Menu

Indeks Berita

Kumpulan berita, informasi, dan pengumuman terbaru.

PBAK Prodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam: Membangun Generasi Pengelola Informasi yang Unggul dan Berintegritas
Akademik Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam 01 Sep 2026

PBAK Prodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam: Membangun Generasi Pengelola Informasi yang Unggul dan Berintegritas

Curup, 1 September 2026- Program Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah resmi digelar pada tanggal 24 Agustus 2026 di lokal belajar Prodi IPII. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai ajang penyambutan sekaligus pengenalan lingkungan akademik bagi mahasiswa baru Angkatan Tahun 2026 yang dihadiri oleh Ketua Prodi, Staf tenaga kependidikan, serta pengurus HMPS.Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam, Ibu Marleni, M,Hum menyampaikan  selamat datang secara hangat kepada seluruh mahasiswa baru bahwa tidak hanya belajar soal buku dan perpustakaan melainkan mempelajari seni mengelola, menemukan dan menyebarkan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Kegiatan PBAK ini dirancang dengan rangkaian materi yang komprehenshif meliputi pengenalan visi misi serta tujuan prodi, pengenalan etika akademik, tata tertib kampus serta peran organisasi kemahasiswaan dalam pengembangan potensi diri. Perwakilan Staf tenaga kependidikan juga turut memberikan arahan terkait layanan administrasi dan kemahasiswaan serta memastikan mahasiswa baru memahami prosedur akademik yang berlaku agar dapat menjalani perkuliahan dengan lancar.Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh semangat, melalui kegiatan ini diharapkan seluruh mahasiswa baru dapat lebih mengenal identitas, budaya serta nilai - nilai yang dijunjung tinggi oleh program studi sehingga dapat beradaptasi dengan cepat dan siap mengembangkan potensi  diri di lingkungan kampus.Acara ditutup dengan sesi foto bersama sebagai tanda resmi dimulainya perjalanan akademik mahasiswa baru Prodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam. Semoga seluruh mahasiswa baru dapat menempuh studi dengan tekun, berprestasi dan menjadi tenag profesional yang andal di bidang pengelolaan informasi dan perpustakaan  

Menjelang Perkuliahan Semester Ganjil, FUAD IAIN Curup Mantapkan Kesiapan dan Komitmen Akademik
Akademik Fakultas 28 Aug 2026

Menjelang Perkuliahan Semester Ganjil, FUAD IAIN Curup Mantapkan Kesiapan dan Komitmen Akademik

FUAD IAIN Curup — Mengawali perkuliahan Semester Ganjil Tahun Akademik 2026, Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Curup menggelar pertemuan akademik secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dekan, Wakil Dekan I, II, Kassubag. T.U,  seluruh dosen, Tendik dan Koordinator Kelas (Korlas) mahasiswa FUAD IAIN Curup, Jum’at (28/8).Pertemuan tersebut membahas sejumlah hal terkait persiapan dan pelaksanaan perkuliahan, dengan pembahasan utama yakni pentingnya keseimbangan antara hak dan kewajiban dosen. Selain itu, seluruh dosen diingatkan untuk meningkatkan integritas, kedisiplinan, serta kepatuhan terhadap sistem akademik dalam melaksanakan proses pembelajaran.Hal tersebut disampaikan Dekan FUAD IAIN Curup, Dr. Fakhruddin, S.Ag., M.Pd.I., dalam arahannya. Ia menegaskan bahwa hak yang diterima dosen, termasuk gaji dan tunjangan, harus diimbangi dengan pelaksanaan kewajiban secara sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.Menurutnya, dosen sebagai tenaga pendidik tidak hanya dituntut untuk memenuhi kewajiban administratif, tetapi juga harus menjunjung tinggi integritas dan komitmen dalam menjalankan tugas pendidikan.“Negara telah memberikan hak kita secara sempurna, maka mari kita imbangi dengan menjalankan kewajiban kita sebagai tenaga pendidik,” tegasnya.Dekan  mengingatkan bahwa pendidikan dan pembelajaran merupakan sebuah sistem yang harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan akademik yang berlaku.“Pendidikan dan pembelajaran ini adalah sebuah sistem. Karena itu, semua harus kembali pada ketentuan yang ada dalam sistem pendidikan dan pengajaran. Dosen harus memahami pedoman akademik, kalender akademik, RPS, serta kontrak perkuliahan agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.Dalam pelaksanaan perkuliahan, ia juga menekankan pentingnya kedisiplinan dosen dalam memenuhi ketentuan kehadiran dan jumlah pertemuan.“Jangan sampai kewajiban perkuliahan dikurangi karena faktor ketidaktahuan maupun kelalaian. Ketentuan jumlah pertemuan dan kehadiran harus kita penuhi sebagai bagian dari tanggung jawab kita sebagai dosen,” tegasnya.Selain itu, Dr. Fakhruddin meminta dosen membangun komunikasi yang baik dengan mahasiswa, khususnya dalam menyikapi perubahan jadwal maupun teknis perkuliahan.“Kalau ada hal-hal yang belum diatur, silakan dikompromikan dengan mahasiswa. Dosen tidak boleh otoriter dalam menetapkan perubahan jadwal atau perpindahan kelas. Kita berada di pendidikan tinggi yang menganut asas pendidikan orang dewasa, sehingga mahasiswa perlu diajak berkomunikasi dan mengambil keputusan melalui kesepakatan bersama,” jelasnya.Terkait Rencana Pembelajaran Semester (RPS), Dekan menegaskan bahwa dokumen tersebut tidak boleh hanya menjadi kelengkapan administratif, tetapi harus benar-benar diterapkan dalam proses pembelajaran.“RPS jangan sampai hanya menjadi dokumen yang bagus secara administratif, tetapi implementasinya tidak berjalan. Dosen harus memahami CP dan CPL pembelajaran. Strategi dan pendekatan pembelajaran memang dapat dimodifikasi sesuai situasi, tetapi tetap harus mengacu pada skenario dan capaian pembelajaran yang telah ditetapkan,” katanya.Menutup arahannya, Dr. Fakhruddin mengajak seluruh dosen FUAD IAIN Curup untuk kembali meluruskan niat dan memperkuat komitmen sebagai pendidik.“Mari kita perbarui kembali niat dan komitmen kita sebagai seorang pendidik. Tugas kita memiliki konsekuensi, bukan hanya secara duniawi, tetapi juga tanggung jawab di hadapan Allah SWT. Semoga proses perkuliahan Tahun Akademik 2026 berjalan lancar dan kita semua diberikan kesehatan serta kekuatan dalam menjalankan tugas sebagai pendidik,” pungkasnya.

