FUAD IAIN Curup Perkuat Rebranding Program Studi dan Strategi Penerimaan Mahasiswa Baru
FUAD IAIN Curup, — Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Curup menggelar kegiatan Rebranding Program Studi di ruang rapat lantai 1 FUAD, Kamis (17/9). Kegiatan tersebut diikuti oleh Dekan FUAD, Wakil Dekan I dan II, seluruh Ketua Program Studi,seluruh ketua konsorsium, serta sekretaris konsorsium di lingkungan FUAD.
Kegiatan ini membahas sejumlah langkah strategis dalam pengembangan dan penguatan program studi, khususnya dalam menghadapi penerimaan mahasiswa baru. Pembahasan juga diarahkan pada penguatan promosi serta optimalisasi media sosial sebagai sarana memperkenalkan program studi kepada masyarakat dan calon mahasiswa.
Dalam arahannya, Dekan FUAD Dr. Fakhruddin, S.Ag.,M.Pd.I menegaskan bahwa peningkatan kualitas akademik merupakan bagian penting dari prestasi institusi. Ia menilai capaian unggul yang diraih program studi perlu terus diikuti dengan upaya meningkatkan kualitas jurnal dan jumlah mahasiswa.
“Dengan dapatnya Akreditasi Unggul IPII, itu satu prestasi yang luar biasa. Bagaimana kita meng-upgrade jurnal menjadi salah satu indikator prestasi kita. Termasuk meng-upgrade jumlah mahasiswa itu adalah prestasi kita,” ujar Dekan FUAD.
Dekan FUAD juga menekankan pentingnya evaluasi terhadap perkembangan jumlah mahasiswa. Menurutnya, data penerimaan mahasiswa dalam beberapa tahun terakhir dapat menjadi bahan evaluasi untuk menyusun strategi pengembangan program studi secara lebih tepat.
“Ini menjadi sarana evaluasi kita, modal evaluasi kita untuk membaca data-data ini. Sebagai insan ilmiah, kita jangan meraba-raba dalam mencari strategi untuk merekrutmen mahasiswa,” katanya.
Lebih lanjut, Dekan mendorong agar strategi penerimaan mahasiswa baru dilakukan dengan pendekatan berbasis data. Salah satunya melalui survei sederhana kepada mahasiswa untuk mengetahui sumber informasi yang memengaruhi keputusan mereka dalam memilih program studi.
“Kita perlu melakukan survei kepada mahasiswa untuk mengetahui dari mana mereka mendapatkan informasi tentang IAIN atau program studi yang ada. Jadi kita tidak meraba-raba,” jelasnya.
Menurutnya, hasil survei dapat digunakan untuk mengetahui faktor yang membuat calon mahasiswa tertarik maupun belum tertarik terhadap suatu program studi. Data tersebut selanjutnya dapat menjadi bahan kajian dalam menentukan strategi promosi dan memahami pangsa pasar masing-masing program studi.
Selain strategi berbasis data, Dekan FUAD juga mendorong peningkatan kualitas konten media sosial. Ia mengapresiasi upaya tim yang selama ini aktif melakukan publikasi, namun berharap konten yang disajikan semakin variatif, kreatif, dan mampu memberikan gambaran nyata mengenai program studi.
Salah satu strategi yang disarankan adalah menampilkan profil lulusan melalui konten singkat yang menggambarkan aktivitas dan kontribusi mahasiswa maupun alumni di tengah masyarakat.

“Buat cuplikan-cuplikan kecil tentang profil lulusan. Cuplikan tersebut dapat diberi narasi sehingga masyarakat mengetahui salah satu profil dan peran lulusan kita,” ungkapnya.
Dr. Fakhruddin menambahkan bahwa kebutuhan dan ketertarikan masyarakat perlu menjadi pertimbangan dalam pengembangan program studi. Informasi mengenai kompetensi, peluang karier, dan kontribusi lulusan perlu disampaikan secara lebih luas agar masyarakat memperoleh gambaran yang jelas mengenai prospek masing-masing program studi.
Dekan FUAD juga menyoroti pentingnya kontribusi program studi dan alumni dalam pembangunan masyarakat. Menurutnya, berbagai peluang yang dapat dimanfaatkan lulusan perlu disosialisasikan sehingga keberadaan program studi tidak hanya berorientasi pada pendidikan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

Dalam bidang literasi, FUAD juga terus mendorong penguatan sumber daya manusia melalui pengembangan bidang kepustakawanan dan literasi. Upaya tersebut dinilai sejalan dengan kebutuhan pembangunan sumber daya manusia di daerah.
Menutup arahannya, Dekan FUAD menegaskan bahwa seluruh strategi pengembangan program studi perlu dilakukan dengan semangat keilmuan.
““Karena kita adalah insan ilmiah, maka setiap strategi dan pengembangan perlu dilakukan berdasarkan kajian, data, survei, dan verifikasi.”,” pungkasnya.