Indeks Berita
Kumpulan berita, informasi, dan pengumuman terbaru.
Wadek I FUAD Terpilih sebagai Ketua DPD ASKOPIS Babel–Sumsel–Bengkulu
FUAD IAIN Curup,-Dr. Robby Aditya Putra, M.A., Wakil Dekan I Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD), terpilih sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (ASKOPIS) Wilayah Bangka Belitung, Sumatera Selatan, dan Bengkulu (Babel–Sumsel–Bengkulu) periode 2026–2030.Pemilihan tersebut berlangsung pada Selasa, 29 September 2026, di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang. Agenda ini dihadiri oleh perwakilan dan pengelola Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Babel, Sumsel, dan Bengkulu.Terpilihnya Robby Aditya Putra menjadi amanah baru untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi antar-Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam di kawasan tersebut. Kepemimpinan DPD ASKOPIS diharapkan dapat menjadi wadah penguatan jejaring akademik, pengembangan program studi, serta peningkatan mutu pendidikan Komunikasi dan Penyiaran Islam.Sebagai akademisi di bidang Komunikasi dan Penyiaran Islam, Robby memiliki perhatian terhadap perkembangan komunikasi di tengah transformasi digital. Perkembangan teknologi, media sosial, artificial intelligence (AI), dan industri kreatif menjadi bagian penting dalam pengembangan kompetensi lulusan Program Studi KPI.Melalui kepengurusan periode 2026–2030, DPD ASKOPIS Babel–Sumsel–Bengkulu diharapkan dapat memperluas ruang kolaborasi antarperguruan tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah, pengembangan kurikulum, serta peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa.Robby Aditya Putra menyampaikan bahwa amanah tersebut merupakan tanggung jawab bersama untuk membangun sinergi antar-Program Studi KPI di wilayah Babel, Sumsel, dan Bengkulu.“ASKOPIS harus menjadi ruang bersama untuk memperkuat kolaborasi, berbagi pengalaman, dan mengembangkan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam agar semakin adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujarnya.Dengan terbentuknya kepengurusan baru, DPD ASKOPIS Babel–Sumsel–Bengkulu periode 2026–2030 diharapkan semakin aktif menjadi penghubung dan penggerak kolaborasi antar-Program Studi KPI di tingkat regional, sekaligus berkontribusi terhadap penguatan pendidikan tinggi Komunikasi dan Penyiaran Islam di Indonesia.
FUAD IAIN Curup Sambut Kunjungan Edukasi SMA Islam Fathan Mendala dari OKU
FUAD IAIN Curup, — Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Curup menerima kunjungan edukasi dari SMA Islam Fathan Mendala, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumatera Selatan, Selasa (29/9).Kunjungan yang berlangsung di Ruang Rapat FUAD IAIN Curup lantai 1 tersebut menjadi sarana bagi siswa untuk menambah wawasan mengenai dunia perguruan tinggi sekaligus mengenal lebih dekat lingkungan akademik, program studi, serta berbagai peluang pendidikan setelah menyelesaikan jenjang SMA.Kegiatan tersebut diikuti sekitar 30 siswa dan siswi SMA Islam Fathan Mendala bersama para guru. Rombongan disambut oleh Dekan FUAD IAIN Curup, Dr. Fakhruddin, S.Ag., M.Pd., serta para ketua program studi di lingkungan FUAD IAIN Curup.Dalam sambutannya, Dr. Fakhruddin menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada rombongan SMA Islam Fathan Mendala. Ia berharap kunjungan tersebut dapat memberikan pengalaman dan informasi yang bermanfaat bagi para siswa dalam menentukan pilihan pendidikan ke depan.“Kami mengucapkan selamat datang kepada Bapak, Ibu, serta adik-adik siswa dan siswi SMA Islam Fathan Mendala. Kami sangat berterima kasih dan merasa bahagia atas kedatangan rombongan pada kesempatan ini. Kami berharap selama berada di Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, adik-adik dapat merasa nyaman dan mendapatkan berbagai pengalaman serta informasi yang bermanfaat,” Ujarnya.Lebih lanjut, Dr. Fakhruddin memperkenalkan FUAD IAIN Curup sebagai salah satu fakultas yang memiliki peran dalam pengembangan keilmuan Islam. Menurutnya, perkembangan minat generasi muda terhadap sejumlah bidang keilmuan keislaman menjadi tantangan yang perlu dihadapi bersama.