Jelang Semester Baru, Wakil Dekan I FUAD IAIN Curup Koordinasikan Persiapan Perkuliahan Bersama Korlas
Kemahasiswaan Fakultas 27 Aug 2026

Jelang Semester Baru, Wakil Dekan I FUAD IAIN Curup Koordinasikan Persiapan Perkuliahan Bersama Korlas

FUAD IAIN Curup– Menjelang dimulainya perkuliahan semester baru pada Senin, 31 Agustus 2026, Wakil Dekan I Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Curup,  Dr. Robby Aditya Putra, MA, menggelar rapat koordinasi bersama Koordinator Kelas (Korlas). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Gedung Kembar Lantai 2, Kamis (27/8).Rapat koordinasi ini membahas berbagai persiapan menghadapi perkuliahan semester baru, mulai dari kesiapan fasilitas, administrasi akademik, kelancaran proses pembelajaran, hingga pemenuhan persyaratan akademik mahasiswa.Dalam rapat tersebut, Dr. Robby menjelaskan bahwa koordinasi bersama Korlas penting dilakukan untuk memastikan proses perkuliahan berjalan tertib dan lancar.“Korlas diharapkan dapat menjadi penghubung aktif antara mahasiswa, dosen, dan Pihak Fakultas dalam menyampaikan informasi maupun menangani berbagai kendala selama perkuliahan”.KatanyaSalah satu agenda yang dibahas adalah rencana Lomba Kebersihan dan Kreativitas Kelas yang akan dinilai pada Oktober mendatang. Mahasiswa diimbau memanfaatkan bulan September untuk menata ruang kelas agar lebih rapi, bersih, dan nyaman. Fakultas juga menyiapkan hadiah uang tunai bagi kelas yang berhasil meraih prestasi dalam lomba tersebut.Sementara itu, teknis pendanaan dan persiapan lomba diserahkan melalui kesepakatan masing-masing kelas. Pembagian tanggung jawab kebersihan juga ditetapkan berdasarkan angkatan. Mahasiswa Semester 5 bertanggung jawab terhadap area kelas di lantai atas, sedangkan Semester 3 bertanggung jawab terhadap area kelas di lantai bawah. Adapun mahasiswa Semester 1 akan menggunakan fasilitas Gedung Kuliah Terpadu yang telah dilengkapi pendingin udara atau AC.Dalam rapat tersebut, peran Korlas juga menjadi perhatian khusus. Korlas bertugas memastikan papan informasi kelas tersedia, mencatat kontrak perkuliahan, serta memverifikasi Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang memuat 16 kali pertemuan.Selain itu, Wadek I mengatakan "Korlas diwajibkan melaporkan keaktifan dan kehadiran dosen secara berkala setiap enam kali pertemuan. Apabila terdapat kerusakan fasilitas kelas, mahasiswa diminta segera melaporkannya kepada pimpinan fakultas agar dapat ditindaklanjuti"katanya.Untuk sistem evaluasi akademik, penilaian mahasiswa mengacu pada Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) yang terbagi dalam empat tahap asesmen. Dr. Robby juga menegaskan akan menindaklanjuti berbagai kendala dalam proses perkuliahan, termasuk minimnya tatap muka dosen maupun persoalan dalam penginputan nilai.Dalam hal teknis perkuliahan, Korlas diminta berkomunikasi langsung dengan dosen pengampu. Perubahan jadwal maupun lokasi perkuliahan dapat dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama. Perkuliahan di luar kelas juga diperbolehkan, termasuk di tempat seperti kafe, dengan ketentuan kegiatan perkuliahan berakhir maksimal pukul 18.00 WIB.Seluruh lembar kontrak belajar yang telah ditandatangani juga diwajibkan untuk diunggah ke Google Drive fakultas sebagai bagian dari kelengkapan administrasi perkuliahan.Selain kesiapan perkuliahan, Wadek I FUAD  mengingatkan mahasiswa, khususnya Semester 5, untuk mulai memenuhi Syarat Kecakapan Khusus (SKK) Kokurikuler minimal 40 poin sebagai salah satu syarat pendaftaran seminar proposal pada Semester 6.“Poin SKK dapat diperoleh melalui berbagai kegiatan, di antaranya mengikuti satu seminar internasional dan dua seminar nasional, aktif dalam organisasi yang dibuktikan dengan Surat Keputusan (SK), serta memperoleh prestasi akademik maupun nonakademik” Tutupnya.Melalui rapat koordinasi tersebut, Korlas diharapkan mampu menjalankan perannya sebagai penghubung yang aktif antara mahasiswa, dosen, dan Dr. Robby. Mahasiswa juga diimbau untuk mulai melengkapi berbagai persyaratan akademik sejak dini agar tidak mengalami kendala ketika memasuki tahap seminar proposal maupun proses akademik berikutnya. 

