Menu
Kemahasiswaan Fakultas

Mahasiswa BPI FUAD IAIN Curup Ikuti Sidang Skripsi, Penguji Tekankan Pentingnya Literasi dan Penguasaan Metode Penelitian

04 August 2026
Estimasi waktu baca: 3 menit
8 kali dilihat
Mahasiswa BPI FUAD IAIN Curup Ikuti Sidang Skripsi, Penguji Tekankan Pentingnya Literasi dan Penguasaan Metode Penelitian

FUAD IAIN Curup – Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI), Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Curup menggelar sidang skripsi bagi mahasiswa tingkat akhir yang berlangsung di Aula Lantai 1 FUAD pada tanggal 3–4 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 11 mahasiswa sebagai salah satu tahapan akhir dalam menyelesaikan studi sarjana.

Adapun mahasiswa yang mengikuti sidang skripsi tersebut yaitu Puji Rahayu, Muhammad Apri Jang Jayo, Eka Marsela, Ramta Irwan, Reta Balkis, Fitria Amelia Pratama, Sri Supriani, Aman Sunarto, M. Fikri Afalaq, Putri Ratuhu, dan Rindra Purnama.

Selama pelaksanaan sidang, para dosen pembimbing dan penguji memberikan arahan, masukan, serta penilaian terhadap hasil penelitian yang dipresentasikan oleh masing-masing mahasiswa. Proses ini bertujuan untuk mengukur kemampuan akademik mahasiswa dalam mempertahankan hasil penelitian sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis dan ilmiah.

Salah satu dosen penguji, Dr. Addahri Hafidz Awlawi, M.Pd.Kons, mengungkapkan bahwa kesalahan yang paling sering dilakukan mahasiswa saat menghadapi ujian skripsi adalah tidak konsisten dengan metode penelitian yang telah mereka susun.

"Kesalahan yang paling banyak itu mahasiswa terburu-buru dan tidak mengikuti metode yang mereka tulis sendiri. Padahal di Bab III sudah dijelaskan metode penelitian, langkah-langkah, dan prosedurnya. Ketika itu tidak diikuti, hasil penelitiannya menjadi tidak sesuai dengan rancangan yang telah dibuat," jelasnya.

Beliau juga memberikan sejumlah pesan kepada mahasiswa yang akan menghadapi sidang skripsi. Menurutnya, mahasiswa harus memperbanyak membaca dan tidak bergantung sepenuhnya pada teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

"Perbanyak membaca dan jangan tergantung dengan AI. AI hanyalah alat bantu. Untuk membangun daya pikir kritis, mahasiswa harus memiliki literasi yang baik. Dengan banyak membaca, mahasiswa akan lebih mudah menuangkan gagasan dalam tulisan sekaligus mampu menjawab pertanyaan dari para penguji secara ilmiah," ujarnya.

Selain meningkatkan literasi, Dr. Addahri juga menekankan pentingnya penguasaan metode penelitian yang digunakan.

"Mahasiswa harus benar-benar memahami metode penelitian yang dipilih, baik kualitatif maupun kuantitatif. Pahami jenis-jenisnya, teknik analisis data, hingga alasan memilih metode tersebut. Dengan begitu, mahasiswa tidak akan mengalami kesulitan ketika mempertanggungjawabkan penelitiannya di hadapan penguji," tambahnya.

Di akhir wawancara, Dr. Addahri berharap hasil penelitian mahasiswa tidak hanya menjadi syarat kelulusan, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat, khususnya dalam bidang bimbingan dan penyuluhan Islam.

"Harapan saya, penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam serta menjadi referensi yang bermanfaat bagi masyarakat. Keilmuan konseling yang dipelajari mahasiswa hendaknya dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas," pungkasnya.

Melalui pelaksanaan sidang skripsi ini, Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam FUAD IAIN Curup terus berkomitmen mencetak lulusan yang memiliki kompetensi akademik, kemampuan berpikir kritis, serta mampu menghasilkan penelitian yang berkualitas dan bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan maupun masyarakat.

Bagikan Artikel Ini

Kembali ke Daftar Berita