Menu

Indeks Berita

Kumpulan berita, informasi, dan pengumuman terbaru.

Mahasiswa BPI FUAD IAIN Curup Ikuti Sidang Skripsi, Penguji Tekankan Pentingnya Literasi dan Penguasaan Metode Penelitian
Kemahasiswaan Fakultas 04 Aug 2026

Mahasiswa BPI FUAD IAIN Curup Ikuti Sidang Skripsi, Penguji Tekankan Pentingnya Literasi dan Penguasaan Metode Penelitian

FUAD IAIN Curup – Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI), Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Curup menggelar sidang skripsi bagi mahasiswa tingkat akhir yang berlangsung di Aula Lantai 1 FUAD pada tanggal 3–4 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 11 mahasiswa sebagai salah satu tahapan akhir dalam menyelesaikan studi sarjana.Adapun mahasiswa yang mengikuti sidang skripsi tersebut yaitu Puji Rahayu, Muhammad Apri Jang Jayo, Eka Marsela, Ramta Irwan, Reta Balkis, Fitria Amelia Pratama, Sri Supriani, Aman Sunarto, M. Fikri Afalaq, Putri Ratuhu, dan Rindra Purnama.Selama pelaksanaan sidang, para dosen pembimbing dan penguji memberikan arahan, masukan, serta penilaian terhadap hasil penelitian yang dipresentasikan oleh masing-masing mahasiswa. Proses ini bertujuan untuk mengukur kemampuan akademik mahasiswa dalam mempertahankan hasil penelitian sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis dan ilmiah.Salah satu dosen penguji, Dr. Addahri Hafidz Awlawi, M.Pd.Kons, mengungkapkan bahwa kesalahan yang paling sering dilakukan mahasiswa saat menghadapi ujian skripsi adalah tidak konsisten dengan metode penelitian yang telah mereka susun."Kesalahan yang paling banyak itu mahasiswa terburu-buru dan tidak mengikuti metode yang mereka tulis sendiri. Padahal di Bab III sudah dijelaskan metode penelitian, langkah-langkah, dan prosedurnya. Ketika itu tidak diikuti, hasil penelitiannya menjadi tidak sesuai dengan rancangan yang telah dibuat," jelasnya.Beliau juga memberikan sejumlah pesan kepada mahasiswa yang akan menghadapi sidang skripsi. Menurutnya, mahasiswa harus memperbanyak membaca dan tidak bergantung sepenuhnya pada teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI)."Perbanyak membaca dan jangan tergantung dengan AI. AI hanyalah alat bantu. Untuk membangun daya pikir kritis, mahasiswa harus memiliki literasi yang baik. Dengan banyak membaca, mahasiswa akan lebih mudah menuangkan gagasan dalam tulisan sekaligus mampu menjawab pertanyaan dari para penguji secara ilmiah," ujarnya.Selain meningkatkan literasi, Dr. Addahri juga menekankan pentingnya penguasaan metode penelitian yang digunakan."Mahasiswa harus benar-benar memahami metode penelitian yang dipilih, baik kualitatif maupun kuantitatif. Pahami jenis-jenisnya, teknik analisis data, hingga alasan memilih metode tersebut. Dengan begitu, mahasiswa tidak akan mengalami kesulitan ketika mempertanggungjawabkan penelitiannya di hadapan penguji," tambahnya.Di akhir wawancara, Dr. Addahri berharap hasil penelitian mahasiswa tidak hanya menjadi syarat kelulusan, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat, khususnya dalam bidang bimbingan dan penyuluhan Islam."Harapan saya, penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam serta menjadi referensi yang bermanfaat bagi masyarakat. Keilmuan konseling yang dipelajari mahasiswa hendaknya dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas," pungkasnya.Melalui pelaksanaan sidang skripsi ini, Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam FUAD IAIN Curup terus berkomitmen mencetak lulusan yang memiliki kompetensi akademik, kemampuan berpikir kritis, serta mampu menghasilkan penelitian yang berkualitas dan bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan maupun masyarakat.

