Menu

Indeks Berita

Kumpulan berita, informasi, dan pengumuman terbaru.

MASTA’AWA FUAD IAIN Curup tahun 2026, Dorong Mahasiswa Baru Tumbuh sebagai Insan Intelektual dan Aktif Berorganisasi
Kemahasiswaan Fakultas 18 Sep 2026

MASTA’AWA FUAD IAIN Curup tahun 2026, Dorong Mahasiswa Baru Tumbuh sebagai Insan Intelektual dan Aktif Berorganisasi

FUAD IAIN Curup, — Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Curup menggelar kegiatan MASTA’AWA (Masa Ta’aruf Mahasiswa) di Gedung Kembar Laboratorium FUAD IAIN Curup, Jumat (18/9). Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan FUAD, Wakil Dekan I, para ketua program studi, serta mahasiswa FUAD. Rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan diikuti mahasiswa dengan antusias dan penuh semangat.Kegiatan MASTA’AWA menjadi salah satu momentum awal bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah sekaligus membangun hubungan antarmahasiswa dari berbagai program studi. Dalam sambutannya, Dekan FUAD Dr. Fakhruddin, S.Ag.,M.Pd.I menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi diharapkan menjadi awal dari proses pembentukan karakter dan pengembangan diri mahasiswa selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.Dekan menjelaskan bahwa FUAD merupakan ruang bersama bagi mahasiswa dari berbagai program studi, termasuk Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI), serta Ilmu Perpustakaan dan informasi Islam (IPII). Karena itu, mahasiswa diharapkan tidak hanya membangun relasi di lingkungan program studinya masing-masing, tetapi juga mengenal dan membangun kebersamaan dengan mahasiswa dari program studi lainnya.“Kegiatan tujuan akhirnya adalah kita membina atau kita merangkul kawan-kawan kita. Jadi setelah kalian keluar dari ranah prodi kalian, kalian ada kawan. Itu harapan kami untuk ke depan,” ujarnya.Menurut Dekan, keberadaan forum dan kegiatan bersama di lingkungan fakultas diharapkan dapat memperkuat rasa kekeluargaan mahasiswa. Interaksi lintas program studi menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan akademik yang terbuka dan saling mendukung.Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia yang telah berupaya mempersiapkan kegiatan. Menurutnya, kerja kepanitiaan merupakan bagian dari proses pembelajaran mahasiswa dalam mengelola kegiatan dan menjalankan tanggung jawab. Dekan berharap pelaksanaan kegiatan ke depan dapat terus mengalami peningkatan.MASTA’AWA sebagai Awal Proses Pertumbuhan MahasiswaDalam kesempatan tersebut, Dekan FUAD mengingatkan mahasiswa bahwa memasuki perguruan tinggi merupakan sebuah proses transformasi dari siswa menjadi mahasiswa. Perubahan tersebut tidak hanya berkaitan dengan status pendidikan, tetapi juga menyangkut cara berpikir, sikap, dan perilaku.“Selamat bertumbuh, selamat berproses, dan selamat menjadi bagian keluarga besar mahasiswa Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah.” Katanya.Ia juga mendorong mahasiswa untuk memiliki keberanian dalam menyampaikan pendapat dan mengajukan pertanyaan. Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan bagian dari proses pembelajaran dan pertumbuhan mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi.“Jangan pernah takut kalian untuk berbeda pendapat, jangan takut bertanya, karena itulah salah satu proses kalian tumbuh di fakultas kita ini.”ujar Dr. FakhruddinPesan tersebut menempatkan mahasiswa sebagai bagian aktif dalam proses akademik. Mahasiswa tidak hanya dituntut menerima informasi, tetapi juga diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berpikir, berdiskusi, bertanya, dan menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab.Lebih lanjut, Dekan FUAD menjelaskan bahwa mahasiswa memiliki posisi yang berbeda dengan siswa. Mahasiswa merupakan pemuda yang memperoleh kesempatan untuk mendapatkan pendidikan di perguruan tinggi dan memiliki posisi strategis dalam kehidupan sosial.Karena itu, mahasiswa perlu mengembangkan intelektualitas sebagai bagian dari proses pendidikan. Menurut Dekan, intelektualitas tidak hanya berkaitan dengan banyaknya wawasan yang dimiliki, tetapi juga kemampuan membaca situasi dan memahami perkembangan yang terjadi.“Mahasiswa itu harus berpikir luas atau biasa disebut dengan intelektual. Mahasiswa itu harus intelektual.” Jelasnya.Dr. Fakhruddin menambahkan bahwa kemampuan membaca situasi menjadi salah satu karakter penting seorang intelektual. Mahasiswa diharapkan mampu melihat persoalan secara lebih luas dan mengembangkan cara berpikir yang memungkinkan mereka memahami berbagai perkembangan di lingkungan sosial.Selain pola pikir, Dekan FUAD menekankan pentingnya pola sikap. Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki sikap dewasa, terutama dalam menghadapi berbagai persoalan dan mengambil keputusan penting dalam kehidupannya.“Orang dewasa adalah orang yang bisa mengambil keputusan penting dalam hidupnya,” jelasnya.Dekan juga menjelaskan bahwa keberanian menyampaikan pendapat maupun melakukan protes merupakan bagian dari kehidupan akademik. Namun, hal tersebut perlu dilakukan dengan sikap yang dewasa dan melalui cara yang tepat. Dengan demikian, mahasiswa dapat belajar menyampaikan aspirasi sekaligus memahami proses penyelesaian persoalan secara bertanggung jawab.Aktivitas Organisasi sebagai Ruang Pengembangan DiriSelain kemampuan akademik, mahasiswa juga didorong untuk aktif dalam berbagai kegiatan dan organisasi. Dekan FUAD menilai aktivitas kemahasiswaan dapat menjadi ruang untuk mengembangkan pengalaman, kemampuan sosial, kepemimpinan, serta memberikan manfaat bagi diri sendiri dan masyarakat.Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya menjalani rutinitas perkuliahan, tetapi juga memanfaatkan berbagai kesempatan yang tersedia di dalam maupun di luar kampus.“Nanti akan ada terlibat dengan berbagai organisasi, dan itu bagus! Jangan jadi mahasiswa kupu-kupu tadi.”Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki aktivitas yang produktif agar dapat mengembangkan potensi dan memberikan manfaat bagi lingkungan. Keterlibatan dalam organisasi kampus maupun organisasi di luar kampus menjadi salah satu sarana untuk memperluas pengalaman mahasiswa.Dekan menggambarkan aktivitas mahasiswa sebagai bagian dari proses pengembangan diri. Ia menekankan bahwa mahasiswa perlu bergerak, beraktivitas, dan berkontribusi agar keberadaannya dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat.“Mahasiswa, manusia tanpa aktivitas itu seperti air tergenang dan dia akan membusuk. Maka dia harus banyak aktivitas, dia harus beriak, sehingga dia bermanfaat bagi dirinya dan orang lain dan masyarakat.”Melalui MASTA’AWA, FUAD IAIN Curup mendorong mahasiswa baru untuk menjadikan masa perkuliahan sebagai ruang pertumbuhan intelektual, pembentukan sikap dewasa, pengembangan kemampuan sosial, serta peningkatan partisipasi dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan.Dengan semangat kebersamaan, keberanian berpikir, dan keterlibatan aktif dalam kehidupan kampus, mahasiswa diharapkan mampu berkembang menjadi insan akademik yang memiliki wawasan luas serta memberikan manfaat bagi masyarakat.  

