Rapat Koordinasi Pemantapan Bimtek BTQ, FUAD IAIN Curup Gandeng Tim guru dan Pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rejang Lebong
FUAD IAIN Curup – Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan pendidikan dasar dan menengah terus diperkuat melalui kolaborasi antara Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Curup dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rejang Lebong. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru Al-Qur’an tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Rejang Lebong yang dilaksanakan mulai 2 November hingga 5 Desember 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh guru Al-Qur’an yang dipersiapkan untuk mendukung proses pembelajaran di satuan pendidikan tingkat SD dan SMP di Kabupaten Rejang Lebong. Program tersebut bertujuan membekali peserta dengan kompetensi pedagogis dan keterampilan teknis dalam mengajarkan Al-Qur’an, khususnya kemampuan membaca, menulis, serta penerapan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Dekan FUAD IAIN Curup, Wakil Dekan I, Ketua Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Kepala Laboratorium FUAD, Ketua Konsorsium, jajaran tim Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rejang Lebong, tim guru dan pengawas pendidikan, serta para ustaz dan ustazah yang dilibatkan sebagai tenaga pengajar tambahan, narasumber, dan pendamping kegiatan.
Dalam sambutannya, Ustaz Syauki selaku bagian dari tim FUAD IAIN Curup menjelaskan bahwa pelaksanaan Bimtek melibatkan sejumlah trainer yang telah mengikuti pelatihan Training of Trainers (ToT). Pembekalan tersebut menjadi salah satu upaya untuk memastikan kesiapan para pemateri dalam menyampaikan materi sekaligus memberikan pendampingan kepada peserta sesuai bidang kompetensi masing-masing.
Ia menyampaikan bahwa para trainer yang dilibatkan bukan hanya memiliki pembekalan, tetapi juga telah beberapa kali berpartisipasi dalam kegiatan pelatihan sebelumnya. Dengan pengalaman tersebut, para pemateri diharapkan mampu memberikan pembelajaran yang terarah dan efektif.
“Para trainer yang terlibat dalam kegiatan ini telah mengikuti pelatihan Training of Trainers (ToT). Beberapa di antaranya juga sudah beberapa kali bergabung dalam kegiatan pelatihan sehingga diharapkan lebih siap dalam menyampaikan materi dan mendampingi peserta sesuai dengan bidang kompetensinya masing-masing,” ujarnya. Sabtu(31/10).
Lebih lanjut, Ustaz Syauki menjelaskan bahwa pembagian materi dan tanggung jawab pemateri telah disusun berdasarkan bidang keahlian. Materi tersebut mencakup aspek kurikulum, pembelajaran membaca dan menulis Al-Qur’an, penilaian, serta pelaporan dan monitoring evaluasi. Pembagian ini dilakukan agar setiap kompetensi memperoleh perhatian dan pendampingan yang sesuai.
Menurutnya, keterlibatan beberapa narasumber menjadi kebutuhan penting mengingat pelaksanaan Bimtek melibatkan enam kelas peserta dari tingkat SD dan SMP. Oleh karena itu, tim pelaksana membagi peran antara narasumber utama dan narasumber pendamping agar penyampaian materi dapat berlangsung secara optimal.
“Kami melibatkan beberapa narasumber karena kegiatan ini terdiri atas enam kelas, baik untuk peserta tingkat SD maupun SMP. Jika hanya mengandalkan satu pemateri dari pagi hingga sore, tentu akan cukup berat. Karena itu, kami membagi tugas antara narasumber utama dan pendamping agar proses pembelajaran lebih efektif dan peserta mendapatkan pendampingan yang maksimal,” jelasnya.
Selain pembagian tugas pemateri, koordinasi juga dilakukan melalui diskusi kelompok terarah atau Focus Group Discussion (FGD). Forum tersebut dimanfaatkan untuk menyelaraskan bahan tayang, berbagi materi, serta membahas teknis pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan bidang masing-masing.
Ia menambahkan bahwa koordinasi antartim menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh materi tersusun secara sistematis dan memiliki keterkaitan dengan target kompetensi yang ingin dicapai. Dengan demikian, setiap pemateri dan pendamping dapat menjalankan tugas secara terarah selama kegiatan berlangsung.
Melalui pelaksanaan Bimtek ini, calon guru Al-Qur’an diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan mengajar, memahami kurikulum, menerapkan metode pembelajaran, serta melakukan penilaian terhadap perkembangan kemampuan peserta didik.
Kolaborasi FUAD IAIN Curup bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rejang Lebong ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan Al-Qur’an.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terbentuk calon tenaga pengajar Al-Qur’an yang kompeten, profesional, dan memiliki kesiapan dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran Al-Qur’an di sekolah-sekolah se-Kabupaten Rejang Lebong.






Penulis: Wahyu Erlangga