Sidang Skripsi Mahasiswa IPII IAIN Curup Jadi Momentum Mengukur Kompetensi Akademik dan Kemampuan Presentasi
Kemahasiswaan Fakultas 31 Jul 2026

Sidang Skripsi Mahasiswa IPII IAIN Curup Jadi Momentum Mengukur Kompetensi Akademik dan Kemampuan Presentasi

FUAD IAIN Curup,– Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Curup melaksanakan sidang skripsi mahasiswa yang berlangsung selama dua hari, Dimulai pada 27 S.d 28 Juli 2026, bertempat di Aula Lantai 1 Gedung FUAD IAIN Curup.Pelaksanaan sidang skripsi diikuti oleh mahasiswa tingkat akhir sebagai tahapan akademik terakhir sebelum menyelesaikan studi dan memperoleh gelar sarjana. Kegiatan ini turut dihadiri oleh para dosen pembimbing dan dosen penguji yang bertugas memberikan arahan, masukan, serta penilaian terhadap hasil penelitian yang dipresentasikan oleh masing-masing mahasiswa.Dalam sidang tersebut, mahasiswa memaparkan hasil penelitian yang telah disusun selama proses penyusunan skripsi. Selain mempresentasikan temuan penelitian, para peserta juga dituntut mampu menjawab berbagai pertanyaan dan mempertahankan argumentasi ilmiah di hadapan tim penguji.Dalam wawancara terppisah,  dengan salah satu dosen penguji, Marleni, S.Pd.I., M.Hum., mengenai tujuan pelaksanaan sidang skripsi, pentingnya kemampuan presentasi, serta peran dosen dalam menentukan kelulusan mahasiswa.Menurut Marleni, sidang skripsi merupakan tahapan akademik terakhir yang harus ditempuh mahasiswa sekaligus menjadi bagian dari penilaian yang akan memengaruhi Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Melalui ujian tersebut, program studi berupaya memvalidasi pemahaman mahasiswa terhadap ilmu yang telah dipelajari selama perkuliahan sekaligus menilai kemampuan mereka dalam menyusun karya ilmiah yang berkualitas."Sidang skripsi bukan hanya untuk menguji hasil penelitian mahasiswa, tetapi juga melatih kemampuan berpikir kritis, menyampaikan pendapat, serta mempertahankan argumentasi ilmiah. Ini merupakan bentuk tanggung jawab atas proses belajar yang telah mereka jalani selama menjadi mahasiswa," ujarnya, Jum'at(31/7).Ia juga menambahkan bahwa sidang skripsi menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan pengalaman penelitian di lapangan sehingga menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat.Marleni menegaskan bahwa kemampuan presentasi memiliki peran yang sangat penting dalam pelaksanaan sidang skripsi. Menurutnya, keterampilan berkomunikasi merupakan bekal yang dibutuhkan tidak hanya selama perkuliahan, tetapi juga ketika mahasiswa terjun ke tengah masyarakat."Presentasi adalah kemampuan mengkomunikasikan ide, gagasan, dan hasil penelitian kepada orang lain agar dapat dipahami dengan baik. Karena itu, mahasiswa perlu mampu menyampaikan hasil penelitiannya secara jelas, sistematis, dan meyakinkan," jelasnya.Terkait peran dosen dalam menentukan kelulusan mahasiswa, Marleni menjelaskan bahwa dosen bukanlah faktor utama yang menentukan keberhasilan mahasiswa menyelesaikan studi. Dosen berperan sebagai pembimbing, motivator, dan pemberi arahan agar mahasiswa memiliki semangat serta komitmen untuk menyelesaikan pendidikan tepat waktu."Keberhasilan lulus tepat waktu sesungguhnya ditentukan oleh mahasiswa itu sendiri. Dosen hanya memberikan motivasi, bimbingan, dan pendampingan. Yang paling penting adalah mahasiswa memiliki niat yang kuat, bertanggung jawab terhadap pilihannya, serta konsisten menyelesaikan seluruh proses akademik hingga sidang skripsi," tuturnya.Melalui pelaksanaan sidang skripsi ini, Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam berharap seluruh mahasiswa mampu menyelesaikan studi dengan baik, menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, serta memiliki kompetensi akademik, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan komunikasi yang menjadi bekal ketika memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

International Visiting Lecture FUAD IAIN Curup Hadirkan Akademisi USIM Malaysia Bahas Dakwah dan Pengembangan Manusia
Akademik Fakultas 29 Jul 2026

International Visiting Lecture FUAD IAIN Curup Hadirkan Akademisi USIM Malaysia Bahas Dakwah dan Pengembangan Manusia

