Indeks Berita
Kumpulan berita, informasi, dan pengumuman terbaru.
Prodi BPI IAIN Curup Jalin MoA dengan Desa Sajad, Wujudkan Program Satu Desa Satu Sarjana Penyuluh
FUAD IAIN Curup – Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Curup terus memperkuat perannya dalam pengembangan sumber daya manusia di tingkat desa melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) bersama Pemerintah Desa Sajad, Rabu (22/7).Kerja sama tersebut merupakan langkah awal dalam merealisasikan program unggulan "Satu Desa Satu Sarjana Penyuluh", yang bertujuan mencetak penyuluh profesional dan kompeten untuk diberdayakan di desa-desa, khususnya di wilayah Kecamatan Bermani.Melalui program ini, Prodi BPI bersama pemerintah desa akan bersinergi menyiapkan generasi muda desa agar dapat melanjutkan pendidikan di Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam. Setelah menyelesaikan pendidikan, para lulusan diharapkan mampu kembali ke desa sebagai penyuluh yang memiliki kompetensi akademik, sosial, dan keagamaan dalam mendampingi masyarakat.Kegiatan penandatanganan MoA mendapat sambutan yang sangat positif dan antusias dari masyarakat serta pemerintah desa. Mereka menilai program ini menjadi peluang strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menghadirkan tenaga penyuluh yang mampu menjawab berbagai persoalan sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.Ketua Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) Dr. Addahri Hafidz Awlawi, S,Pd.I., M.Pd.,Kons menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen Prodi BPI dalam mendukung pembangunan masyarakat berbasis pendidikan dan pengabdian.“Ke depan, Prodi BPI FUAD IAIN Curup menargetkan perluasan kerja sama dengan 12 desa lainnya yang telah menyatakan kesiapan untuk bergabung dalam program "Satu Desa Satu Sarjana Penyuluh", Katanya.Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan semakin banyak desa yang memiliki tenaga penyuluh profesional sehingga mampu memperkuat pembangunan masyarakat secara berkelanjutan.Program ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi Prodi Bimbingan dan Penyuluhan Islam FUAD IAIN Curup dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui pengabdian di tingkat desa.
Prodi IAT FUAD IAIN Curup Gelar Rapat Persiapan Akreditasi, Targetkan Predikat Unggul
IAT IAIN Curup – Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Curup menggelar rapat persiapan akreditasi sebagai langkah strategis dalam menghadapi proses asesmen dengan menargetkan perolehan predikat Unggul. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai 1 FUAD IAIN Curup dan dihadiri oleh unsur pimpinan fakultas serta tim pendukung akreditasi.Rapat dihadiri oleh Dekan FUAD IAIN Curup, Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, Ketua Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, para dosen, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Curup, serta dosen dari Fakultas Syariah dan Fakultas Tarbiyah yang memiliki keahlian dan pengalaman di bidang akreditasi. Kehadiran para pakar tersebut bertujuan memberikan pendampingan dan masukan dalam penyempurnaan dokumen serta data pendukung yang akan disampaikan kepada tim asesor.Dalam sambutannya, Dekan FUAD IAIN Curup, Dr. Fakhrudin, M.Pd.I., menegaskan bahwa keberhasilan meraih akreditasi Unggul membutuhkan kerja sama, komitmen, dan kolaborasi dari seluruh pihak. Menurutnya, sinergi antarfakultas menjadi kekuatan penting untuk mempercepat penyelesaian seluruh instrumen akreditasi."Melalui kolaborasi yang baik antarunit dan antarfakultas, saya optimistis proses persiapan akreditasi Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir dapat berjalan maksimal. Saya berharap seluruh tim bekerja secara sungguh-sungguh, teliti, dan mampu menyajikan data yang akurat sehingga target meraih predikat Unggul dapat tercapai," ujar Dekan.Sementara itu, Ketua Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir menyampaikan bahwa seluruh tim berkomitmen untuk mempersiapkan dokumen akreditasi secara maksimal dengan menghadirkan data yang valid, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan. Hal tersebut merupakan bentuk komitmen Prodi IAT dalam menjaga mutu pendidikan, meningkatkan kualitas akademik, serta memperkuat budaya integritas di lingkungan IAIN Curup.Melalui rapat koordinasi ini, Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir FUAD IAIN Curup berharap seluruh tahapan persiapan akreditasi dapat berjalan sesuai rencana, sehingga target memperoleh predikat Unggul dapat terwujud sebagai bukti nyata peningkatan kualitas pendidikan dan tata kelola program studi.
Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir FUAD IAIN Curup Gelar Rapat Persiapan Akreditasi, Targetkan Predikat Unggul
FUAD IAIN Curup – Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Curup menggelar rapat persiapan akreditasi sebagai langkah strategis dalam menghadapi proses asesmen dengan menargetkan perolehan predikat Unggul. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai 1 FUAD IAIN Curup dan dihadiri oleh unsur pimpinan fakultas serta tim pendukung akreditasi.Rapat dihadiri oleh Dekan FUAD IAIN Curup, Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, Ketua Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, para dosen, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Curup, serta dosen dari Fakultas Syariah dan Fakultas Tarbiyah yang memiliki keahlian dan pengalaman di bidang akreditasi. Kehadiran para pakar tersebut bertujuan memberikan pendampingan dan masukan dalam penyempurnaan dokumen serta data pendukung yang akan disampaikan kepada tim asesor.Dalam sambutannya, Dekan FUAD IAIN Curup, Dr. Fakhrudin, M.Pd.I., menegaskan bahwa keberhasilan meraih akreditasi Unggul membutuhkan kerja sama, komitmen, dan kolaborasi dari seluruh pihak. Menurutnya, sinergi antarfakultas menjadi kekuatan penting untuk mempercepat penyelesaian seluruh instrumen akreditasi. "Melalui kolaborasi yang baik antarunit dan antarfakultas, saya optimistis proses persiapan akreditasi Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir dapat berjalan maksimal. Saya berharap seluruh tim bekerja secara sungguh-sungguh, teliti, dan mampu menyajikan data yang akurat sehingga target meraih predikat Unggul dapat tercapai," ujar Dekan.Sementara itu, Ketua Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Nur Cholis, M.Ag menyampaikan bahwa seluruh tim berkomitmen untuk mempersiapkan dokumen akreditasi secara maksimal dengan menghadirkan data yang valid, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan. Hal tersebut merupakan bentuk komitmen Prodi IAT dalam menjaga mutu pendidikan, meningkatkan kualitas akademik, serta memperkuat budaya integritas di lingkungan IAIN Curup.Melalui rapat koordinasi ini, Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir FUAD IAIN Curup berharap seluruh tahapan persiapan akreditasi dapat berjalan sesuai rencana, sehingga target memperoleh predikat Unggul dapat terwujud sebagai bukti nyata peningkatan kualitas pendidikan dan tata kelola program studi.