Mahasiswa KPI FUAD IAIN Curup Ikuti International Summer School 2026 Bahas Komunikasi Perdamaian
Kemahasiswaan Fakultas 06 Aug 2026

Mahasiswa KPI FUAD IAIN Curup Ikuti International Summer School 2026 Bahas Komunikasi Perdamaian

FUAD IAIN Curup – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Curup. Mufti Ar-Royan, mahasiswa semester V Prodi KPI, berhasil mengikuti International Summer School 2026: Summer Program on Civilizational Communication for Peace (SCOPE) yang diselenggarakan oleh Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.Kegiatan bertaraf internasional tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan berlangsung pada 6–15 Agustus 2026. Program ini menghadirkan peserta dari berbagai perguruan tinggi dengan fokus pembahasan mengenai komunikasi lintas peradaban, komunikasi untuk perdamaian (peace communication), serta berbagai isu komunikasi dalam perspektif internasional. Selain mengikuti sesi pembelajaran, para peserta juga dijadwalkan mengikuti seminar sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.Ketua Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IAIN Curup, Meysarah, B.A., M.Sos., dalam wawancara  menyampaikan apresiasi atas capaian yang berhasil diraih oleh mahasiswa dan alumni Prodi KPI. Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa lulusan dan mahasiswa KPI mampu bersaing di berbagai bidang, baik di tingkat nasional maupun internasional."Alhamdulillah, kami sangat mengapresiasi capaian yang diraih oleh dua insan terbaik KPI. Dita Noviana, S.Sos. berhasil diterima sebagai Pengelola Humas di Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti melalui Program Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Tahun 2026, sementara Mufti Ar-Royan berhasil terpilih mengikuti International Summer School 2026 yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa dan alumni KPI memiliki daya saing yang baik. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus mengembangkan kompetensi, berprestasi, dan mengharumkan nama Program Studi KPI IAIN Curup," ujarnya.Sementara itu, Mufti Ar-Royan mengaku bersyukur atas kesempatan mengikuti kegiatan akademik berskala internasional tersebut. Ia menilai program ini menjadi pengalaman berharga karena memberikan ruang untuk memperluas wawasan sekaligus berdiskusi dengan peserta dari berbagai latar belakang budaya dan negara."Harapan saya untuk mahasiswa lain, semoga bisa ikut juga agar kita bisa sama-sama belajar dan berdiskusi, karena banyak sekali ilmu yang diperoleh dari kegiatan ini," ujar Royan, Kamis (6/8).Royan juga berharap semakin banyak mahasiswa, khususnya dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), yang berani mengambil peluang mengikuti kegiatan akademik bertaraf internasional."Khususnya mahasiswa KPI, karena dalam kegiatan ini banyak membahas ilmu komunikasi dalam perspektif internasional. Tentu ini menjadi pengalaman yang sangat bermanfaat untuk menambah wawasan dan kompetensi," tambahnya.Keikutsertaan Mufti Ar-Royan dalam International Summer School 2026 menjadi bukti komitmen mahasiswa KPI FUAD IAIN Curup dalam mengembangkan kompetensi akademik di tingkat global. Diharapkan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti program tersebut dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperluas jejaring internasional, serta mengharumkan nama FUAD IAIN Curup melalui berbagai kegiatan akademik di tingkat nasional maupun internasional. 