FUAD IAIN Curup, – Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Curup menggelar International Visiting Lecture secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu (29/7/2026). Kegiatan ini menghadirkan narasumber internasional, Prof. Madya Dr. Ahmed Abdul Malik dari Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), dengan mengangkat tema "Contemporary Perspectives on Islamic Communication, Qur'anic Studies, and Islamic Counseling: Integrating Revelation, Interpretation, and Human Development."Dalam sambutannya, Dekan FUAD IAIN Curup, Dr. Fakhruddin, M.Pd.I, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya fakultas dalam memperluas wawasan akademik sekaligus memperkuat kerja sama internasional. Menurutnya, forum ilmiah ini menjadi kesempatan berharga bagi sivitas akademika untuk memperoleh perspektif global mengenai pengembangan ilmu keislaman."Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dosen dan tenaga kependidikan (tendik) di lingkungan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah IAIN Curup. Kami berharap materi yang disampaikan dapat menambah wawasan serta meningkatkan kualitas akademik dan pengembangan keilmuan di FUAD," ujar Dr. Fakhruddin, Rabu (29/7).Dalam pemaparannya, Prof. Madya Dr. Ahmed Abdul Malik menjelaskan bahwa dakwah kontemporer tidak hanya berfokus pada penyampaian ajaran Islam, tetapi juga berperan dalam pembangunan manusia secara menyeluruh, meliputi aspek spiritual, sosial, pendidikan, ekonomi, dan moral. Dakwah modern juga menekankan pentingnya keteladanan (Da'wah bi al-Hal), pemberdayaan masyarakat, serta pemanfaatan teknologi digital sebagai media penyebaran nilai-nilai Islam.Narasumber juga menyoroti pentingnya pengembangan sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas pendidikan, kepemimpinan, kesehatan mental, dan kemandirian ekonomi. Selain itu, dakwah memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pengentasan kemiskinan, peningkatan mutu pendidikan, keadilan sosial, pelestarian lingkungan, dan terciptanya perdamaian.Lebih lanjut, Prof. Ahmed Abdul Malik menjelaskan bahwa transformasi digital telah membuka peluang baru dalam dakwah melalui media sosial, webinar, podcast, aplikasi digital, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dengan tetap mengedepankan etika, kredibilitas, dan keakuratan informasi. Ia juga menekankan pentingnya pemberdayaan generasi muda, dialog lintas agama dan budaya, serta kepemimpinan yang berintegritas sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang harmonis dan berkeadilan.Pada akhir pemaparannya, ia mengingatkan bahwa dakwah masa kini menghadapi berbagai tantangan, seperti maraknya misinformasi di ruang digital, ekstremisme, islamofobia, krisis identitas, serta kesenjangan sosial-ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan dakwah yang ilmiah, kolaboratif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.Melalui kegiatan ini, FUAD IAIN Curup kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi dengan menghadirkan akademisi dari perguruan tinggi luar negeri. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat jejaring kerja sama internasional, meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi, serta memperkaya wawasan sivitas akademika dalam menghadapi tantangan keilmuan di era global. 

Prodi BPI FUAD IAIN Curup Sosialisasikan Program Kuliah di Kantor Kementerian Agama Rejang Lebong
Akademik Fakultas 28 Jul 2026

Prodi BPI FUAD IAIN Curup Sosialisasikan Program Kuliah di Kantor Kementerian Agama Rejang Lebong

