Menu

Indeks Berita

Kumpulan berita, informasi, dan pengumuman terbaru.

Rapat Koordinasi Pemantapan Bimtek BTQ, FUAD IAIN Curup Gandeng  Tim guru dan Pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rejang Lebong
Akademik Fakultas 31 Oct 2026

Rapat Koordinasi Pemantapan Bimtek BTQ, FUAD IAIN Curup Gandeng Tim guru dan Pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rejang Lebong

FUAD IAIN Curup – Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan pendidikan dasar dan menengah terus diperkuat melalui kolaborasi antara Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Curup dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rejang Lebong. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru Al-Qur’an tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Rejang Lebong yang dilaksanakan mulai 2 November hingga 5 Desember 2026.Kegiatan ini diikuti oleh  guru Al-Qur’an yang dipersiapkan untuk mendukung proses pembelajaran di satuan pendidikan tingkat SD dan SMP di Kabupaten Rejang Lebong. Program tersebut bertujuan membekali peserta dengan kompetensi pedagogis dan keterampilan teknis dalam mengajarkan Al-Qur’an, khususnya kemampuan membaca, menulis, serta penerapan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.Kegiatan ini turut dihadiri oleh Dekan FUAD IAIN Curup, Wakil Dekan I, Ketua Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Kepala Laboratorium FUAD, Ketua Konsorsium, jajaran tim Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rejang Lebong, tim guru dan pengawas pendidikan, serta para ustaz dan ustazah yang dilibatkan sebagai tenaga pengajar tambahan, narasumber, dan pendamping kegiatan.Dalam sambutannya, Ustaz Syauki selaku bagian dari tim FUAD IAIN Curup menjelaskan bahwa pelaksanaan Bimtek melibatkan sejumlah trainer yang telah mengikuti pelatihan Training of Trainers (ToT). Pembekalan tersebut menjadi salah satu upaya untuk memastikan kesiapan para pemateri dalam menyampaikan materi sekaligus memberikan pendampingan kepada peserta sesuai bidang kompetensi masing-masing.Ia menyampaikan bahwa para trainer yang dilibatkan bukan hanya memiliki pembekalan, tetapi juga telah beberapa kali berpartisipasi dalam kegiatan pelatihan sebelumnya. Dengan pengalaman tersebut, para pemateri diharapkan mampu memberikan pembelajaran yang terarah dan efektif.“Para trainer yang terlibat dalam kegiatan ini telah mengikuti pelatihan Training of Trainers (ToT). Beberapa di antaranya juga sudah beberapa kali bergabung dalam kegiatan pelatihan sehingga diharapkan lebih siap dalam menyampaikan materi dan mendampingi peserta sesuai dengan bidang kompetensinya masing-masing,” ujarnya. Sabtu(31/10).Lebih lanjut, Ustaz Syauki menjelaskan bahwa pembagian materi dan tanggung jawab pemateri telah disusun berdasarkan bidang keahlian. Materi tersebut mencakup aspek kurikulum, pembelajaran membaca dan menulis Al-Qur’an, penilaian, serta pelaporan dan monitoring evaluasi. Pembagian ini dilakukan agar setiap kompetensi memperoleh perhatian dan pendampingan yang sesuai.Menurutnya, keterlibatan beberapa narasumber menjadi kebutuhan penting mengingat pelaksanaan Bimtek melibatkan enam kelas peserta dari tingkat SD dan SMP. Oleh karena itu, tim pelaksana membagi peran antara narasumber utama dan narasumber pendamping agar penyampaian materi dapat berlangsung secara optimal.“Kami melibatkan beberapa narasumber karena kegiatan ini terdiri atas enam kelas, baik untuk peserta tingkat SD maupun SMP. Jika hanya mengandalkan satu pemateri dari pagi hingga sore, tentu akan cukup berat. Karena itu, kami membagi tugas antara narasumber utama dan pendamping agar proses pembelajaran lebih efektif dan peserta mendapatkan pendampingan yang maksimal,” jelasnya.Selain pembagian tugas pemateri, koordinasi juga dilakukan melalui diskusi kelompok terarah atau Focus Group Discussion (FGD). Forum tersebut dimanfaatkan untuk menyelaraskan bahan tayang, berbagi materi, serta membahas teknis pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan bidang masing-masing.Ia menambahkan bahwa koordinasi antartim menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh materi tersusun secara sistematis dan memiliki keterkaitan dengan target kompetensi yang ingin dicapai. Dengan demikian, setiap pemateri dan pendamping dapat menjalankan tugas secara terarah selama kegiatan berlangsung.Melalui pelaksanaan Bimtek ini, calon guru Al-Qur’an diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan mengajar, memahami kurikulum, menerapkan metode pembelajaran, serta melakukan penilaian terhadap perkembangan kemampuan peserta didik.Kolaborasi FUAD IAIN Curup bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rejang Lebong ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan Al-Qur’an.Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terbentuk calon tenaga pengajar Al-Qur’an yang kompeten, profesional, dan memiliki kesiapan dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran Al-Qur’an di sekolah-sekolah se-Kabupaten Rejang Lebong.Penulis:  Wahyu Erlangga

