Menu
Kemahasiswaan Fakultas

Sidang Skripsi KPI FUAD IAIN Curup: 21 Mahasiswa Jalani Ujian Akhir Menuju Gelar Sarjana

23 July 2026
Estimasi waktu baca: 3 menit
33 kali dilihat
Sidang Skripsi KPI FUAD IAIN Curup: 21 Mahasiswa Jalani Ujian Akhir Menuju Gelar Sarjana

FUAD IAIN Curup – Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Curup sukses menyelenggarakan sidang skripsi selama tiga hari berturut-turut, mulai 21 hingga 23 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 1 Gedung FUAD IAIN Curup ini menjadi tahapan akademik terakhir bagi mahasiswa sebelum menyandang gelar Sarjana Sosial (S.Sos.).

Selama pelaksanaan sidang, para mahasiswa mempresentasikan hasil penelitian skripsi mereka di hadapan dosen pembimbing dan dosen penguji. Selain memaparkan hasil penelitian, mahasiswa juga menjawab berbagai pertanyaan, menerima masukan, serta memperoleh evaluasi sebagai penyempurnaan karya ilmiah yang telah disusun.

Pada hari pertama, sidang skripsi diikuti oleh enam mahasiswa Program Studi KPI, di antaranya Lidia Kandau, Mila Asmelly, Fra Fela Heminnda, Hasbi Ashshidlal Raisul I, serta dua mahasiswa lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, dosen penguji Dete Konggoro, M.I.Kom. menyampaikan bahwa sidang skripsi merupakan proses akademik yang sangat penting sebagai gerbang akhir mahasiswa menuju jenjang sarjana.

"Sidang skripsi merupakan kegiatan akhir yang mengantarkan mahasiswa menuju jenjang sarjana. Kami berharap mahasiswa mengikuti proses ini dengan penuh semangat, sementara para dosen menjalankan tugas secara profesional. Harapan kami, seluruh lulusan memiliki keilmuan yang baik sehingga mampu berkarier di tengah masyarakat dan mengabdikan ilmu yang telah diperoleh selama kuliah," ujarnya.

Sementara itu, dosen pembimbing Dede Sihabudin, M.Sos. memberikan pesan kepada mahasiswa agar mempersiapkan diri secara maksimal sebelum menghadapi sidang.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya perlu mempersiapkan materi, tetapi juga memperkuat kesiapan mental dan spiritual.

"Sebagai seorang muslim, jangan lupa selalu berdoa agar diberikan kelancaran dalam menghadapi sidang skripsi. Selain itu, mahasiswa harus benar-benar memahami isi skripsi yang telah ditulis sehingga apa yang dipresentasikan sesuai dengan hasil penelitian yang telah dilakukan," pesannya.

Sidang skripsi hari kedua dilaksanakan pada 22 Juli 2026 dan diikuti oleh enam mahasiswa, yaitu Sastri Apriani, Aldi Pesona, Senia Enjelin, Avina Nurhayati, Samsu Erijal, dan Lola Melanda.

Pada kesempatan tersebut, dosen pembimbing Dede Sihabudin, M.Sos. kembali menjelaskan manfaat pelaksanaan sidang skripsi sebagai bagian dari proses akademik yang wajib dilalui oleh setiap mahasiswa.

Ia menjelaskan bahwa sidang skripsi menjadi sarana untuk mengukur kemampuan mahasiswa dalam mempertanggungjawabkan hasil penelitian yang telah mereka lakukan.

"Sidang skripsi merupakan salah satu tahapan akademik yang harus dilalui oleh seluruh mahasiswa. Melalui sidang ini mahasiswa diuji sejauh mana pemahaman mereka terhadap hasil penelitian yang telah dilakukan. Selain itu, sidang juga menjadi sarana membangun mental, keberanian, dan kemampuan mahasiswa dalam menyampaikan hasil penelitian secara ilmiah di hadapan para penguji," jelasnya.

Ia juga menyampaikan doa dan harapan bagi seluruh mahasiswa yang telah dinyatakan lulus sidang.

"Semoga ilmu yang diperoleh selama kuliah menjadi ilmu yang bermanfaat, menjadi bekal dalam perjalanan karier mereka, serta mengantarkan mereka menjadi pribadi yang sukses dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat," ungkapnya.

Memasuki hari ketiga, 23 Juli 2026, sidang skripsi berlangsung dengan tertib dan kondusif. Sebanyak lima mahasiswa mengikuti ujian akhir, yakni Deniel Febrian, Muhammad Aska Rifaldi, Delly Wijayanti, Muhammad Hasan, dan Novrico Fernando Putra.

Dalam wawancara usai sidang, dosen pembimbing sekaligus penguji Parjun Kamil, M.Kom.I  menjelaskan sejumlah aspek utama yang menjadi fokus penilaian dalam ujian skripsi.

Menurutnya, kemampuan mahasiswa dalam menjawab pertanyaan penguji menjadi salah satu indikator utama keberhasilan sidang.

Selain itu, penilaian juga mencakup kesesuaian antara rumusan masalah dengan metode penelitian, kecocokan teori yang digunakan, serta kualitas hasil penelitian yang diperoleh.

"Yang kami nilai dalam ujian skripsi adalah kecakapan mahasiswa menjawab pertanyaan penguji, kesesuaian masalah penelitian dengan metode yang digunakan, kecocokan teori dengan permasalahan yang diteliti, serta hasil penelitian yang diperoleh. Persiapan yang matang sangat penting, baik bagi mahasiswa maupun bagi kami sebagai penguji, agar pelaksanaan sidang berjalan maksimal," jelasnya.

Komitmen Mencetak Lulusan Berkualitas

Pelaksanaan sidang skripsi selama tiga hari ini menunjukkan komitmen Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) FUAD IAIN Curup dalam menjaga kualitas akademik dan menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, serta siap mengabdikan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat.

Melalui proses ujian yang objektif dan komprehensif, mahasiswa tidak hanya dituntut menyelesaikan karya ilmiah, tetapi juga mampu mempertanggungjawabkan hasil penelitiannya secara akademis. Diharapkan para lulusan KPI FUAD IAIN Curup dapat menjadi sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi dunia komunikasi, penyiaran Islam, dan pembangunan masyarakat.

 

Bagikan Artikel Ini

Kembali ke Daftar Berita