahasiswa merupakan buatan sendiri dalam mencari data atau salin langsung dari AI tampa disaring kembali informasi yang diberikan IA, dalam pengerjaan tugas harian maupun tugas akhir,” katanya.
Dalam wawancara terpisah, salah satu dosen FUAD menyampaikan bahwa perubahan adalah hal yang abadi dalam dunia pendidikan. “Sebagai insan pendidikan, kita harus terus belajar dan mengembangkan diri agar tidak tertinggal. Harapan saya, kegiatan seperti ini semakin sering diadakan untuk meng-upgrade kemampuan dosen,” ungkapnya.





0 Komentar