FUAD IAIN Curup – Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Curup melaksanakan kegiatan sosialisasi program studi di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong, Selasa (28/7). Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan berbagai pilihan program perkuliahan serta prospek karier lulusan BPI kepada para pegawai di lingkungan Kementerian Agama.Kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri langsung oleh Dekan FUAD IAIN Curup, Dr. Fakhruddin, M.Pd.I., Wakil Dekan I, Dr. Robby Aditya Putra, M.A serta Ketua Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI)  . Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong bersama seluruh jajaran pegawai di lingkungan Kemenag Rejang Lebong. Kegiatan berlangsung di Ruang Pertemuan Kantor Kemenag RL.Dalam kesempatan tersebut, kaprodi BPI Dr. Addahri Hafidz Awlawi, S.Pd.,M.Pd.,Kons memperkenalkan dua jalur perkuliahan, yaitu Program Reguler Biasa dan Program Reguler Khusus. Program Reguler Khusus dirancang bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu, khususnya para pegawai atau pekerja, sehingga tetap dapat melanjutkan pendidikan tinggi melalui sistem perkuliahan yang lebih fleksibel tanpa mengganggu aktivitas pekerjaan.Ketua Program Studi BPI bersama tim sosialisasi menjelaskan bahwa Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam memiliki cakupan keilmuan yang luas dengan prospek karier yang menjanjikan. Lulusan BPI memiliki peluang berkarier sebagai penyuluh agama, konselor, pendamping masyarakat, tenaga sosial, pembimbing di lembaga pendidikan, hingga berbagai profesi yang bergerak di bidang pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.Selain menawarkan sistem perkuliahan yang fleksibel, Prodi BPI juga didukung oleh dosen-dosen yang kompeten dan berpengalaman di bidang akademik maupun praktik profesional. Keunggulan tersebut diharapkan mampu mencetak lulusan yang berkualitas dan siap bersaing di dunia kerja."Kami mengajak masyarakat, khususnya para pegawai dan calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi dengan prospek karier yang luas, untuk bergabung bersama Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam IAIN Curup," ujar tim sosialisasi.Adapun Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, Prodi BPI FUAD IAIN Curup juga memperkenalkan layanan konseling gratis bagi masyarakat Kabupaten Rejang Lebong. Layanan ini diharapkan dapat menjadi wadah konsultasi bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan dalam menghadapi berbagai persoalan pribadi, keluarga, pendidikan, maupun sosial.Melalui kegiatan sosialisasi ini, Prodi BPI berharap semakin banyak masyarakat yang mengenal keunggulan program studi, memanfaatkan sistem perkuliahan yang fleksibel, serta memperoleh manfaat dari layanan konseling yang disediakan sebagai bagian dari kontribusi nyata perguruan tinggi kepada masyarakat.  

Tingkatkan Publikasi Ilmiah Bereputasi, FUAD IAIN Curup Gelar Pelatihan dan Pendampingan Penulisan Artikel Jurnal Scopus
Akademik Fakultas 26 Jul 2026

Tingkatkan Publikasi Ilmiah Bereputasi, FUAD IAIN Curup Gelar Pelatihan dan Pendampingan Penulisan Artikel Jurnal Scopus