Yudisium Kedua FUAD IAIN Curup, 42 Mahasiswa Resmi Menyandang Gelar Sarjana
Kemahasiswaan Fakultas 21 Oct 2026

Yudisium Kedua FUAD IAIN Curup, 42 Mahasiswa Resmi Menyandang Gelar Sarjana

FUAD IAIN Curup — Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup menyelenggarakan Yudisium Kedua Tahun 2026 di Aula Harun Ar-Rasyid IAIN Curup. Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Rektor II IAIN Curup, Dr. Sakut Anshori, S.Pd.I., M.Hum., yang mewakili Rektor IAIN Curup; Dekan FUAD, Dr. Fakhruddin, S.Ag., M.Pd.I.; Wakil Dekan I, Dr. Robi Aditya Putra, M.A.; Wakil Dekan II, Dr. Rhoni Rodin, S.Pd.I., M.Hum.; serta sejumlah pejabat dan unsur akademik lainnya, meliputi Kepala Satuan Pengawasan Internal (SPI), Kepala Pusat Penelitian, Kepala Pusat Moderasi Beragama, Gugus Kendali Mutu, kepala laboratorium, para ketua program studi, dan Kepala Subbagian Tata Usaha.Rabu,(21/10)Dari total 42 peserta yudisium, sebanyak 20 mahasiswa berasal dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), 12 mahasiswa dari Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI), sembilan mahasiswa dari Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII), serta satu mahasiswa dari Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT).Wakil Rektor II: Yudisium Menjadi Awal Tanggung Jawab BaruDalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan secara resmi, Wakil Rektor II IAIN Curup, Dr. Sakut Anshori, S.Pd.I., M.Hum., menyampaikan apresiasi kepada pimpinan FUAD dan panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa yudisium merupakan bagian penting dari tradisi akademik yang menandai penyelesaian pendidikan mahasiswa pada jenjang sarjana.Menurut Sakut, yudisium tidak hanya berkaitan dengan proses administratif penetapan kelulusan, tetapi juga menjadi momentum bagi mahasiswa untuk merayakan hasil perjuangan akademik bersama dosen, keluarga besar fakultas, dan rekan seperjuangan.Ia turut menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan pendidikan. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan meraih gelar sarjana bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari tanggung jawab untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan kemampuan diri.Selain itu, Sakut mendorong para lulusan untuk terus meningkatkan kompetensi melalui pendidikan lanjutan, termasuk memanfaatkan kesempatan melanjutkan studi ke jenjang pascasarjana di IAIN Curup.Dekan FUAD Tekankan Kompetensi dan Kreativitas LulusanSementara itu, Dekan FUAD IAIN Curup, Dr. Fakhruddin, S.Ag., M.Pd.I., menekankan bahwa lulusan perguruan tinggi perlu memiliki kemampuan yang melampaui pencapaian akademik. Menurutnya, kompetensi, kreativitas, kemampuan berkomunikasi, dan keterampilan membangun jejaring profesional menjadi bekal penting bagi sarjana dalam menghadapi dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.Ia juga mengingatkan para lulusan agar menjaga dokumen akademik, termasuk ijazah dan Surat Keputusan (SK) Yudisium, serta membuktikan kemampuan melalui karya dan kontribusi nyata.“Mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki nilai akademik yang baik, tetapi juga harus mampu menunjukkan kemampuan dan kompetensi yang dimiliki. Tunjukkan kemampuan tersebut melalui karya, kreativitas, dan kontribusi nyata di tengah masyarakat,” tegasnya.selanjutnya, Dekan juga menyoroti pentingnya kesiapan lulusan dalam memanfaatkan peluang kerja sesuai dengan kompetensi program studi masing-masing. Lulusan KPI, misalnya, diharapkan mampu menunjukkan keterampilan di bidang komunikasi dan penyiaran. Sementara itu, lulusan BPI diharapkan dapat berkontribusi sebagai konselor dan pendamping masyarakat.“Lulusan KPI harus mampu menunjukkan kemampuan di bidang komunikasi dan penyiaran, begitu pula lulusan BPI yang diharapkan dapat berperan sebagai konselor di tengah masyarakat. Setiap lulusan harus mampu membuktikan kompetensinya sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing,” ujarnya.Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pengembangan profesi lulusan juga perlu didukung melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan. Beberapa peluang yang disorot antara lain pengembangan pendidikan Al-Qur’an dan peningkatan kebutuhan tenaga profesional di bidang perpustakaan.Karena itu, ia mendorong para lulusan untuk tidak hanya menunggu tersedianya lapangan pekerjaan, tetapi juga aktif mengembangkan potensi, meningkatkan keterampilan, serta menciptakan peluang sesuai dengan bidang keilmuannya.“Mahasiswa tidak boleh hanya menunggu peluang, tetapi harus berusaha mengembangkan kemampuan dan mengambil bagian dalam menciptakan peluang kerja. Dengan kompetensi yang dimiliki, lulusan diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.Menutup sambutannya, Dr. Fakhruddin menyampaikan apresiasi kepada dosen dan tenaga kependidikan yang telah berkontribusi dalam proses pendidikan mahasiswa. Ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama perkuliahan dapat menjadi bekal bagi para lulusan untuk memasuki dunia profesional sekaligus mengabdi kepada masyarakat.FUAD Berikan Penghargaan kepada Mahasiswa BerprestasiSelain menjadi momentum pengukuhan kelulusan, Yudisium Kedua FUAD IAIN Curup Tahun 2026 juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada mahasiswa yang menunjukkan capaian akademik membanggakan.Penghargaan lulusan yudisium terbaik diberikan kepada Lola Meilanda dari Program Studi KPI, Rindra Purnama dari Program Studi BPI, dan Qoriatul Aini Oktari Putti dari Program Studi IPII.Sementara itu, penghargaan skripsi terbaik diraih oleh Mila Anggraini dari KPI, Puji Rahayu dari BPI, dan Aji Pangestu dari IPII. Adapun penghargaan mahasiswa terbaik diberikan kepada Puji Rahayu dari Program Studi BPI.Pemberian penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi fakultas atas ketekunan, kedisiplinan, dan capaian mahasiswa selama menempuh pendidikan. Penghargaan ini juga diharapkan dapat memotivasi mahasiswa lainnya untuk terus meningkatkan prestasi akademik dan mengembangkan potensi diri.Melalui penyelenggaraan Yudisium Kedua Tahun 2026, FUAD IAIN Curup berharap para lulusan tidak hanya berhasil menyelesaikan pendidikan secara akademik, tetapi juga tumbuh menjadi sarjana yang berintegritas, kreatif, berdaya saing, dan memiliki kepedulian sosial.Dengan bekal keilmuan dan nilai-nilai keislaman yang diperoleh selama perkuliahan, para lulusan diharapkan mampu mengambil peran dalam bidang komunikasi, dakwah, pendidikan, pelayanan informasi, dan pemberdayaan masyarakat, sekaligus menjaga nama baik almamater IAIN Curup di mana pun mereka berkarya.

