Menu

Indeks Berita

Kumpulan berita, informasi, dan pengumuman terbaru.

Transformasi dan Inovasi Perpustakaan Indonesia di Era Digital dan Society 5.0
Akademik Fakultas 11 Jun 2026

Transformasi dan Inovasi Perpustakaan Indonesia di Era Digital dan Society 5.0

Curup – Perpustakaan di Indonesia tengah memasuki babak baru transformasi yang menempatkannya tidak lagi sekadar sebagai tempat penyimpanan buku, melainkan sebagai pusat pengetahuan, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat. Perubahan tersebut menjadi respons terhadap perkembangan teknologi digital yang semakin pesat serta tuntutan masyarakat pada era Society 5.0 yang menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan berbasis teknologi. Hal tersebut disampaikan oleh Dosen Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam IAIN Curup, Rhoni Rodin, dalam kuliah dosen tamu internasional bertajuk “Innovation in the Library: Indonesian Perspectives” yang diselenggarakan oleh Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, Senin (9/6/2026). Menurutnya, perkembangan teknologi seperti internet, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), Big Data, komputasi awan, media sosial, dan teknologi mobile telah mengubah cara masyarakat memperoleh dan memanfaatkan informasi. Kondisi ini membuat perpustakaan harus melakukan transformasi agar tetap relevan di tengah masyarakat digital. “Perpustakaan modern tidak lagi dapat bertahan hanya dengan mengandalkan koleksi fisik dan layanan konvensional. Perpustakaan harus mampu menghadirkan inovasi dalam layanan, teknologi, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan literasi digital,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa pada masa lalu perpustakaan dipandang sebagai gudang pengetahuan (warehouse of knowledge) yang berfungsi menyimpan dan menyediakan koleksi informasi. Namun saat ini perpustakaan berkembang menjadi pusat pembelajaran, pusat inovasi, pusat kolaborasi, dan pusat kecerdasan masyarakat (community intelligence center). Transformasi tersebut semakin penting seiring hadirnya konsep Society 5.0 yang diperkenalkan Jepang. Dalam konsep ini, teknologi digunakan bukan hanya untuk meningkatkan efisiensi, tetapi juga untuk menyelesaikan berbagai persoalan sosial dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. “Perpustakaan memiliki posisi strategis sebagai jembatan antara manusia dan teknologi. Perpustakaan membantu masyarakat memahami, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi secara bijaksana,” katanya. Di Indonesia, transformasi perpustakaan menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kesenjangan akses informasi, ketimpangan infrastruktur digital, rendahnya budaya literasi, keterbatasan anggaran, hingga masih minimnya kompetensi digital sebagian sumber daya manusia perpustakaan. Sebagai negara kepulauan dengan kondisi geografis yang beragam, Indonesia masih menghadapi persoalan pemerataan akses informasi. Banyak perpustakaan di wilayah terpencil yang belum memiliki akses internet memadai maupun fasilitas teknologi yang mendukung layanan digital. Selain itu, rendahnya budaya literasi juga menjadi tantangan tersendiri. Masyarakat cenderung lebih