“Kami merupakan fakultas yang tertua, tetapi secara jumlah mahasiswa termasuk fakultas yang relatif kecil. Ini menjadi tantangan bagi kita bersama, khususnya para pejuang pendidikan Islam, karena beberapa bidang keilmuan Islam saat ini mengalami penurunan peminat. Karena itu, kami perlu terus memperkenalkan dan memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai pentingnya ilmu-ilmu keislaman,” jelasnya.Dekan menambahkan, kunjungan tersebut juga menjadi momentum bagi para siswa untuk mengenal berbagai program studi yang tersedia di FUAD IAIN Curup. Dalam kegiatan itu, para ketua program studi turut memberikan informasi mengenai bidang keilmuan, lingkungan perkuliahan, serta peluang pendidikan yang dapat dipertimbangkan siswa setelah lulus SMA.“Kami berharap adik-adik dapat memanfaatkan kunjungan ini dengan sebaik-baiknya. Silakan mengenal lebih jauh program studi yang ada di fakultas kami, bertanya sebanyak-banyaknya, dan mengambil pelajaran dari apa yang disampaikan. Mudah-mudahan kunjungan ini dapat membuka wawasan dan menjadi motivasi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” pungkasnya.Sementara itu, Kepala SMA Islam Fathan Mendala, M. Sigit Permadi, M.Pd.,Gr., mengatakan kunjungan ke FUAD IAIN Curup merupakan bagian dari program edukasi sekolah yang bertujuan membuka wawasan siswa, khususnya kelas XII, mengenai dunia perguruan tinggi.Menurutnya, para siswa dalam beberapa bulan ke depan akan menghadapi ujian sehingga perlu mendapatkan gambaran mengenai pilihan pendidikan setelah menyelesaikan jenjang SMA.“Kegiatan ini merupakan kunjungan edukasi bagi siswa-siswi kami, khususnya kelas XII yang dalam beberapa bulan ke depan akan menghadapi ujian. Kami ingin memberikan gambaran kepada mereka tentang bagaimana suasana kampus dan kehidupan sebagai mahasiswa,” ujarnya.Ia menjelaskan, sebagian besar siswa SMA Islam Fathan Mendala merupakan santri yang lebih banyak menjalani aktivitas pendidikan di lingkungan pondok pesantren. Oleh karena itu, kunjungan langsung ke perguruan tinggi dinilai penting untuk memperluas pengalaman dan wawasan siswa.“Karena kami berada di lingkungan pondok pesantren, anak-anak cukup jarang kami ajak keluar untuk berkunjung ke kampus. Melalui kegiatan ini, kami ingin membuka wawasan mereka agar setelah menyelesaikan pendidikan di SMA, mereka tidak berhenti sampai di sini, tetapi memiliki motivasi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” katanya.M. Sigit menuturkan, IAIN Curup menjadi salah satu tujuan kunjungan karena memiliki program studi yang relevan dengan latar belakang pendidikan para siswa, khususnya bidang keagamaan. Selain mengenal program studi, para siswa juga memiliki ketertarikan untuk memperoleh informasi mengenai kehidupan mahasiswa, beasiswa, serta peluang bagi siswa yang memiliki kemampuan dalam menghafal Al-Qur'an.“Anak-anak kami memiliki banyak pertanyaan, terutama mengenai program studi yang ada, peluang beasiswa, serta kesempatan bagi mereka yang memiliki kemampuan menghafal Al-Qur’an. Kami berharap melalui kunjungan ini mereka mendapatkan informasi yang jelas sehingga dapat mempertimbangkan pilihan pendidikan setelah lulus,” jelasnya.Ia menambahkan, pendidikan di SMA Islam Fathan Mendala memadukan kurikulum umum dan kurikulum keagamaan. Selain pembelajaran akademik, siswa juga mendapatkan pembelajaran Al-Qur'an dan bahasa Arab serta mengikuti berbagai kegiatan keagamaan.Melalui kunjungan tersebut, pihak sekolah berharap para siswa dapat memperoleh pengalaman baru sekaligus memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai pilihan pendidikan tinggi.“Kami berharap anak-anak kami bisa mendapatkan pengalaman dan informasi sebanyak mungkin dari kunjungan ini. Terima kasih kepada FUAD IAIN Curup yang telah menerima kami dengan sangat baik. Alhamdulillah, akhirnya kami bisa berkunjung dan mengenal lebih dekat lingkungan kampus,” pungkasnya.