Ayo Kuliah di Prodi IAT IAIN Curup
🎓✨ Halloo Sanak Saudara IAIN Curup! ✨🎓Masih bingung mau kuliah di mana? Yuk, bergabung bersama IAIN Curup!💰 UKT/SPP sangat terjangkau, mulai dari Rp400.000 per semester dan tertinggi hanya sekitar Rp2.400.000 per semester.Selain itu, tersedia berbagai program beasiswa untuk mendukung pendidikanmu, antara lain:✅ Beasiswa KIP Kuliah✅ Beasiswa Baznas✅ Beasiswa Bank Indonesia✅ Beasiswa BRI✅ Dan berbagai beasiswa lainnya🏫 Didukung dengan fasilitas kampus yang terus berkembang, lingkungan akademik yang nyaman, dosen yang kompeten, serta beragam kegiatan mahasiswa untuk mengembangkan potensi dan prestasi.⏳ Pendaftaran PMB Jalur Mandiri Gelombang 1 tinggal beberapa hari lagi!Jangan tunda lagi, wujudkan cita-citamu bersama IAIN Curup. Ayo daftar sekarang dan jadilah bagian dari generasi unggul yang berakhlak, berprestasi, dan siap menghadapi masa depan! 🌟📌 Informasi dan pendaftaran:spmb.iaincurup.ac.id#PMBIAINCurup2026 #KuliahDiIAINCurup #UKTMurahBerkualitas #BanyakBeasiswa #IAINCurupMenujuUIN
80 Mahasiswa FUAD IAIN Curup Siap Mengabdi, KKN 2026
FUAD IAIN Curup– Sebanyak 80 mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Curup resmi mengikuti pelepasan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan VII Tahun 2026 yang digelar Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup di Lapangan Masjid Kampus, Kamis (16/7). Mereka menjadi bagian dari 889 mahasiswa yang terbagi dalam 81 kelompok untuk melaksanakan pengabdian masyarakat di berbagai desa di Kabupaten Rejang Lebong selama 45 hari, terhitung sejak 17 Juli hingga 30 Agustus 2026.Prosesi pelepasan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan Kabupaten Rejang Lebong, Taman, S.P., M.Si., Wakil Rektor III IAIN Curup Dr. Sagiman, M.Kom. yang mewakili Rektor IAIN Curup, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, para dosen pembimbing lapangan, serta sivitas akademika IAIN Curup.Dalam sambutannya, Wakil Rektor III IAIN Curup, Dr. Sagiman, M.Kom., menegaskan bahwa KKN merupakan sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus mengembangkan kemampuan sosial melalui interaksi langsung dengan masyarakat."Kami berharap para dosen pembimbing dapat melaksanakan tugas pembimbingan dengan baik. KKN ini bukan hanya menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Ke depan, kualitas pelaksanaan KKN akan terus ditingkatkan sehingga memberikan dampak yang lebih luas," ujarnya.Sementara itu, mewakili (Plt.) Bupati Rejang Lebong, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan Taman, S.P., M.Si. secara resmi menerima sekaligus melepas mahasiswa KKN Angkatan VII Tahun 2026. Ia mengajak seluruh peserta untuk menghadirkan program-program inovatif yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat desa.Menurutnya, masih banyak potensi desa yang dapat dikembangkan melalui ide, kreativitas, dan inovasi mahasiswa. Oleh karena itu, mahasiswa diminta membangun komunikasi dan sinergi yang baik dengan pemerintah desa, kecamatan, maupun masyarakat agar seluruh program kerja dapat terlaksana secara optimal dan memberikan manfaat berkelanjutan.Prosesi pelepasan ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima mahasiswa KKN antara Wakil Rektor III IAIN Curup dan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan Kabupaten Rejang Lebong, sebagai simbol dimulainya pelaksanaan KKN Angkatan VII Tahun 2026.Dalam wawancara terpisah, Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Curup, Dr. Fakhruddin, M.Pd.I., memberikan pesan khusus kepada 80 mahasiswa FUAD yang akan menjalankan pengabdian di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa KKN merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat."KKN merupakan dharma pengabdian mahasiswa yang hakikatnya adalah anak-anak masyarakat. Karena itu, KKN harus benar-benar