banyak mengonsumsi informasi secara instan melalui media sosial dibandingkan melakukan eksplorasi pengetahuan melalui sumber-sumber yang kredibel. Meski demikian, peluang pengembangan perpustakaan di Indonesia dinilai sangat besar. Pertumbuhan pengguna internet, meningkatnya penggunaan smartphone, serta berkembangnya ekosistem digital nasional membuka ruang bagi lahirnya berbagai inovasi perpustakaan. Saat ini, banyak perpustakaan mulai mengadopsi konsep Smart Library, Hybrid Library, Inclusive Library, dan Human-Centered Library. Konsep-konsep tersebut menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi sekaligus menjaga dimensi kemanusiaan dalam layanan informasi. Dalam konsep Smart Library, perpustakaan memanfaatkan teknologi seperti kecerdasan buatan, Internet of Things (IoT), Big Data, dan sistem otomasi untuk meningkatkan kualitas layanan. Sementara Hybrid Library mengintegrasikan koleksi fisik dan digital agar pengguna dapat mengakses informasi secara fleksibel. Adapun Inclusive Library menekankan akses informasi yang setara bagi seluruh kelompok masyarakat, termasuk penyandang disabilitas dan kelompok rentan. Sedangkan Human-Centered Library menempatkan pengguna sebagai pusat seluruh proses pengembangan layanan. Lebih lanjut, Rhoni Rodin menegaskan bahwa inovasi perpustakaan tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga mencakup inovasi sosial dan inovasi layanan. Melalui program literasi digital, pemberdayaan masyarakat, pelatihan keterampilan, serta pengembangan ruang kreatif, perpustakaan dapat berkontribusi secara langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Perpustakaan juga dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Dalam konteks tersebut, perpustakaan menjadi institusi yang bertugas meningkatkan literasi digital masyarakat sehingga mampu berpartisipasi dalam ekosistem ekonomi digital nasional. “Perpustakaan tidak hanya menjadi lembaga pendidikan, tetapi juga katalisator pembangunan ekonomi berbasis pengetahuan. Melalui literasi digital, perpustakaan membantu menciptakan sumber daya manusia yang adaptif dan berdaya saing,” jelasnya. Untuk mewujudkan transformasi tersebut, pustakawan dituntut memiliki kompetensi baru yang relevan dengan perkembangan zaman. Setidaknya terdapat empat kompetensi utama yang harus dimiliki pustakawan abad ke-21, yaitu sebagai digital curator, learning facilitator, innovation leader, dan information specialist. Menurutnya, pustakawan modern tidak lagi sekadar mengelola koleksi, tetapi juga menjadi fasilitator pembelajaran, pengelola pengetahuan, pemimpin inovasi, sekaligus penjaga kualitas informasi di tengah maraknya hoaks dan disinformasi. Di akhir pemaparannya, ia menekankan pentingnya membangun budaya inovasi melalui kepemimpinan yang visioner, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penguatan kolaborasi lintas sektor, serta pengembangan gerakan literasi digital yang berkelanjutan. “Pada akhirnya, perpustakaan yang hebat tidak diukur dari seberapa banyak koleksi yang tersimpan di raknya, melainkan dari seberapa besar dampak yang mampu diberikan kepada masyarakat serta kontribusinya dalam mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