FUAD IAIN Curup – Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup menggelar Pelatihan dan Pendampingan Penulisan Artikel Jurnal Bereputasi Scopus selama dua hari, pada 25–26 Juli 2026, di Gedung FUAD Lantai 1. Kegiatan ini merupakan upaya fakultas untuk meningkatkan kemampuan dosen dalam menulis artikel ilmiah yang berkualitas dan siap dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus.Pelatihan ini diikuti oleh Dekan FUAD, Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa di lingkungan FUAD IAIN CurupPada hari pertama, materi disampaikan oleh Narasumber Dr. Tabrani ZA., S.Pd.I., M.S.I., M.A., C.Ed., CIICS. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa langkah pertama dalam menulis artikel ilmiah adalah menentukan jurnal tujuan. Dengan demikian, penulis dapat menyesuaikan artikel dengan template, ruang lingkup, dan standar yang ditetapkan oleh jurnal tersebut.Ia juga menjelaskan bahwa banyak artikel ilmiah ditolak bukan karena data penelitiannya kurang baik, tetapi karena belum memiliki research gap, positioning, dan pembahasan (discussion) yang kuat. Menurutnya, artikel yang berkualitas harus memiliki unsur kebaruan (novelty), tujuan penelitian yang jelas, metode yang tepat, serta pembahasan yang mampu memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.Selain mendapatkan materi, peserta juga mengikuti sesi pendampingan dan review artikel yang telah di susun. Kegiatan ini bertujuan membantu peserta mengetahui kekurangan artikel sehingga dapat diperbaiki sebelum dikirim ke jurnal bereputasi Scopus.Pada hari kedua, pelatihan dilanjutkan oleh Narasumber Dr. Ferli Septi Irwansyah, M.Si. yang memberikan pendampingan teknis mengenai proses penyusunan artikel hingga tahapan publikasi di jurnal internasional terindeks Scopus. Peserta dibimbing mulai dari menentukan topik penelitian, memilih jurnal yang sesuai, menyusun artikel berdasarkan standar internasional, hingga memahami proses submission dan review.Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah IAIN Curup, Dr. Fakhruddin, M.Pd.I., mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen fakultas dalam meningkatkan kualitas publikasi ilmiah dosen sekaligus memperkuat budaya akademik di lingkungan FUAD."Saya berharap seluruh dosen mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan kesempatan yang sangat berharga ini sebaik-baiknya. Mari kita jadikan ikhtiar bersama ini sebagai langkah untuk meningkatkan kualitas publikasi ilmiah di lingkungan FUAD. Semoga usaha yang kita lakukan menjadi keberkahan serta mampu melahirkan karya-karya ilmiah yang memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan institusi," ujar Dekan.Pada penutupan kegiatan, Dr. Fakhruddin kembali menegaskan bahwa pelatihan ini bukan hanya memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga membangun semangat dan komitmen dosen dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas."Pelatihan dan pendampingan ini telah membuka wawasan kita tentang proses publikasi ilmiah, mulai dari memilih jurnal yang tepat hingga meningkatkan kualitas artikel. Sering kali kita merasa artikel yang kita tulis sudah baik, tetapi setelah melalui proses review ternyata masih banyak yang perlu diperbaiki. Karena itu, saya mengajak seluruh dosen untuk membiasakan meminta masukan dari rekan sejawat, baik di lingkungan internal maupun eksternal, agar kualitas artikel semakin baik sebelum dipublikasikan. Materi yang diberikan selama dua hari ini diharapkan menjadi bekal bagi kita semua dalam menghasilkan artikel ilmiah yang bereputasi. Keberhasilan publikasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh disiplin dan komitmen dalam menulis. Kegiatan ini bukanlah akhir dari proses penulisan artikel, melainkan awal untuk terus meningkatkan budaya publikasi ilmiah di lingkungan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah IAIN Curup," jelasnya,Minggu (26/7).Melalui kegiatan ini, FUAD IAIN Curup menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang penelitian dan publikasi ilmiah. Fakultas berharap pelatihan ini dapat meningkatkan jumlah artikel dosen yang terbit di jurnal internasional bereputasi Scopus, sekaligus memperkuat reputasi akademik FUAD IAIN Curup di tingkat nasional maupun internasional. Dengan semakin banyaknya publikasi ilmiah berkualitas, diharapkan fakultas dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan akreditasi, serta daya saing institusi di tingkat global.

Sidang Skripsi KPI FUAD IAIN Curup: 21 Mahasiswa Jalani Ujian Akhir Menuju Gelar Sarjana
Kemahasiswaan Fakultas 23 Jul 2026

Sidang Skripsi KPI FUAD IAIN Curup: 21 Mahasiswa Jalani Ujian Akhir Menuju Gelar Sarjana

