Sidang Skripsi Mahasiswa IPII IAIN Curup Jadi Momentum Mengukur Kompetensi Akademik dan Kemampuan Presentasi
FUAD IAIN Curup,– Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Curup melaksanakan sidang skripsi mahasiswa yang berlangsung selama dua hari, Dimulai pada 27 S.d 28 Juli 2026, bertempat di Aula Lantai 1 Gedung FUAD IAIN Curup.
Pelaksanaan sidang skripsi diikuti oleh mahasiswa tingkat akhir sebagai tahapan akademik terakhir sebelum menyelesaikan studi dan memperoleh gelar sarjana. Kegiatan ini turut dihadiri oleh para dosen pembimbing dan dosen penguji yang bertugas memberikan arahan, masukan, serta penilaian terhadap hasil penelitian yang dipresentasikan oleh masing-masing mahasiswa.
Dalam sidang tersebut, mahasiswa memaparkan hasil penelitian yang telah disusun selama proses penyusunan skripsi. Selain mempresentasikan temuan penelitian, para peserta juga dituntut mampu menjawab berbagai pertanyaan dan mempertahankan argumentasi ilmiah di hadapan tim penguji.
Dalam wawancara terppisah, dengan salah satu dosen penguji, Marleni, S.Pd.I., M.Hum., mengenai tujuan pelaksanaan sidang skripsi, pentingnya kemampuan presentasi, serta peran dosen dalam menentukan kelulusan mahasiswa.
Menurut Marleni, sidang skripsi merupakan tahapan akademik terakhir yang harus ditempuh mahasiswa sekaligus menjadi bagian dari penilaian yang akan memengaruhi Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Melalui ujian tersebut, program studi berupaya memvalidasi pemahaman mahasiswa terhadap ilmu yang telah dipelajari selama perkuliahan sekaligus menilai kemampuan mereka dalam menyusun karya ilmiah yang berkualitas.

"Sidang skripsi bukan hanya untuk menguji hasil penelitian mahasiswa, tetapi juga melatih kemampuan berpikir kritis, menyampaikan pendapat, serta mempertahankan argumentasi ilmiah. Ini merupakan bentuk tanggung jawab atas proses belajar yang telah mereka jalani selama menjadi mahasiswa," ujarnya, Jum'at(31/7).
Ia juga menambahkan bahwa sidang skripsi menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan pengalaman penelitian di lapangan sehingga menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat.
Marleni menegaskan bahwa kemampuan presentasi memiliki peran yang sangat penting dalam pelaksanaan sidang skripsi. Menurutnya, keterampilan berkomunikasi merupakan bekal yang dibutuhkan tidak hanya selama perkuliahan, tetapi juga ketika mahasiswa terjun ke tengah masyarakat.
"Presentasi adalah kemampuan mengkomunikasikan ide, gagasan, dan hasil penelitian kepada orang lain agar dapat dipahami dengan baik. Karena itu, mahasiswa perlu mampu menyampaikan hasil penelitiannya secara jelas, sistematis, dan meyakinkan," jelasnya.
Terkait peran dosen dalam menentukan kelulusan mahasiswa, Marleni menjelaskan bahwa dosen bukanlah faktor utama yang menentukan keberhasilan mahasiswa menyelesaikan studi. Dosen berperan sebagai pembimbing, motivator, dan pemberi arahan agar mahasiswa memiliki semangat serta komitmen untuk menyelesaikan pendidikan tepat waktu.
"Keberhasilan lulus tepat waktu sesungguhnya ditentukan oleh mahasiswa itu sendiri. Dosen hanya memberikan motivasi, bimbingan, dan pendampingan. Yang paling penting adalah mahasiswa memiliki niat yang kuat, bertanggung jawab terhadap pilihannya, serta konsisten menyelesaikan seluruh proses akademik hingga sidang skripsi," tuturnya.
Melalui pelaksanaan sidang skripsi ini, Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam berharap seluruh mahasiswa mampu menyelesaikan studi dengan baik, menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, serta memiliki kompetensi akademik, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan komunikasi yang menjadi bekal ketika memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