DPL Antar 17 Mahasiswa Program Studi IPII Magang Profesi di Dua Kabupaten
IPII IAIN Curup,- Sebanyak 17 mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan Islam, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD), melaksanakan kegiatan magang profesi di tujuh lokasi yang tersebar di Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Rejang Lebong. Pengantaran mahasiswa ke lokasi magang oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dilaksanakan pada Rabu, (16/9). Kegiatan magang tersebut merupakan bagian dari proses pembelajaran mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh selama mengikuti perkuliahan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pengalaman secara langsung di lapangan, khususnya dalam bidang ilmu perpustakaan dan pengelolaan informasi.Sebanyak 17 mahasiswa ditempatkan di tujuh lokasi magang yang berada di dua kabupaten. Penempatan mahasiswa dilakukan berdasarkan lokasi dan kebutuhan yang telah ditentukan oleh Program Studi Ilmu Perpustakaan Islam. Salah satu DPL menyampaikan harapannya agar mahasiswa dapat memberikan kontribusi positif selama melaksanakan magang profesi di masing-masing lokasi. “Harapannya, semoga mahasiswa dapat memberikan kontribusi di tempat mereka melaksanakan magang profesi, serta mampu menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan,” ujar Marleni.Kegiatan magang dilaksanakan selama dua bulan, terhitung sejak 16 September hingga 16 November 2026. Selama pelaksanaan magang, mahasiswa akan mengikuti berbagai aktivitas di masing-masing lokasi dengan tetap mendapatkan pendampingan dan arahan dari DPL.Selain memberikan pendampingan, DPL juga melakukan monitoring dan evaluasi untuk memastikan mahasiswa dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan baik. Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi sarana bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga membentuk sikap profesional, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan kerja.Melalui pelaksanaan magang di tujuh lokasi yang tersebar di Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Rejang Lebong, Program Studi Ilmu Perpustakaan Islam berharap mahasiswa memperoleh pengalaman kerja yang bermanfaat serta menjadi bekal dalam menghadapi dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan.Penulis: Eka Merdeka
Tiga Peserta Magang FUAD IAIN Curup Mulai Menimba Pengalaman di Explore Curup Adventure
Tiga peserta magang dari Program Studi, Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Curup mulai melaksanakan kegiatan magang di Explore Curup Adventure.Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi para peserta untuk memperoleh pengalaman secara langsung di dunia kerja sekaligus mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan.Salah satu peserta magang yang mengikuti kegiatan tersebut adalah Jastra, Manta Rahma. Ketiga peserta diterima oleh pihak Explore Curup dan mendapatkan arahan terkait kegiatan, tugas, serta ketentuan yang perlu diperhatikan selama menjalani masa magangDirektur Explore Curup Adventure (ECA), Fevo Wahyu Anugrah, menyambut baik kehadiran para peserta magang. Ia memberikan arahan agar para peserta dapat mengikuti seluruh kegiatan dengan disiplin, bertanggung jawab, serta aktif mengambil pengalaman selama berada di lingkungan kerja.Kegiatan magang ini juga diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan di bidang komunikasi dan periklanan, sekaligus meningkatkan keterampilan bekerja sama, beradaptasi, dan berinteraksi dengan berbagai pihak.Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan dapat memperoleh pengalaman praktis yang dapat menjadi bekal dalam menghadapi dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan di IAIN Curup.