menyentuh akar persoalan yang ada di masyarakat, bagaimana memberdayakan masyarakat untuk menemukan dan mencari solusi terhadap sumber-sumber masalah tersebut," tegasnya.Lebih lanjut, ia mengingatkan agar mahasiswa tidak hanya menjalankan kegiatan yang bersifat seremonial atau populer, tetapi minim dampak."KKN tidak boleh hanya menampilkan program yang populis tetapi tidak substansial. KKN harus menjadi bagian dari kerja-kerja intelektual mahasiswa yang mungkin tidak selalu terlihat gebyar, namun memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tambahnya.Menutup pesannya, Dr. Fakhruddin mengajak seluruh mahasiswa menjaga nama baik almamater dan menunjukkan identitas sebagai mahasiswa Islam yang mampu menjadi teladan di tengah masyarakat."Selamat ber-KKN untuk seluruh mahasiswa IAIN Curup. Tunjukkan jati dirimu sebagai mahasiswa yang beridentitaskan Islam, berakhlak mulia, serta mampu menghadirkan manfaat dan solusi bagi masyarakat," pesannya.Usai prosesi pelepasan, perwakilan mahasiswa KKN, Andreza Saputra dari Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah, menyampaikan optimisme dan kesiapan seluruh peserta dalam menjalankan pengabdian.Ia mengungkapkan bahwa pelaksanaan KKN tahun ini dinilai lebih terorganisasi dengan adanya kepanitiaan yang mendukung seluruh rangkaian kegiatan sehingga mahasiswa dapat lebih fokus menyusun dan melaksanakan program kerja di lokasi pengabdian."Kami siap mengabdi kepada masyarakat. Harapan kami, masyarakat Rejang Lebong dapat menerima kehadiran mahasiswa dengan baik. Sebaliknya, kami juga berkomitmen menjaga sikap, menjunjung tinggi sopan santun, serta mampu berbaur dan menjadi bagian dari masyarakat selama menjalankan KKN," ungkap Andreza.Melalui KKN Angkatan VII Tahun 2026, IAIN Curup berharap seluruh mahasiswa, termasuk 80 mahasiswa FUAD, mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki, membangun kolaborasi bersama masyarakat dan pemerintah desa, serta menghadirkan inovasi yang berdampak nyata dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Rejang Lebong.Dengan semangat "Belajar Bersama Masyarakat, Mengabdi dengan Ilmu, dan Berkarya untuk Negeri," KKN Angkatan VII Tahun 2026 diharapkan menjadi ruang lahirnya berbagai solusi, inovasi, dan pengabdian yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus memperkuat peran IAIN Curup sebagai perguruan tinggi yang hadir untuk kemajuan umat dan bangsa.
80 Mahasiswa FUAD IAIN Curup Siap Mengabdi, KKN 2026 Jadi Momentum Hadirkan Solusi Nyata bagi Masyarakat
FUAD IAIN Curup– Sebanyak 80 mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Curup resmi mengikuti pelepasan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan VII Tahun 2026 yang digelar Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup di Lapangan Masjid Kampus, Kamis (16/7). Mereka menjadi bagian dari 889 mahasiswa yang terbagi dalam 81 kelompok untuk melaksanakan pengabdian masyarakat di berbagai desa di Kabupaten Rejang Lebong selama 45 hari, terhitung sejak 17 Juli hingga 30 Agustus 2026.Prosesi pelepasan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan Kabupaten Rejang Lebong, Taman, S.P., M.Si., Wakil Rektor III IAIN Curup Dr. Sagiman, M.Kom. yang mewakili Rektor IAIN Curup, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, para dosen pembimbing lapangan, serta sivitas akademika IAIN Curup.Dalam sambutannya, Wakil Rektor III IAIN Curup, Dr. Sagiman, M.Kom., menegaskan bahwa KKN merupakan sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus mengembangkan kemampuan sosial melalui interaksi langsung dengan masyarakat."Kami berharap para dosen pembimbing dapat melaksanakan tugas pembimbingan dengan baik. KKN ini bukan hanya menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Ke depan, kualitas pelaksanaan KKN akan terus ditingkatkan sehingga memberikan