Menu
Kemahasiswaan Fakultas

Mahasiswa Baru FUAD IAIN Curup ikuti sosialisasi KPU dan Dukcapil kabupaten Rejang Lebong

20 October 2026
Estimasi waktu baca: 3 menit
13 kali dilihat
Mahasiswa Baru FUAD IAIN Curup ikuti sosialisasi KPU dan Dukcapil kabupaten Rejang Lebong

FUAD IAIN Curup,— Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Curup berkolaborasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Rejang Lebong menggelar kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan serta Sosialisasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) bagi mahasiswa FUAD IAIN Curup, Selasa (20/10).

Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan FUAD IAIN Curup, Dr. Fakhruddin, S.Ag., M.Pd.I., Kepala Laboratorium FUAD, Ketua Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI), serta mahasiswa baru dan pengurus Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) di lingkungan FUAD IAIN Curup. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya partisipasi dalam demokrasi sekaligus pemanfaatan layanan administrasi kependudukan digital.

Mengawali sambutan sekaligus membuka kegiatan, Dekan FUAD IAIN Curup, Dr. Fakhruddin, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada KPU Kabupaten Rejang Lebong atas kontribusinya dalam memberikan wawasan kepemiluan kepada mahasiswa. Ia menekankan pentingnya membangun kesadaran demokrasi yang berintegritas dengan melibatkan penyelenggara pemilu, peserta pemilu, dan masyarakat sebagai pemilih.

Dalam sambutannya, Dekan menegaskan bahwa demokrasi yang berkualitas membutuhkan penyelenggara pemilu yang berintegritas, peserta pemilu yang menjunjung tinggi etika, serta pemilih yang cerdas dan rasional. Ia menyampaikan, “Penyelenggara pemilu harus cerdas, peserta pemilu juga harus cerdas, dan pemilih juga harus cerdas.”

Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki kemampuan untuk menilai calon pemimpin berdasarkan program kerja, kapasitas, rekam jejak, dan integritas, bukan semata-mata karena popularitas atau kepentingan kelompok tertentu. Keputusan dalam pemilu memiliki dampak jangka panjang terhadap kehidupan masyarakat sehingga harus dipertimbangkan secara matang dan bertanggung jawab.

Lebih lanjut, Dr. Fakhruddin nekankan bahwa mahasiswa sebagai bagian dari kelompok intelektual memiliki tanggung jawab untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kualitas demokrasi. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi pemilih yang kritis dan objektif serta turut menyebarkan pemahaman mengenai pentingnya memilih pemimpin berdasarkan pertimbangan yang rasional.

Materi sosialisasi kepemiluan disampaikan oleh Buyono, anggota KPU Kabupaten Rejang Lebong yang membidangi sosialisasi dan pendidikan pemilih berkelanjutan. Dalam pemaparannya yang mengangkat tema Generasi Muda Cerdas Berdemokrasi, Buyono menjelaskan pentingnya peran generasi muda dalam menciptakan proses demokrasi yang sehat dan berkualitas.

Buyono juga memaparkan bahwa Generasi Z dan Milenial memiliki peran strategis dalam menentukan arah demokrasi. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pemilih, tetapi juga sebagai agen perubahan yang dapat mendorong terbentuknya opini publik secara rasional, objektif, dan bertanggung jawab.

Buyono juga menekankan bahwa menjadi pemilih kritis berarti mampu menyaring informasi dan menilai calon pemimpin berdasarkan fakta. Mahasiswa didorong untuk memeriksa rekam jejak kandidat melalui sumber resmi, tidak mudah terpengaruh hoaks dan provokasi, serta mempertimbangkan visi, misi, dan kelayakan program kerja yang ditawarkan.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab, menolak politik uang, serta turut mengawal proses demokrasi. Partisipasi mahasiswa juga dapat diwujudkan melalui diskusi intelektual, peningkatan literasi digital, penyebaran informasi kepemiluan yang valid, dan keterlibatan dalam kegiatan sosialisasi maupun pengawasan pemilu.

Dalam materi tersebut, Buyono menekankan pesan agar generasi muda tidak bersikap apatis terhadap demokrasi. Ia mengajak mahasiswa untuk mengambil peran aktif dalam menentukan masa depan bangsa melalui partisipasi yang kritis dan bertanggung jawab. Pesan tersebut sejalan dengan materi presentasinya yang mendorong mahasiswa menjadi pemilih cerdas dan bertanggung jawab.

Selain sosialisasi pendidikan pemilih berkelanjutan, kegiatan ini juga mencakup sosialisasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) oleh Dukcapil Kabupaten Rejang Lebong. Agenda ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperoleh informasi mengenai identitas kependudukan digital sebagai bagian dari perkembangan layanan administrasi kependudukan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berinteraksi dengan pemateri dan memperdalam pemahaman mengenai materi yang disampaikan. Melalui sesi tersebut, mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan mengenai demokrasi, partisipasi pemilih, serta layanan administrasi kependudukan digital.

Kolaborasi antara FUAD IAIN Curup, KPU, dan Dukcapil Kabupaten Rejang Lebong ini diharapkan dapat memperkuat literasi demokrasi dan kesadaran administrasi kependudukan di kalangan mahasiswa. Dengan demikian, mahasiswa dapat mengambil peran aktif sebagai generasi muda yang kritis, berintegritas, dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

 

Bagikan Artikel Ini

Kembali ke Daftar Berita