MASTA’AWA FUAD IAIN Curup tahun 2026, Dorong Mahasiswa Baru Tumbuh sebagai Insan Intelektual dan Aktif Berorganisasi
FUAD IAIN Curup, — Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Curup menggelar kegiatan MASTA’AWA (Masa Ta’aruf Mahasiswa) di Gedung Kembar Laboratorium FUAD IAIN Curup, Jumat (18/9). Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan FUAD, Wakil Dekan I, para ketua program studi, serta mahasiswa FUAD. Rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan diikuti mahasiswa dengan antusias dan penuh semangat.Kegiatan MASTA’AWA menjadi salah satu momentum awal bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah sekaligus membangun hubungan antarmahasiswa dari berbagai program studi. Dalam sambutannya, Dekan FUAD Dr. Fakhruddin, S.Ag.,M.Pd.I menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi diharapkan menjadi awal dari proses pembentukan karakter dan pengembangan diri mahasiswa selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.Dekan menjelaskan bahwa FUAD merupakan ruang bersama bagi mahasiswa dari berbagai program studi, termasuk Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI), serta Ilmu Perpustakaan dan informasi Islam (IPII). Karena itu, mahasiswa diharapkan tidak hanya membangun relasi di lingkungan program studinya masing-masing, tetapi juga mengenal dan membangun kebersamaan dengan mahasiswa dari program studi lainnya.“Kegiatan tujuan akhirnya adalah kita membina atau kita merangkul kawan-kawan kita. Jadi setelah kalian keluar dari ranah prodi kalian, kalian ada kawan. Itu harapan kami untuk ke depan,” ujarnya.Menurut Dekan, keberadaan forum dan kegiatan bersama di lingkungan fakultas diharapkan dapat memperkuat rasa kekeluargaan mahasiswa. Interaksi lintas program studi menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan akademik yang terbuka dan saling mendukung.Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia yang telah berupaya mempersiapkan kegiatan. Menurutnya, kerja kepanitiaan merupakan bagian dari proses pembelajaran mahasiswa dalam mengelola kegiatan dan menjalankan tanggung jawab. Dekan berharap pelaksanaan kegiatan ke depan dapat terus mengalami peningkatan.MASTA’AWA sebagai Awal Proses Pertumbuhan MahasiswaDalam kesempatan tersebut, Dekan FUAD mengingatkan mahasiswa bahwa memasuki perguruan tinggi merupakan sebuah proses transformasi dari siswa menjadi mahasiswa. Perubahan tersebut tidak hanya berkaitan dengan status pendidikan, tetapi juga menyangkut cara berpikir, sikap, dan perilaku.“Selamat bertumbuh, selamat berproses, dan selamat menjadi bagian keluarga besar mahasiswa Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah.” Katanya.Ia juga mendorong mahasiswa untuk memiliki keberanian dalam menyampaikan pendapat dan mengajukan pertanyaan. Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan bagian dari proses pembelajaran dan pertumbuhan mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi.“Jangan pernah takut kalian untuk berbeda pendapat, jangan takut bertanya, karena itulah salah satu proses kalian tumbuh di fakultas kita ini.”ujar Dr. FakhruddinPesan tersebut menempatkan mahasiswa sebagai bagian aktif dalam proses akademik. Mahasiswa tidak hanya dituntut menerima informasi, tetapi juga diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berpikir, berdiskusi, bertanya, dan menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab.Lebih lanjut, Dekan FUAD menjelaskan bahwa mahasiswa memiliki posisi yang berbeda dengan siswa. Mahasiswa merupakan pemuda yang memperoleh kesempatan untuk mendapatkan pendidikan di perguruan tinggi dan memiliki posisi strategis dalam kehidupan sosial.Karena itu, mahasiswa perlu mengembangkan intelektualitas sebagai bagian dari proses pendidikan. Menurut Dekan, intelektualitas tidak hanya berkaitan dengan banyaknya wawasan yang dimiliki, tetapi juga kemampuan membaca situasi dan memahami perkembangan yang terjadi.