FUAD IAIN Curup Perkuat Rebranding Program Studi dan Strategi Penerimaan Mahasiswa Baru
Kemahasiswaan Fakultas 17 Sep 2026

FUAD IAIN Curup Perkuat Rebranding Program Studi dan Strategi Penerimaan Mahasiswa Baru

FUAD IAIN Curup, — Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Curup menggelar kegiatan Rebranding Program Studi di ruang rapat lantai 1 FUAD, Kamis (17/9). Kegiatan tersebut diikuti oleh Dekan FUAD, Wakil Dekan I dan II, seluruh Ketua Program Studi,seluruh ketua konsorsium, serta sekretaris konsorsium di lingkungan FUAD.Kegiatan ini membahas sejumlah langkah strategis dalam pengembangan dan penguatan program studi, khususnya dalam menghadapi penerimaan mahasiswa baru. Pembahasan juga diarahkan pada penguatan promosi serta optimalisasi media sosial sebagai sarana memperkenalkan program studi kepada masyarakat dan calon mahasiswa.Dalam arahannya, Dekan FUAD Dr. Fakhruddin, S.Ag.,M.Pd.I menegaskan bahwa peningkatan kualitas akademik merupakan bagian penting dari prestasi institusi. Ia menilai capaian unggul yang diraih program studi perlu terus diikuti dengan upaya meningkatkan kualitas jurnal dan jumlah mahasiswa.“Dengan dapatnya Akreditasi Unggul IPII, itu satu prestasi yang luar biasa. Bagaimana kita meng-upgrade jurnal menjadi salah satu indikator prestasi kita. Termasuk meng-upgrade jumlah mahasiswa itu adalah prestasi kita,” ujar Dekan FUAD.Dekan FUAD juga menekankan pentingnya evaluasi terhadap perkembangan jumlah mahasiswa. Menurutnya, data penerimaan mahasiswa dalam beberapa tahun terakhir dapat menjadi bahan evaluasi untuk menyusun strategi pengembangan program studi secara lebih tepat.“Ini menjadi sarana evaluasi kita, modal evaluasi kita untuk membaca data-data ini. Sebagai insan ilmiah, kita jangan meraba-raba dalam mencari strategi untuk merekrutmen mahasiswa,” katanya.Lebih lanjut, Dekan mendorong agar strategi penerimaan mahasiswa baru dilakukan dengan pendekatan berbasis data. Salah satunya melalui survei sederhana kepada mahasiswa untuk mengetahui sumber informasi yang memengaruhi keputusan mereka dalam memilih program studi.“Kita perlu melakukan survei kepada mahasiswa untuk mengetahui dari mana mereka mendapatkan informasi tentang IAIN atau program studi yang ada. Jadi kita tidak meraba-raba,” jelasnya.Menurutnya, hasil survei dapat digunakan untuk mengetahui faktor yang membuat calon mahasiswa tertarik maupun belum tertarik terhadap suatu program studi. Data tersebut selanjutnya dapat menjadi bahan kajian dalam menentukan strategi promosi dan memahami pangsa pasar masing-masing program studi.Selain strategi berbasis data, Dekan FUAD juga mendorong peningkatan kualitas konten media sosial. Ia mengapresiasi upaya tim yang selama ini aktif melakukan publikasi, namun berharap konten yang disajikan semakin variatif, kreatif, dan mampu memberikan gambaran nyata mengenai program studi.Salah satu strategi yang disarankan adalah menampilkan profil lulusan melalui konten singkat yang menggambarkan aktivitas dan kontribusi mahasiswa maupun alumni di tengah masyarakat.“Buat cuplikan-cuplikan kecil tentang profil lulusan. Cuplikan tersebut dapat diberi narasi sehingga masyarakat mengetahui salah satu profil dan peran lulusan kita,” ungkapnya.Dr. Fakhruddin menambahkan bahwa kebutuhan dan ketertarikan masyarakat perlu menjadi pertimbangan dalam pengembangan program studi. Informasi mengenai kompetensi, peluang karier, dan kontribusi lulusan perlu disampaikan secara lebih luas agar masyarakat memperoleh gambaran yang jelas mengenai prospek masing-masing program studi.Dekan FUAD juga menyoroti pentingnya kontribusi program studi dan alumni dalam pembangunan masyarakat. Menurutnya, berbagai peluang yang dapat dimanfaatkan lulusan perlu disosialisasikan sehingga keberadaan program studi tidak hanya berorientasi pada pendidikan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.Dalam bidang literasi, FUAD juga terus mendorong penguatan sumber daya manusia melalui pengembangan bidang kepustakawanan dan literasi. Upaya tersebut dinilai sejalan dengan kebutuhan pembangunan sumber daya manusia di daerah.Menutup arahannya, Dekan FUAD menegaskan bahwa seluruh strategi pengembangan program studi perlu dilakukan dengan semangat keilmuan.““Karena kita adalah insan ilmiah, maka setiap strategi dan pengembangan perlu dilakukan berdasarkan kajian, data, survei, dan verifikasi.”,” pungkasnya.

FUAD IAIN Curup Resmikan Laboratorium Baru untuk Pengembangan Minat dan Bakat Mahasiswa
Akademik Fakultas 11 Sep 2026

FUAD IAIN Curup Resmikan Laboratorium Baru untuk Pengembangan Minat dan Bakat Mahasiswa