Mahasiswa Baru FUAD IAIN Curup ikuti sosialisasi KPU dan Dukcapil kabupaten Rejang Lebong
Kemahasiswaan Fakultas 20 Oct 2026

Mahasiswa Baru FUAD IAIN Curup ikuti sosialisasi KPU dan Dukcapil kabupaten Rejang Lebong

FUAD IAIN Curup,— Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Curup berkolaborasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Rejang Lebong menggelar kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan serta Sosialisasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) bagi mahasiswa FUAD IAIN Curup, Selasa (20/10).Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan FUAD IAIN Curup, Dr. Fakhruddin, S.Ag., M.Pd.I., Kepala Laboratorium FUAD, Ketua Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI), serta mahasiswa baru dan pengurus Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) di lingkungan FUAD IAIN Curup. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya partisipasi dalam demokrasi sekaligus pemanfaatan layanan administrasi kependudukan digital.Mengawali sambutan sekaligus membuka kegiatan, Dekan FUAD IAIN Curup, Dr. Fakhruddin, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada KPU Kabupaten Rejang Lebong atas kontribusinya dalam memberikan wawasan kepemiluan kepada mahasiswa. Ia menekankan pentingnya membangun kesadaran demokrasi yang berintegritas dengan melibatkan penyelenggara pemilu, peserta pemilu, dan masyarakat sebagai pemilih.Dalam sambutannya, Dekan menegaskan bahwa demokrasi yang berkualitas membutuhkan penyelenggara pemilu yang berintegritas, peserta pemilu yang menjunjung tinggi etika, serta pemilih yang cerdas dan rasional. Ia menyampaikan, “Penyelenggara pemilu harus cerdas, peserta pemilu juga harus cerdas, dan pemilih juga harus cerdas.”Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki kemampuan untuk menilai calon pemimpin berdasarkan program kerja, kapasitas, rekam jejak, dan integritas, bukan semata-mata karena popularitas atau kepentingan kelompok tertentu. Keputusan dalam pemilu memiliki dampak jangka panjang terhadap kehidupan masyarakat sehingga harus dipertimbangkan secara matang dan bertanggung jawab.Lebih lanjut, Dr. Fakhruddin nekankan bahwa mahasiswa sebagai bagian dari kelompok intelektual memiliki tanggung jawab untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kualitas demokrasi. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi pemilih yang kritis dan objektif serta turut menyebarkan pemahaman mengenai pentingnya memilih pemimpin berdasarkan pertimbangan yang rasional.Materi sosialisasi kepemiluan disampaikan oleh Buyono, anggota KPU Kabupaten Rejang Lebong yang membidangi sosialisasi dan pendidikan pemilih berkelanjutan. Dalam pemaparannya yang mengangkat tema Generasi Muda Cerdas Berdemokrasi, Buyono menjelaskan pentingnya peran generasi muda dalam menciptakan proses demokrasi yang sehat dan berkualitas.Buyono juga memaparkan bahwa Generasi Z dan Milenial memiliki peran strategis dalam menentukan arah demokrasi. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pemilih, tetapi juga sebagai agen perubahan yang dapat mendorong terbentuknya opini publik secara rasional, objektif, dan bertanggung jawab.Buyono juga menekankan bahwa menjadi pemilih kritis berarti mampu menyaring informasi dan menilai calon pemimpin berdasarkan fakta. Mahasiswa didorong untuk memeriksa rekam jejak kandidat melalui sumber resmi, tidak mudah terpengaruh hoaks dan provokasi, serta mempertimbangkan visi, misi, dan kelayakan program kerja yang ditawarkan.Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab, menolak politik uang, serta turut mengawal proses demokrasi. Partisipasi mahasiswa juga dapat diwujudkan melalui diskusi intelektual, peningkatan literasi digital, penyebaran informasi kepemiluan yang valid, dan keterlibatan dalam kegiatan sosialisasi maupun pengawasan pemilu.Dalam materi tersebut, Buyono menekankan pesan agar generasi muda tidak bersikap apatis terhadap demokrasi. Ia mengajak mahasiswa untuk mengambil peran aktif dalam menentukan masa depan bangsa melalui partisipasi yang kritis dan bertanggung jawab. Pesan tersebut sejalan dengan materi presentasinya yang mendorong mahasiswa menjadi pemilih cerdas dan bertanggung jawab.Selain sosialisasi pendidikan pemilih berkelanjutan, kegiatan ini juga mencakup sosialisasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) oleh Dukcapil Kabupaten Rejang Lebong. Agenda ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperoleh informasi mengenai identitas kependudukan digital sebagai bagian dari perkembangan layanan administrasi kependudukan.Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berinteraksi dengan pemateri dan memperdalam pemahaman mengenai materi yang disampaikan. Melalui sesi tersebut, mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan mengenai demokrasi, partisipasi pemilih, serta layanan administrasi kependudukan digital.Kolaborasi antara FUAD IAIN Curup, KPU, dan Dukcapil Kabupaten Rejang Lebong ini diharapkan dapat memperkuat literasi demokrasi dan kesadaran administrasi kependudukan di kalangan mahasiswa. Dengan demikian, mahasiswa dapat mengambil peran aktif sebagai generasi muda yang kritis, berintegritas, dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. 