“Mahasiswa itu harus berpikir luas atau biasa disebut dengan intelektual. Mahasiswa itu harus intelektual.” Jelasnya.Dr. Fakhruddin menambahkan bahwa kemampuan membaca situasi menjadi salah satu karakter penting seorang intelektual. Mahasiswa diharapkan mampu melihat persoalan secara lebih luas dan mengembangkan cara berpikir yang memungkinkan mereka memahami berbagai perkembangan di lingkungan sosial.Selain pola pikir, Dekan FUAD menekankan pentingnya pola sikap. Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki sikap dewasa, terutama dalam menghadapi berbagai persoalan dan mengambil keputusan penting dalam kehidupannya.“Orang dewasa adalah orang yang bisa mengambil keputusan penting dalam hidupnya,” jelasnya.Dekan juga menjelaskan bahwa keberanian menyampaikan pendapat maupun melakukan protes merupakan bagian dari kehidupan akademik. Namun, hal tersebut perlu dilakukan dengan sikap yang dewasa dan melalui cara yang tepat. Dengan demikian, mahasiswa dapat belajar menyampaikan aspirasi sekaligus memahami proses penyelesaian persoalan secara bertanggung jawab.Aktivitas Organisasi sebagai Ruang Pengembangan DiriSelain kemampuan akademik, mahasiswa juga didorong untuk aktif dalam berbagai kegiatan dan organisasi. Dekan FUAD menilai aktivitas kemahasiswaan dapat menjadi ruang untuk mengembangkan pengalaman, kemampuan sosial, kepemimpinan, serta memberikan manfaat bagi diri sendiri dan masyarakat.Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya menjalani rutinitas perkuliahan, tetapi juga memanfaatkan berbagai kesempatan yang tersedia di dalam maupun di luar kampus.“Nanti akan ada terlibat dengan berbagai organisasi, dan itu bagus! Jangan jadi mahasiswa kupu-kupu tadi.”Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki aktivitas yang produktif agar dapat mengembangkan potensi dan memberikan manfaat bagi lingkungan. Keterlibatan dalam organisasi kampus maupun organisasi di luar kampus menjadi salah satu sarana untuk memperluas pengalaman mahasiswa.Dekan menggambarkan aktivitas mahasiswa sebagai bagian dari proses pengembangan diri. Ia menekankan bahwa mahasiswa perlu bergerak, beraktivitas, dan berkontribusi agar keberadaannya dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat.“Mahasiswa, manusia tanpa aktivitas itu seperti air tergenang dan dia akan membusuk. Maka dia harus banyak aktivitas, dia harus beriak, sehingga dia bermanfaat bagi dirinya dan orang lain dan masyarakat.”Melalui MASTA’AWA, FUAD IAIN Curup mendorong mahasiswa baru untuk menjadikan masa perkuliahan sebagai ruang pertumbuhan intelektual, pembentukan sikap dewasa, pengembangan kemampuan sosial, serta peningkatan partisipasi dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan.Dengan semangat kebersamaan, keberanian berpikir, dan keterlibatan aktif dalam kehidupan kampus, mahasiswa diharapkan mampu berkembang menjadi insan akademik yang memiliki wawasan luas serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
FUAD IAIN Curup Perkuat Rebranding Program Studi dan Strategi Penerimaan Mahasiswa Baru