FUAD IAIN Curup — Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Curup meresmikan pengembangan Laboratorium FUAD sebagai upaya menunjang kegiatan akademik sekaligus meningkatkan keterampilan dan kompetensi mahasiswa selama masa perkuliahan.Sebelumnya, FUAD IAIN Curup telah memiliki sejumlah fasilitas laboratorium, di antaranya KPI TV, FUAD News, Broadcasting, Newscaster, dan Fotografi. Kini, Dekan FUAD IAIN Curup kembali menghadirkan sejumlah program laboratorium terbaru yang berorientasi pada pengembangan minat dan bakat mahasiswa dari seluruh program studi di lingkungan FUAD.Kegiatan seremoni peresmian tersebut berlangsung di Aula Gedung Baru FUAD IAIN Curup lantai II. Acara dihadiri oleh Wakil Dekan I, Kepala Laboratorium FUAD, serta mahasiswa dari seluruh program studi di lingkungan FUAD, termasuk mahasiswa baru.Adapun sejumlah program laboratorium terbaru yang diperuntukkan bagi mahasiswa baru maupun mahasiswa lama meliputi Laboratorium Tilawah, Laboratorium Da’i, Laboratorium Public Speaking, Laboratorium Kaligrafi, serta Laboratorium Praktik Pembekalan Ibadah, termasuk praktik mengurus jenazah.Program tersebut diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran praktis bagi mahasiswa sehingga ilmu yang diperoleh selama perkuliahan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.Dalam sambutannya, Dekan FUAD IAIN Curup, Dr. Fakhruddin, M.Pd.I., menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan dan kreativitas.“Perguruan tinggi tidak hanya menjadi ruang untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga menjadi wadah untuk membentuk mahasiswa yang terampil, kreatif, inovatif, peka terhadap peluang, serta mampu menghadirkan solusi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.” Jum’at (11/9).Lebih lanjut, Dr. Fakhruddin menyampaikan bahwa ilmu pengetahuan harus diiringi dengan keterampilan dan inovasi agar mampu menghasilkan karya yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.“Ilmu membentuk wawasan, keterampilan melahirkan karya, dan inovasi menghadirkan manfaat bagi masyarakat.”Ia juga berharap keberadaan berbagai laboratorium tersebut dapat mendorong mahasiswa FUAD untuk terus mengembangkan potensi diri dan menunjukkan eksistensinya melalui karya-karya yang bermanfaat.“Membangun mahasiswa berilmu, terampil, kreatif, dan inovatif untuk menghadirkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.”Sebagai penutup, Dekan FUAD IAIN Curup berpesan agar mahasiswa tidak memandang pendidikan hanya sebagai proses memperoleh pengetahuan, tetapi juga sebagai proses membangun kemampuan yang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.“Karena pendidikan bukan sekadar tentang apa yang kita ketahui, tetapi tentang bagaimana ilmu, keterampilan, dan inovasi kita mampu memberi arti dan manfaat bagi masyarakat.”Sementara itu, Kepala Laboratorium FUAD dalam sambutannya menyampaikan bahwa mahasiswa baru maupun mahasiswa lama diharapkan dapat mengikuti berbagai kegiatan laboratorium yang telah difasilitasi oleh fakultas. Kegiatan tersebut didukung dengan penyediaan tempat serta tenaga pengajar yang berasal dari mahasiswa tingkat atas atau kakak tingkat di lingkungan FUAD.Dalam kesempatan yang sama, Rahmad, selaku ketua laboratorium mahasiswa sekaligus ketua pertama, menyampaikan harapannya agar amanah dan tanggung jawab yang diberikan dapat dijalankan secara konsisten.Ia berharap seluruh pengelola dan mahasiswa dapat menjaga keberlangsungan program laboratorium tersebut sehingga kegiatan yang telah dibangun dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi mahasiswa maupun masyarakat.Dengan hadirnya berbagai program laboratorium tersebut, FUAD IAIN Curup berkomitmen menjadikan laboratorium sebagai ruang pembelajaran praktis, pengembangan potensi, serta wadah bagi mahasiswa untuk menghasilkan karya dan menunjukkan eksistensinya di tengah masyarakat. 

Pembekalan Magang Profesi 2026, Dekan FUAD IAIN Curup Tekankan Disiplin dan Profesionalisme
Kemahasiswaan Fakultas 10 Sep 2026

Pembekalan Magang Profesi 2026, Dekan FUAD IAIN Curup Tekankan Disiplin dan Profesionalisme