HIMAPUS FUN DAY 2026: Tumbuhkan Generasi Berkarakter, Perkuat Koneksi, Bangun Silaturahmi
Kemahasiswaan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam 13 Oct 2026

HIMAPUS FUN DAY 2026: Tumbuhkan Generasi Berkarakter, Perkuat Koneksi, Bangun Silaturahmi

IPII IAIN Curup, - Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (HIMAPUS) menyelenggarakan kegiatan HIMAPUS FUN DAY 2026 dengan mengusung tema “Generasi, Tumbuh Koneksi, Bangun Silaturahmi” pada Sabtu (10/10/2026), pukul 13.00 WIB hingga selesai. Kegiatan yang berlangsung di Aula Fakultas UAD ini dihadiri oleh Ketua Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam, Marleni, M.Hum., serta menghadirkan dua narasumber yang berpengalaman di bidang akademik dan kepustakawanan.Kegiatan HIMAPUS FUN DAY 2026 menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi, membangun koneksi positif, dan menumbuhkan semangat kebersamaan di kalangan mahasiswa. Melalui kegiatan ini, HIMAPUS berupaya menciptakan ruang interaksi yang positif sekaligus memperkuat hubungan kekeluargaan antarmahasiswa, sehingga tercipta lingkungan organisasi yang harmonis, solid, dan kolaboratif.Acara ini menghadirkan Muhammad Teguh Bambang Cahyadi, S.IP., M.A., selaku dosen Program Studi Ilmu Perpustakaan Islam, serta Sandi Rantau Lawang, S.IP., yang berprofesi sebagai pustakawan di SMP Negeri 3 Rejang Lebong. Kehadiran kedua narasumber tersebut memberikan perspektif dari dunia akademik dan praktik kepustakawanan, sekaligus menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai bidang perpustakaan dan informasi.Dalam kesempatan tersebut, Sandi Rantau Lawang, S.IP., menyampaikan apresiasinya terhadap terselenggaranya HIMAPUS FUN DAY 2026. Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti ini memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang berkarakter, membangun relasi positif, dan menumbuhkan semangat kebersamaan. “Saya sangat mengapresiasi terselenggaranya HIMAPUS FUN DAY 2026. Kegiatan ini menjadi wadah untuk menumbuhkan generasi yang berkarakter dan memperkuat koneksi yang positif. Hal inilah yang menjadi modal utama bagi kita untuk melangkah ke depan. Bukan hanya kecerdasan yang kita butuhkan, tetapi juga kebersamaan yang saling menguatkan,” ujar Sandi.Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan generasi muda tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga oleh karakter yang kuat, kemampuan membangun hubungan positif, dan semangat untuk saling mendukung. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan tema HIMAPUS FUN DAY 2026 yang menekankan pentingnya pertumbuhan generasi, penguatan koneksi, dan pembangunan silaturahmi yang berkelanjutan.Selain menjadi ajang untuk mempererat hubungan antarmahasiswa, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa agar lebih aktif dalam organisasi, memperluas jaringan pertemanan dan profesional, serta mengembangkan potensi diri. Interaksi yang terbangun melalui kegiatan ini juga diharapkan menjadi landasan bagi terciptanya kolaborasi yang bermanfaat, baik selama masa perkuliahan maupun ketika memasuki dunia kerja.Melalui HIMAPUS FUN DAY 2026, HIMAPUS berharap semangat kebersamaan dan kekeluargaan terus tumbuh di lingkungan Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam. Mahasiswa diharapkan tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang baik, kemampuan berkomunikasi, serta keterampilan membangun relasi yang positif.Dengan mengusung semangat tumbuh bersama, memperkuat koneksi, dan membangun silaturahmi, HIMAPUS FUN DAY 2026 diharapkan menjadi langkah positif dalam membentuk generasi mahasiswa yang berkarakter, saling menguatkan, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kebersamaan merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun organisasi mahasiswa yang kuat dan berkelanjutan. 