FUAD IAIN Curup, — Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Curup menggelar kegiatan Rebranding Program Studi di ruang rapat lantai 1 FUAD, Kamis (17/9). Kegiatan tersebut diikuti oleh Dekan FUAD, Wakil Dekan I dan II, seluruh Ketua Program Studi,seluruh ketua konsorsium, serta sekretaris konsorsium di lingkungan FUAD.Kegiatan ini membahas sejumlah langkah strategis dalam pengembangan dan penguatan program studi, khususnya dalam menghadapi penerimaan mahasiswa baru. Pembahasan juga diarahkan pada penguatan promosi serta optimalisasi media sosial sebagai sarana memperkenalkan program studi kepada masyarakat dan calon mahasiswa.Dalam arahannya, Dekan FUAD Dr. Fakhruddin, S.Ag.,M.Pd.I menegaskan bahwa peningkatan kualitas akademik merupakan bagian penting dari prestasi institusi. Ia menilai capaian unggul yang diraih program studi perlu terus diikuti dengan upaya meningkatkan kualitas jurnal dan jumlah mahasiswa.“Dengan dapatnya Akreditasi Unggul IPII, itu satu prestasi yang luar biasa. Bagaimana kita meng-upgrade jurnal menjadi salah satu indikator prestasi kita. Termasuk meng-upgrade jumlah mahasiswa itu adalah prestasi kita,” ujar Dekan FUAD.Dekan FUAD juga menekankan pentingnya evaluasi terhadap perkembangan jumlah mahasiswa. Menurutnya, data penerimaan mahasiswa dalam beberapa tahun terakhir dapat menjadi bahan evaluasi untuk menyusun strategi pengembangan program studi secara lebih tepat.“Ini menjadi sarana evaluasi kita, modal evaluasi kita untuk membaca data-data ini. Sebagai insan ilmiah, kita jangan meraba-raba dalam mencari strategi untuk merekrutmen mahasiswa,” katanya.Lebih lanjut, Dekan mendorong agar strategi penerimaan mahasiswa baru dilakukan dengan pendekatan berbasis data. Salah satunya melalui survei sederhana kepada mahasiswa untuk mengetahui sumber informasi yang memengaruhi keputusan mereka dalam memilih program studi.“Kita perlu melakukan survei kepada mahasiswa untuk mengetahui dari mana mereka mendapatkan informasi tentang IAIN atau program studi yang ada. Jadi kita tidak meraba-raba,” jelasnya.Menurutnya, hasil survei dapat digunakan untuk mengetahui faktor yang membuat calon mahasiswa tertarik maupun belum tertarik terhadap suatu program studi. Data tersebut selanjutnya dapat menjadi bahan kajian dalam menentukan strategi promosi dan memahami pangsa pasar masing-masing program studi.Selain strategi berbasis data, Dekan FUAD juga mendorong peningkatan kualitas konten media sosial. Ia mengapresiasi upaya tim yang selama ini aktif melakukan publikasi, namun berharap konten yang disajikan semakin variatif, kreatif, dan mampu memberikan gambaran nyata mengenai program studi.Salah satu strategi yang disarankan adalah menampilkan profil lulusan melalui konten singkat yang menggambarkan aktivitas dan kontribusi mahasiswa maupun alumni di tengah masyarakat.“Buat cuplikan-cuplikan kecil tentang profil lulusan. Cuplikan tersebut dapat diberi narasi sehingga masyarakat mengetahui salah satu profil dan peran lulusan kita,” ungkapnya.Dr. Fakhruddin menambahkan bahwa kebutuhan dan ketertarikan masyarakat perlu menjadi pertimbangan dalam pengembangan program studi. Informasi mengenai kompetensi, peluang karier, dan kontribusi lulusan perlu disampaikan secara lebih luas agar masyarakat memperoleh gambaran yang jelas mengenai prospek masing-masing program studi.Dekan FUAD juga menyoroti pentingnya kontribusi program studi dan alumni dalam pembangunan masyarakat. Menurutnya, berbagai peluang yang dapat dimanfaatkan lulusan perlu disosialisasikan sehingga keberadaan program studi tidak hanya berorientasi pada pendidikan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.Dalam bidang literasi, FUAD juga terus mendorong penguatan sumber daya manusia melalui pengembangan bidang kepustakawanan dan literasi. Upaya tersebut dinilai sejalan dengan kebutuhan pembangunan sumber daya manusia di daerah.Menutup arahannya, Dekan FUAD menegaskan bahwa seluruh strategi pengembangan program studi perlu dilakukan dengan semangat keilmuan.““Karena kita adalah insan ilmiah, maka setiap strategi dan pengembangan perlu dilakukan berdasarkan kajian, data, survei, dan verifikasi.”,” pungkasnya.