Dekan FUAD IAIN Curup Persiapkan Tahun Akademik Baru Melalui Rapat Koordinasi
Akademik Fakultas 05 Aug 2026

Dekan FUAD IAIN Curup Persiapkan Tahun Akademik Baru Melalui Rapat Koordinasi

FUAD IAIN Curup –Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Curup menggelar rapat koordinasi yang berlangsung di Ruang Rapat Dekan FUAD IAIN Curup pada Rabu (5/8). Rapat dipimpin langsung oleh Dekan FUAD dan dihadiri oleh Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU), Kepala Laboratorium, serta seluruh Ketua Program Studi (Kaprodi) di lingkungan FUAD. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya memperkuat koordinasi antarunit, mengevaluasi program yang telah berjalan, sekaligus menyusun langkah strategis dalam menghadapi Tahun Akademik 2026/2027.Salah satu agenda utama yang menjadi perhatian dalam rapat adalah evaluasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027. Dekan FUAD Dr. Fakhruddin, S.Ag.,M.Pd.I menekankan pentingnya penguatan strategi promosi melalui pendekatan yang lebih intensif kepada calon mahasiswa. Seluruh program studi diminta untuk melakukan komunikasi secara langsung, termasuk menghubungi calon mahasiswa yang belum melakukan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT), guna meningkatkan angka registrasi mahasiswa baru. Selain itu, sosialisasi ke daerah akan dipetakan berdasarkan wilayah dan potensi sekolah sehingga promosi dapat dilakukan secara lebih efektif, terarah, dan tepat sasaran. Dekan juga mengingatkan agar setiap strategi yang dijalankan didasarkan pada data dan kondisi riil di lapangan.Rapat juga membahas sejumlah isu strategis lainnya, seperti optimalisasi program beasiswa, khususnya bagi mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP), sebagai salah satu upaya mendukung keberhasilan Penerimaan Mahasiswa Baru. Di samping itu, organisasi paguyuban, alumni, dan organisasi kemahasiswaan didorong untuk berperan aktif sebagai mitra strategis dalam memperluas promosi fakultas sekaligus memperkuat jejaring kemitraan di masyarakat.Pada bidang akademik, Dekan fakultas melakukan evaluasi terhadap kinerja dosen sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu akademik, pelayanan pendidikan, dan kualitas pembelajaran. Rapat juga membahas penyesuaian kurikulum agar selaras dengan kebutuhan kompetensi lulusan, persiapan program magang, kesiapan pelaksanaan perkuliahan semester baru yang meliputi penyusunan jadwal, Rencana Pembelajaran Semester (RPS), kontrak belajar, serta sinkronisasi kegiatan akademik dengan laboratorium.Sebagai hasil rapat, Dekan fakultas menetapkan sejumlah langkah strategis yang akan segera dilaksanakan, di antaranya memperkuat promosi melalui media digital, sekolah, instansi, dan kegiatan Car Free Day, meningkatkan koordinasi antara fakultas, program studi, dan organisasi mahasiswa, menyusun pedoman akademik yang seragam, serta memperkuat sistem monitoring dan evaluasi terhadap kedisiplinan dosen dan mahasiswa.Selain itu, setiap program studi juga diminta untuk mengoptimalkan media sosial sebagai sarana promosi, melaksanakan berbagai program peningkatan mutu akademik, menyusun pedoman skripsi, ujian komprehensif, dan magang, serta memperkuat sistem pengendalian mutu akademik di lingkungan FUAD IAIN Curup.Rangkaian rapat kemudian dilanjutkan dengan penyampaian laporan dari masing-masing Ketua Program Studi mengenai perkembangan Penerimaan Mahasiswa Baru, termasuk jumlah mahasiswa yang telah melakukan registrasi pada setiap program studi. Laporan tersebut menjadi bahan evaluasi bersama dalam menentukan strategi lanjutan untuk mengoptimalkan capaian PMB hingga berakhirnya masa pendaftaran.Melalui rapat koordinasi ini, Dekan FUAD IAIN Curup berharap seluruh unit kerja dapat terus memperkuat sinergi dalam meningkatkan kualitas layanan akademik, memperkuat tata kelola fakultas, serta mengoptimalkan berbagai program strategis yang mendukung terwujudnya FUAD IAIN Curup sebagai fakultas yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.