FUAD IAIN Curup – Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Curup sukses menyelenggarakan sidang skripsi selama tiga hari berturut-turut, mulai 21 hingga 23 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 1 Gedung FUAD IAIN Curup ini menjadi tahapan akademik terakhir bagi mahasiswa sebelum menyandang gelar Sarjana Sosial (S.Sos.).Selama pelaksanaan sidang, para mahasiswa mempresentasikan hasil penelitian skripsi mereka di hadapan dosen pembimbing dan dosen penguji. Selain memaparkan hasil penelitian, mahasiswa juga menjawab berbagai pertanyaan, menerima masukan, serta memperoleh evaluasi sebagai penyempurnaan karya ilmiah yang telah disusun.Pada hari pertama, sidang skripsi diikuti oleh enam mahasiswa Program Studi KPI, di antaranya Lidia Kandau, Mila Asmelly, Fra Fela Heminnda, Hasbi Ashshidlal Raisul I, serta dua mahasiswa lainnya.Dalam kesempatan tersebut, dosen penguji Dete Konggoro, M.I.Kom. menyampaikan bahwa sidang skripsi merupakan proses akademik yang sangat penting sebagai gerbang akhir mahasiswa menuju jenjang sarjana."Sidang skripsi merupakan kegiatan akhir yang mengantarkan mahasiswa menuju jenjang sarjana. Kami berharap mahasiswa mengikuti proses ini dengan penuh semangat, sementara para dosen menjalankan tugas secara profesional. Harapan kami, seluruh lulusan memiliki keilmuan yang baik sehingga mampu berkarier di tengah masyarakat dan mengabdikan ilmu yang telah diperoleh selama kuliah," ujarnya.Sementara itu, dosen pembimbing Dede Sihabudin, M.Sos. memberikan pesan kepada mahasiswa agar mempersiapkan diri secara maksimal sebelum menghadapi sidang.Menurutnya, mahasiswa tidak hanya perlu mempersiapkan materi, tetapi juga memperkuat kesiapan mental dan spiritual."Sebagai seorang muslim, jangan lupa selalu berdoa agar diberikan kelancaran dalam menghadapi sidang skripsi. Selain itu, mahasiswa harus benar-benar memahami isi skripsi yang telah ditulis sehingga apa yang dipresentasikan sesuai dengan hasil penelitian yang telah dilakukan," pesannya.Sidang skripsi hari kedua dilaksanakan pada 22 Juli 2026 dan diikuti oleh enam mahasiswa, yaitu Sastri Apriani, Aldi Pesona, Senia Enjelin, Avina Nurhayati, Samsu Erijal, dan Lola Melanda.Pada kesempatan tersebut, dosen pembimbing Dede Sihabudin, M.Sos. kembali menjelaskan manfaat pelaksanaan sidang skripsi sebagai bagian dari proses akademik yang wajib dilalui oleh setiap mahasiswa.Ia menjelaskan bahwa sidang skripsi menjadi sarana untuk mengukur kemampuan mahasiswa dalam mempertanggungjawabkan hasil penelitian yang telah mereka lakukan."Sidang skripsi merupakan salah satu tahapan akademik yang harus dilalui oleh seluruh mahasiswa. Melalui sidang ini mahasiswa diuji sejauh mana pemahaman mereka terhadap hasil penelitian yang telah dilakukan. Selain itu, sidang juga menjadi sarana membangun mental, keberanian, dan kemampuan mahasiswa dalam menyampaikan hasil penelitian secara ilmiah di hadapan para penguji," jelasnya.Ia juga menyampaikan doa dan harapan bagi seluruh mahasiswa yang telah dinyatakan lulus sidang."Semoga ilmu yang diperoleh selama kuliah menjadi ilmu yang bermanfaat, menjadi bekal dalam perjalanan karier mereka, serta mengantarkan mereka menjadi pribadi yang sukses dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat," ungkapnya.Memasuki hari ketiga, 23 Juli 2026, sidang skripsi berlangsung dengan tertib dan kondusif. Sebanyak lima mahasiswa mengikuti ujian akhir, yakni Deniel Febrian, Muhammad Aska Rifaldi, Delly Wijayanti, Muhammad Hasan, dan Novrico Fernando Putra.Dalam wawancara usai sidang, dosen pembimbing sekaligus penguji Parjun Kamil, M.Kom.I  menjelaskan sejumlah aspek utama yang menjadi fokus penilaian dalam ujian skripsi.Menurutnya, kemampuan mahasiswa dalam menjawab pertanyaan penguji menjadi salah satu indikator utama keberhasilan sidang.Selain itu, penilaian juga mencakup kesesuaian antara rumusan masalah dengan metode penelitian, kecocokan teori yang digunakan, serta kualitas hasil penelitian yang diperoleh."Yang kami nilai dalam ujian skripsi adalah kecakapan mahasiswa menjawab pertanyaan penguji, kesesuaian masalah penelitian dengan metode yang digunakan, kecocokan teori dengan permasalahan yang diteliti, serta hasil penelitian yang diperoleh. Persiapan yang matang sangat penting, baik bagi mahasiswa maupun bagi kami sebagai penguji, agar pelaksanaan sidang berjalan maksimal," jelasnya.Komitmen Mencetak Lulusan BerkualitasPelaksanaan sidang skripsi selama tiga hari ini menunjukkan komitmen Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) FUAD IAIN Curup dalam menjaga kualitas akademik dan menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, serta siap mengabdikan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat.Melalui proses ujian yang objektif dan komprehensif, mahasiswa tidak hanya dituntut menyelesaikan karya ilmiah, tetapi juga mampu mempertanggungjawabkan hasil penelitiannya secara akademis. Diharapkan para lulusan KPI FUAD IAIN Curup dapat menjadi sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi dunia komunikasi, penyiaran Islam, dan pembangunan masyarakat.