FUAD IAIN Curup — Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Curup menggelar pembekalan Magang Profesi. Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung Kembar FUAD IAIN Curup lantai II tersebut dihadiri Dekan, Wakil Dekan I, Kepala Subbagian Tata Usaha, seluruh Ketua Program Studi, serta mahasiswa peserta Magang Profesi, Kamis (10/9).Magang Profesi tahun ini dilaksanakan di sejumlah wilayah, meliputi Kabupaten Rejang Lebong, Kabupaten Kepahiang, dan Kota Bengkulu. Sebanyak 80 mahasiswa FUAD IAIN Curup mengikuti kegiatan tersebut, yang terdiri dari 26 mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, 17 mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam, 11 mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam, serta 26 mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam.Dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan, Dekan FUAD IAIN Curup, Dr. Fakhhruddin, M.Pd.I., menekankan pentingnya kedisiplinan dan penghargaan terhadap waktu sebagai bagian dari pembentukan karakter mahasiswa. Ia mengingatkan mahasiswa agar memiliki komitmen dan tanggung jawab selama melaksanakan Magang Profesi di instansi atau lembaga tempat mereka ditempatkan.“Disiplin dan menghargai waktu merupakan sikap penting yang harus dimiliki mahasiswa karena dapat membentuk komitmen, tanggung jawab, dan menjadi salah satu kunci menuju kesuksesan,” ujarnya.Menurut Dekan, kedisiplinan dalam memanfaatkan waktu merupakan salah satu modal penting yang harus dimiliki mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja. Karena itu, ia meminta seluruh peserta Magang Profesi untuk menunjukkan sikap disiplin, bertanggung jawab, dan profesional selama berada di lokasi magang.Selain menekankan kedisiplinan, Dr. Fakhhruddin menjelaskan bahwa Magang Profesi merupakan bagian penting dari proses pembelajaran mahasiswa. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memperoleh pengalaman langsung sekaligus menerapkan pengetahuan akademik yang telah diperoleh selama perkuliahan ke dalam praktik di lapangan.“Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan, menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, serta mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif,” jelasnya.Ia berharap mahasiswa tidak menjadikan Magang Profesi sekadar sebagai pemenuhan kewajiban akademik. Menurutnya, kegiatan tersebut harus dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk meningkatkan kompetensi, keterampilan, dan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja.“Melalui PKL, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan keterampilan dan menerapkan ilmu akademik secara nyata, dengan tetap menjunjung tinggi disiplin, tanggung jawab, profesionalisme, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan tuntutan dunia kerja,” ungkapnya.Lebih lanjut, Dekan FUAD berpesan kepada mahasiswa agar menjaga nama baik almamater selama melaksanakan Magang Profesi. Mahasiswa diminta menunjukkan perilaku yang baik, menjaga etika, serta melaksanakan tugas sesuai dengan bidang keilmuan dan kompetensi masing-masing.Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk tidak hanya menjalankan pekerjaan umum yang tidak berkaitan dengan bidang keilmuan. Menurutnya, Magang Profesi harus menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman yang relevan dengan kompetensi akademik yang telah mereka pelajari.Setelah pembekalan tingkat fakultas, kegiatan dilanjutkan dengan pengarahan dan pembekalan di masing-masing program studi. Pada sesi tersebut, mahasiswa memperoleh arahan yang lebih spesifik sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing, termasuk mengenai tugas, tanggung jawab, etika, dan hal-hal yang perlu diperhatikan selama berada di lokasi Magang Profesi.Kegiatan Magang Profesi tahun 2026 diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman kerja kepada mahasiswa, tetapi juga mampu meningkatkan keterampilan, profesionalisme, kedisiplinan, serta kemampuan dalam menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama proses perkuliahan. 

Progres Borang IAT FUAD IAIN Curup Menuju Finalisasi, Targetkan Akreditasi Unggul
Akademik Fakultas 07 Sep 2026

Progres Borang IAT FUAD IAIN Curup Menuju Finalisasi, Targetkan Akreditasi Unggul