Sidang Skripsi Mahasiswa BPI, Siap Cetak Sarjana Yang berkompeten di bidang penyuluhan
Kemahasiswaan Fakultas 04 Aug 2026

Sidang Skripsi Mahasiswa BPI, Siap Cetak Sarjana Yang berkompeten di bidang penyuluhan

FUAD IAIN Curup – Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI), Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Curup menggelar sidang skripsi bagi mahasiswa tingkat akhir yang berlangsung di Aula Lantai 1 FUAD pada tanggal 3–4 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 11 mahasiswa sebagai salah satu tahapan akhir dalam menyelesaikan studi sarjana.Adapun mahasiswa yang mengikuti sidang skripsi tersebut yaitu Puji Rahayu, Muhammad Apri Jang Jayo, Eka Marsela, Ramta Irwan, Reta Balkis, Fitria Amelia Pratama, Sri Supriani, Aman Sunarto, M. Fikri Afalaq, Putri Ratuhu, dan Rindra Purnama.Selama pelaksanaan sidang, para dosen pembimbing dan penguji memberikan arahan, masukan, serta penilaian terhadap hasil penelitian yang dipresentasikan oleh masing-masing mahasiswa. Proses ini bertujuan untuk mengukur kemampuan akademik mahasiswa dalam mempertahankan hasil penelitian sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis dan ilmiah.Salah satu dosen penguji, Dr. Addahri Hafidz Awlawi, M.Pd.Kons, mengungkapkan bahwa kesalahan yang paling sering dilakukan mahasiswa saat menghadapi ujian skripsi adalah tidak konsisten dengan metode penelitian yang telah mereka susun."Kesalahan yang paling banyak itu mahasiswa terburu-buru dan tidak mengikuti metode yang mereka tulis sendiri. Padahal di Bab III sudah dijelaskan metode penelitian, langkah-langkah, dan prosedurnya. Ketika itu tidak diikuti, hasil penelitiannya menjadi tidak sesuai dengan rancangan yang telah dibuat," jelasnya.Beliau juga memberikan sejumlah pesan kepada mahasiswa yang akan menghadapi sidang skripsi. Menurutnya, mahasiswa harus memperbanyak membaca dan tidak bergantung sepenuhnya pada teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI)."Perbanyak membaca dan jangan tergantung dengan AI. AI hanyalah alat bantu. Untuk membangun daya pikir kritis, mahasiswa harus memiliki literasi yang baik. Dengan banyak membaca, mahasiswa akan lebih mudah menuangkan gagasan dalam tulisan sekaligus mampu menjawab pertanyaan dari para penguji secara ilmiah," ujarnya.Selain meningkatkan literasi, Dr. Addahri juga menekankan pentingnya penguasaan metode penelitian yang digunakan."Mahasiswa harus benar-benar memahami metode penelitian yang dipilih, baik kualitatif maupun kuantitatif. Pahami jenis-jenisnya, teknik analisis data, hingga alasan memilih metode tersebut. Dengan begitu, mahasiswa tidak akan mengalami kesulitan ketika mempertanggungjawabkan penelitiannya di hadapan penguji," tambahnya.Di akhir wawancara, Dr. Addahri berharap hasil penelitian mahasiswa tidak hanya menjadi syarat kelulusan, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat, khususnya dalam bidang bimbingan dan penyuluhan Islam."Harapan saya, penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam serta menjadi referensi yang bermanfaat bagi masyarakat. Keilmuan konseling yang dipelajari mahasiswa hendaknya dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas," pungkasnya.Melalui pelaksanaan sidang skripsi ini, Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam FUAD IAIN Curup terus berkomitmen mencetak lulusan yang memiliki kompetensi akademik, kemampuan berpikir kritis, serta mampu menghasilkan penelitian yang berkualitas dan bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan maupun masyarakat.