Dekan FUAD Monitoring Sarana dan Prasarana Pembelajaran di Lingkungan Fakultas
Kemahasiswaan Fakultas 07 Oct 2026

Dekan FUAD Monitoring Sarana dan Prasarana Pembelajaran di Lingkungan Fakultas

FUAD IAIN Curup,-Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) melakukan monitoring sarana dan prasarana pembelajaran di lingkungan fakultas. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan ketersediaan, kelayakan, dan kesiapan fasilitas yang mendukung proses pembelajaran mahasiswa. Rabu, (7/10).Monitoring dilakukan dengan meninjau sejumlah fasilitas pembelajaran yang digunakan oleh mahasiswa dan dosen. Peninjauan mencakup kondisi ruang perkuliahan, fasilitas pendukung pembelajaran, serta berbagai sarana yang menunjang aktivitas akademik di lingkungan FUAD.Dekan FUAD, Dr. Fakhruddin, M.Pd.I., menekankan bahwa ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai merupakan salah satu unsur penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif, nyaman, dan berkualitas."Monitoring ini dilakukan untuk memastikan sarana dan prasarana yang digunakan dalam proses pembelajaran benar-benar dalam kondisi baik dan dapat mendukung kebutuhan mahasiswa maupun dosen,” ujar Dekan FUAD.»Selain melihat kondisi fasilitas yang telah tersedia, monitoring juga menjadi bagian dari pemetaan kebutuhan sarana dan prasarana yang perlu mendapatkan perhatian dan tindak lanjut. Hasil monitoring tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dalam perencanaan peningkatan fasilitas pembelajaran di lingkungan fakultas.Kegiatan monitoring juga menunjukkan komitmen FUAD untuk terus melakukan perbaikan terhadap layanan akademik. Dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai, proses pembelajaran diharapkan dapat berlangsung secara lebih optimal serta memberikan lingkungan akademik yang mendukung pencapaian kompetensi mahasiswa.Melalui kegiatan ini, FUAD terus mendorong terciptanya tata kelola fasilitas pembelajaran yang efektif, terawat, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan pendidikan tinggi.

Bekali Mahasiswa Hadapi Era Digital, Laboratorium FUAD IAIN Curup Gelar Workshop Broadcasting dan Media Digital
Kemahasiswaan Fakultas 05 Oct 2026

Bekali Mahasiswa Hadapi Era Digital, Laboratorium FUAD IAIN Curup Gelar Workshop Broadcasting dan Media Digital