FUAD IAIN Curup, — Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Curup terus mematangkan persiapan akreditasi Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT). Penyusunan borang akreditasi kini telah memasuki tahap finalisasi (finishing) dengan target meraih predikat Unggul.Sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan seluruh dokumen dan data pendukung, FUAD IAIN Curup kembali menggelar rapat persiapan akreditasi di Aula FUAD Lantai 1, Senin (7/9). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dekan FUAD IAIN Curup, Wakil Dekan I, Kepala Subbagian Tata Usaha (Ka. Subbag TU), Gugus Kendali Mutu (GKM) Fakultas, serta para dosen di lingkungan FUAD IAIN Curup.Rapat tersebut membahas berbagai aspek terkait penyusunan dan kelengkapan borang akreditasi. Tahap finalisasi dinilai menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh data, dokumen, serta bukti pendukung tersusun secara lengkap, akurat, dan sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam proses akreditasi.Dalam sambutannya, Dekan FUAD IAIN Curup, Dr. Fakhrudin, M.Pd.I., menegaskan bahwa upaya meraih predikat Unggul membutuhkan kerja sama, komitmen, dan kolaborasi seluruh pihak.Menurutnya, sinergi antarfakultas dan antarunit menjadi kekuatan penting dalam mempercepat penyelesaian berbagai instrumen akreditasi yang tengah dipersiapkan.“Melalui kolaborasi yang baik antarunit dan antarfakultas, saya optimistis proses persiapan akreditasi Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dapat berjalan maksimal. Saya berharap seluruh tim bekerja secara sungguh-sungguh, teliti, dan mampu menyajikan data yang akurat sehingga target meraih predikat Unggul dapat tercapai,” ujar Dekan.Sementara itu, Ketua Program Studi IAT Nur Cholis, M.Ag menyampaikan bahwa seluruh tim berkomitmen mempersiapkan dokumen akreditasi secara maksimal dengan menyajikan data yang valid, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan.Menurutnya, persiapan akreditasi tidak hanya menjadi bagian dari pemenuhan dokumen administratif, tetapi juga merupakan bentuk komitmen Program Studi IAT dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan, kualitas akademik, serta memperkuat budaya integritas di lingkungan IAIN Curup.Memasuki tahap finalisasi, seluruh unsur di lingkungan FUAD IAIN Curup diharapkan terus memberikan kontribusi secara optimal. Setiap data dan dokumen pendukung menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan Program Studi IAT menghadapi proses akreditasi.Dengan semangat kolaborasi dan kerja bersama, FUAD IAIN Curup optimistis proses finalisasi borang dapat diselesaikan secara maksimal sebagai langkah menuju Akreditasi Unggul Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. 

Prodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Gelar Webinar Internasional
Akademik Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam 01 Sep 2026

Prodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Gelar Webinar Internasional "AI For Librarian", Diikuti 153 Peserta

Curup, 31 Agustus 2026 - Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam IAIN Curup bekerja sama dengan Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi (PSI) Universitas Bengkulu (UNIB) sukses menyelenggarakan Webinar Internasional “AI for Librarian” 2026 pada Senin, 31 Agustus 2026. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Jarsoval Sosul, Ph.D. sebagai narasumber dan diikuti oleh 153 peserta dari berbagai kalangan.Webinar Internasional ini mengangkat tema “AI for Librarian”, yang relevan dengan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan dampaknya terhadap dunia perpustakaan serta profesi pustakawan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Prodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam IAIN Curup dalam meningkatkan wawasan dan kompetensi sivitas akademika, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan. Dalam kegiatan tersebut, Prof. Jarsoval Sosul, Ph.D. memberikan pemaparan mengenai perkembangan dan pemanfaatan kecerdasan buatan dalam bidang perpustakaan dan informasi. Kehadiran AI membuka berbagai peluang untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan informasi, mendukung layanan perpustakaan, serta membantu pustakawan dalam memberikan layanan yang lebih cepat, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan pemustaka.Sebanyak 153 peserta mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Peserta berasal dari berbagai latar belakang, khususnya kalangan akademisi, mahasiswa, dan pustakawan. Tingginya partisipasi peserta menunjukkan bahwa isu pemanfaatan AI dalam dunia perpustakaan semakin mendapat perhatian dan menjadi kebutuhan penting bagi pengembangan kompetensi pustakawan di era digital.Kolaborasi antara Prodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam IAIN Curup dengan Prodi PSI UNIB dalam penyelenggaraan webinar ini juga menjadi momentum untuk memperkuat jejaring dan kerja sama akademik di bidang perpustakaan dan informasi. Kerja sama tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kompetensi mahasiswa dan dosen.Melalui Webinar Internasional “AI for Librarian” 2026, Prodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam IAIN Curup berupaya mempersiapkan mahasiswa dan tenaga profesional di bidang perpustakaan agar semakin siap menghadapi transformasi digital. Pustakawan masa depan tidak hanya dituntut memiliki kemampuan dalam mengelola sumber informasi, tetapi juga mampu memahami, mengevaluasi, dan memanfaatkan teknologi AI secara kreatif, kritis, etis, dan bertanggung jawab.Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Prodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam IAIN Curup untuk terus menghadirkan ruang pembelajaran dan diskusi akademik yang relevan dengan perkembangan teknologi. Melalui penguatan kompetensi di bidang AI, diharapkan lahir generasi pustakawan yang adaptif, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi dalam pengembangan perpustakaan sebagai pusat informasi dan pengetahuan di era digital.