dampak yang lebih luas," ujarnya.Sementara itu, mewakili (Plt.) Bupati Rejang Lebong, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan Taman, S.P., M.Si. secara resmi menerima sekaligus melepas mahasiswa KKN Angkatan VII Tahun 2026. Ia mengajak seluruh peserta untuk menghadirkan program-program inovatif yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat desa.Menurutnya, masih banyak potensi desa yang dapat dikembangkan melalui ide, kreativitas, dan inovasi mahasiswa. Oleh karena itu, mahasiswa diminta membangun komunikasi dan sinergi yang baik dengan pemerintah desa, kecamatan, maupun masyarakat agar seluruh program kerja dapat terlaksana secara optimal dan memberikan manfaat berkelanjutan.Prosesi pelepasan ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima mahasiswa KKN antara Wakil Rektor III IAIN Curup dan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan Kabupaten Rejang Lebong, sebagai simbol dimulainya pelaksanaan KKN Angkatan VII Tahun 2026.Dalam wawancara terpisah, Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Curup, Dr. Fakhruddin, M.Pd.I., memberikan pesan khusus kepada 80 mahasiswa FUAD yang akan menjalankan pengabdian di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa KKN merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat."KKN merupakan dharma pengabdian mahasiswa yang hakikatnya adalah anak-anak masyarakat. Karena itu, KKN harus benar-benar menyentuh akar persoalan yang ada di masyarakat, bagaimana memberdayakan masyarakat untuk menemukan dan mencari solusi terhadap sumber-sumber masalah tersebut," tegasnya.Lebih lanjut, ia mengingatkan agar mahasiswa tidak hanya menjalankan kegiatan yang bersifat seremonial atau populer, tetapi minim dampak."KKN tidak boleh hanya menampilkan program yang populis tetapi tidak substansial. KKN harus menjadi bagian dari kerja-kerja intelektual mahasiswa yang mungkin tidak selalu terlihat gebyar, namun memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tambahnya.Menutup pesannya, Dr. Fakhruddin mengajak seluruh mahasiswa menjaga nama baik almamater dan menunjukkan identitas sebagai mahasiswa Islam yang mampu menjadi teladan di tengah masyarakat."Selamat ber-KKN untuk seluruh mahasiswa IAIN Curup. Tunjukkan jati dirimu sebagai mahasiswa yang beridentitaskan Islam, berakhlak mulia, serta mampu menghadirkan manfaat dan solusi bagi masyarakat," pesannya.Usai prosesi pelepasan, perwakilan mahasiswa KKN, Andreza Saputra dari Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah, menyampaikan optimisme dan kesiapan seluruh peserta dalam menjalankan pengabdian.Ia mengungkapkan bahwa pelaksanaan KKN tahun ini dinilai lebih terorganisasi dengan adanya kepanitiaan yang mendukung seluruh rangkaian kegiatan sehingga mahasiswa dapat lebih fokus menyusun dan melaksanakan program kerja di lokasi pengabdian."Kami siap mengabdi kepada masyarakat. Harapan kami, masyarakat Rejang Lebong dapat menerima kehadiran mahasiswa dengan baik. Sebaliknya, kami juga berkomitmen menjaga sikap, menjunjung tinggi sopan santun, serta mampu berbaur dan menjadi bagian dari masyarakat selama menjalankan KKN," ungkap Andreza.Melalui KKN Angkatan VII Tahun 2026, IAIN Curup berharap seluruh mahasiswa, termasuk 80 mahasiswa FUAD, mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki, membangun kolaborasi bersama masyarakat dan pemerintah desa, serta menghadirkan inovasi yang berdampak nyata dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Rejang Lebong.Dengan semangat "Belajar Bersama Masyarakat, Mengabdi dengan Ilmu, dan Berkarya untuk Negeri," KKN Angkatan VII Tahun 2026 diharapkan menjadi ruang lahirnya berbagai solusi, inovasi, dan pengabdian yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus memperkuat peran IAIN Curup sebagai perguruan tinggi yang hadir untuk kemajuan umat dan bangsa.