FUAD IAIN Curup,-Laboratorium Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Curup menggelar pelatihan dan workshop bertema “Mengembangkan Kompetensi Komunikasi Gen Z dalam Dunia Broadcasting dan Media Digital”. Kegiatan berlangsung di Aula Laboratorium FUAD lantai II, Minggu (4/10), dan diikuti mahasiswa baru di lingkungan FUAD IAIN Curup.Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal sekaligus mengasah berbagai keterampilan komunikasi dan media digital yang relevan dengan perkembangan dunia kerja dan industri kreatif.Workshop dihadiri Wakil Dekan I FUAD IAIN Curup, Dr. Robby Aditya Putra, M.A., Kepala Subbagian Tata Usaha Amimah Qodari, S.E., Akt., M.Ak., Kepala Laboratorium FUAD Sarwinda, S.Kom.I., M.Sos., serta mahasiswa baru di lingkungan FUAD IAIN Curup.Untuk memberikan pengalaman praktis kepada peserta, panitia menghadirkan empat narasumber yang memiliki kompetensi di bidang masing-masing, yakni Windo Abdullah, S.Sos. pada bidang Vidio Editing, Enggar Siswanto, S.Sos. pada bidang Desain Grafis, Rahmadita Elsafitri, S.Sos. pada bidang Presenter, dan Yanti Putri Sasmita, S.IP. Penyiaran Radio.Sambutan Sekaligus Membuka kegiatan, Dekan FUAD yang di Wakili oleh  Wadek I FUAD IAIN Curup, Dr. Robby Aditya Putra, menyampaikan pesan penting kepada mahasiswa agar menjadikan masa kuliah sebagai kesempatan untuk terus belajar, berlatih, dan mengembangkan kemampuan.Menurutnya, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Dengan kemauan belajar dan ketekunan, mahasiswa dapat mengembangkan potensi yang dimiliki untuk meraih masa depan yang lebih baik.“Mahasiswa harus memiliki semangat untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan diri. Keterbatasan bukan menjadi alasan untuk berhenti bermimpi dan berkembang. Justru melalui proses belajar, latihan, dan ketekunan, mahasiswa dapat mengasah potensi yang dimiliki sehingga mampu meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.Selanjutnya, Dr. Robby juga mendorong mahasiswa untuk tidak hanya mengandalkan pengetahuan teoritis, tetapi membangun keterampilan praktis yang dapat digunakan dalam kehidupan profesional.Kemampuan menjadi presenter, penyiar, menulis, desain grafis, video editing, serta berbagai keterampilan digital lainnya, menurutnya, dapat menjadi modal mahasiswa untuk memasuki dunia kerja sekaligus membuka peluang usaha secara mandiri.“Skill yang dimiliki harus terus diasah sampai memiliki kualitas profesional. Keterampilan tersebut tidak hanya menjadi bekal untuk mencari pekerjaan, tetapi juga dapat membuka peluang usaha dan menghasilkan nilai ekonomi. Karena itu, mahasiswa perlu memanfaatkan masa kuliah untuk belajar, berlatih, dan membangun kompetensi sebanyak mungkin,” jelasnya.Lebih lanjut, Dr. Robby mengatakan kegiatan yang digelar Laboratorium FUAD merupakan bagian dari upaya fakultas memberikan ruang belajar yang lebih aplikatif bagi mahasiswa.“Kami ingin fasilitas laboratorium ini benar-benar dimanfaatkan mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi. Jangan hanya berorientasi pada ijazah, tetapi juga pada keterampilan dan pengalaman yang dapat menjadi bekal setelah menyelesaikan pendidikan. Harapannya, mahasiswa FUAD mampu menjadi lulusan yang kompeten, kreatif, mandiri, dan memiliki daya saing,” pungkasnya.Sementara itu, Kepala Laboratorium FUAD IAIN Curup, Sarwinda, M.Sos menyoroti perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang semakin pesat dan mulai banyak digunakan dalam industri kreatif dan produksi media.Menurutnya, perkembangan AI tidak membuat keterampilan editing menjadi kehilangan relevansi. Justru, mahasiswa tetap perlu menguasai keterampilan tersebut agar mampu memanfaatkan teknologi secara optimal dan menghasilkan karya sesuai dengan kebutuhan.“Di tengah perkembangan AI yang semakin pesat, keterampilan editing tetap harus dikuasai oleh mahasiswa. AI memang dapat membantu proses produksi dan kreativitas, tetapi pengetahuan, kreativitas, dan kemampuan manusia tetap menjadi dasar dalam menentukan serta menyempurnakan sebuah karya,” jelas Sarwinda.Kepala Lab juga menambahkan, mahasiswa perlu memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan kemampuan dasar yang menjadi kekuatan manusia.“Yang tidak bisa sepenuhnya digantikan oleh AI adalah pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki manusia. Karena itu, mahasiswa harus terus belajar, berlatih, dan meningkatkan kompetensinya agar mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara tepat dan produktif,” pungkasnya.Melalui kegiatan ini, Laboratorium FUAD IAIN Curup berharap mahasiswa baru dapat mulai membangun kepercayaan diri, kreativitas, dan keterampilan praktis sejak awal perkuliahan sehingga lebih siap menghadapi perkembangan dunia kerja dan industri media digital.