Menu
Kemahasiswaan Fakultas

Bekali Mahasiswa Hadapi Era Digital, Laboratorium FUAD IAIN Curup Gelar Workshop Broadcasting dan Media Digital

05 October 2026
Estimasi waktu baca: 3 menit
12 kali dilihat
Bekali Mahasiswa Hadapi Era Digital, Laboratorium FUAD IAIN Curup Gelar Workshop Broadcasting dan Media Digital

FUAD IAIN Curup,-Laboratorium Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Curup menggelar pelatihan dan workshop bertema “Mengembangkan Kompetensi Komunikasi Gen Z dalam Dunia Broadcasting dan Media Digital”. Kegiatan berlangsung di Aula Laboratorium FUAD lantai II, Minggu (4/10), dan diikuti mahasiswa baru di lingkungan FUAD IAIN Curup.

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal sekaligus mengasah berbagai keterampilan komunikasi dan media digital yang relevan dengan perkembangan dunia kerja dan industri kreatif.

Workshop dihadiri Wakil Dekan I FUAD IAIN Curup, Dr. Robby Aditya Putra, M.A., Kepala Subbagian Tata Usaha Amimah Qodari, S.E., Akt., M.Ak., Kepala Laboratorium FUAD Sarwinda, S.Kom.I., M.Sos., serta mahasiswa baru di lingkungan FUAD IAIN Curup.

Untuk memberikan pengalaman praktis kepada peserta, panitia menghadirkan empat narasumber yang memiliki kompetensi di bidang masing-masing, yakni Windo Abdullah, S.Sos. pada bidang Vidio Editing, Enggar Siswanto, S.Sos. pada bidang Desain Grafis, Rahmadita Elsafitri, S.Sos. pada bidang Presenter, dan Yanti Putri Sasmita, S.IP. Penyiaran Radio.

Sambutan Sekaligus Membuka kegiatan, Dekan FUAD yang di Wakili oleh  Wadek I FUAD IAIN Curup, Dr. Robby Aditya Putra, menyampaikan pesan penting kepada mahasiswa agar menjadikan masa kuliah sebagai kesempatan untuk terus belajar, berlatih, dan mengembangkan kemampuan.

Menurutnya, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Dengan kemauan belajar dan ketekunan, mahasiswa dapat mengembangkan potensi yang dimiliki untuk meraih masa depan yang lebih baik.

“Mahasiswa harus memiliki semangat untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan diri. Keterbatasan bukan menjadi alasan untuk berhenti bermimpi dan berkembang. Justru melalui proses belajar, latihan, dan ketekunan, mahasiswa dapat mengasah potensi yang dimiliki sehingga mampu meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Selanjutnya, Dr. Robby juga mendorong mahasiswa untuk tidak hanya mengandalkan pengetahuan teoritis, tetapi membangun keterampilan praktis yang dapat digunakan dalam kehidupan profesional.

Kemampuan menjadi presenter, penyiar, menulis, desain grafis, video editing, serta berbagai keterampilan digital lainnya, menurutnya, dapat menjadi modal mahasiswa untuk memasuki dunia kerja sekaligus membuka peluang usaha secara mandiri.

“Skill yang dimiliki harus terus diasah sampai memiliki kualitas profesional. Keterampilan tersebut tidak hanya menjadi bekal untuk mencari pekerjaan, tetapi juga dapat membuka peluang usaha dan menghasilkan nilai ekonomi. Karena itu, mahasiswa perlu memanfaatkan masa kuliah untuk belajar, berlatih, dan membangun kompetensi sebanyak mungkin,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dr. Robby mengatakan kegiatan yang digelar Laboratorium FUAD merupakan bagian dari upaya fakultas memberikan ruang belajar yang lebih aplikatif bagi mahasiswa.

“Kami ingin fasilitas laboratorium ini benar-benar dimanfaatkan mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi. Jangan hanya berorientasi pada ijazah, tetapi juga pada keterampilan dan pengalaman yang dapat menjadi bekal setelah menyelesaikan pendidikan. Harapannya, mahasiswa FUAD mampu menjadi lulusan yang kompeten, kreatif, mandiri, dan memiliki daya saing,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Laboratorium FUAD IAIN Curup, Sarwinda, M.Sos menyoroti perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang semakin pesat dan mulai banyak digunakan dalam industri kreatif dan produksi media.

Menurutnya, perkembangan AI tidak membuat keterampilan editing menjadi kehilangan relevansi. Justru, mahasiswa tetap perlu menguasai keterampilan tersebut agar mampu memanfaatkan teknologi secara optimal dan menghasilkan karya sesuai dengan kebutuhan.

“Di tengah perkembangan AI yang semakin pesat, keterampilan editing tetap harus dikuasai oleh mahasiswa. AI memang dapat membantu proses produksi dan kreativitas, tetapi pengetahuan, kreativitas, dan kemampuan manusia tetap menjadi dasar dalam menentukan serta menyempurnakan sebuah karya,” jelas Sarwinda.

Kepala Lab juga menambahkan, mahasiswa perlu memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan kemampuan dasar yang menjadi kekuatan manusia.

“Yang tidak bisa sepenuhnya digantikan oleh AI adalah pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki manusia. Karena itu, mahasiswa harus terus belajar, berlatih, dan meningkatkan kompetensinya agar mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara tepat dan produktif,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Laboratorium FUAD IAIN Curup berharap mahasiswa baru dapat mulai membangun kepercayaan diri, kreativitas, dan keterampilan praktis sejak awal perkuliahan sehingga lebih siap menghadapi perkembangan dunia kerja dan industri media digital.

 

Bagikan Artikel Ini

Kembali ke Daftar Berita