Dekan FUAD Siapkan Strategi untuk Perkuat Magang Profesi 2026
Akademik Fakultas 11 Jun 2026

Dekan FUAD Siapkan Strategi untuk Perkuat Magang Profesi 2026

FUAD IAIN Curup, — Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Curup, Dr. Fakhruddin, M.Pd.I, menyiapkan sejumlah strategi untuk memperkuat pelaksanaan Magang Profesi tahun 2026. Langkah ini dibahas dalam rapat persiapan Magang Profesi yang berlangsung di ruang rapat fakultas, Kamis (11/07). Rapat tersebut menjadi forum penting untuk menyamakan persepsi mengenai arah, mekanisme, dan target pelaksanaan Magang Profesi. Kegiatan magang dipandang sebagai bagian strategis dalam menghubungkan proses pembelajaran di kampus dengan kebutuhan dunia kerja, lembaga mitra, dan masyarakat. Dalam arahannya, Dr. Fakhruddin, M.Pd.I menegaskan bahwa Magang Profesi 2026 perlu dipersiapkan secara lebih matang agar mampu memberikan pengalaman lapangan yang bermakna bagi mahasiswa. Menurutnya, magang tidak boleh hanya dipahami sebagai kegiatan administratif, tetapi harus menjadi ruang pembentukan kompetensi, etika kerja, tanggung jawab, dan profesionalitas mahasiswa. “Magang Profesi harus dirancang dengan strategi yang jelas. Mahasiswa perlu memperoleh pengalaman langsung yang relevan dengan bidang keilmuan masing-masing, sehingga mereka mampu mengintegrasikan teori yang diperoleh di perkuliahan dengan praktik nyata di lapangan,” ujar Dr. Fakhruddin.Menurut Dekan, beberapa strategi yang menjadi perhatian dalam rapat tersebut meliputi evaluasi maganag 2025, pemetaan lembaga mitra, penyesuaian lokasi magang dengan program studi, penguatan peran dosen pembimbing, penyusunan teknis pembekalan mahasiswa, serta mekanisme monitoring dan evaluasi selama pelaksanaan magang. Strategi ini diharapkan dapat membuat pelaksanaan Magang Profesi 2026 berjalan lebih terarah, terukur, dan sesuai dengan capaian pembelajaran lulusan. Wakil Dekan I FUAD IAIN Curup, Dr. Robby Aditya Putra, turut menekankan pentingnya koordinasi akademik dalam pelaksanaan Magang Profesi. Ia menyampaikan bahwa setiap program studi perlu memastikan kesesuaian antara bidang keilmuan mahasiswa, tempat magang, serta kompetensi yang ingin dicapai. “Magang Profesi perlu didukung oleh sistem yang rapi, mulai dari pembekalan, penempatan, pembimbingan, hingga evaluasi. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya hadir di lembaga mitra, tetapi benar-benar belajar, beradaptasi, dan mengembangkan kemampuan profesional,” jelas Dr. Robby. Melalui persiapan ini, FUAD IAIN Curup berharap pelaksanaan Magang Profesi 2026 dapat semakin memperkuat kualitas lulusan. Mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama, disiplin, analisis masalah, serta kepekaan sosial sesuai dengan karakter keilmuan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah. Rapat persiapan ini juga menjadi bagian dari komitmen FUAD IAIN Curup dalam meningkatkan mutu akademik dan memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai lembaga mitra. Dengan strategi yang lebih terencana, Magang Profesi 2026 diharapkan mampu menjadi program pembelajaran lapangan yang efektif, relevan, dan berdampak bagi mahasiswa maupun institusi mitra.

Rapat Konsorsium Keilmuan FUAD IAIN Curup. Apa Saja yang di Bahas?
Akademik Fakultas 11 Jun 2026

Rapat Konsorsium Keilmuan FUAD IAIN Curup. Apa Saja yang di Bahas?

FUAD IAIN Curup, — Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup menyelenggarakan Rapat Konsorsium Keilmuan sebagai bagian dari upaya penguatan arah pengembangan akademik, riset, kurikulum, dan identitas keilmuan fakultas. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, ketua prodi dan ketua dan sekretaris konsorsium. Rapat di laksanakan di ruang rapat fakultas, Kamis, 11 Juni 2026. Rapat tersebut dipimpin oleh Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah IAIN Curup, Dr. Fakhruddin, M.Pd.I, Dalam Dekan menegaskan bahwa konsorsium keilmuan memiliki peran penting dalam membangun fondasi akademik fakultas secara lebih terarah. Menurutnya, penguatan konsorsium tidak hanya berkaitan dengan penyusunan agenda akademik, tetapi juga menjadi dasar dalam peningkatan mutu pembelajaran, penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat. “Rapat konsorsium keilmuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat arah pengembangan fakultas. Setiap bidang keilmuan perlu memiliki peta jalan yang jelas, relevan, dan mampu menjawab tantangan akademik maupun kebutuhan masyarakat,” ujar Dr. Fakhruddin. Sementara itu, Wakil Dekan I, Dr. Robby Aditya Putra, menyampaikan bahwa konsorsium keilmuan diharapkan dapat menjadi instrumen akademik dalam menjaga mutu kurikulum dan memastikan keterkaitan antara visi keilmuan, capaian pembelajaran, riset dan pengabdian, serta pengembangan kompetensi mahasiswa. “Penguatan akademik harus dilakukan secara sistematis. Melalui konsorsium keilmuan, kita dapat memastikan bahwa proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian berjalan selaras dengan karakter keilmuan fakultas serta standar mutu pendidikan tinggi,” jelas Dr. Robby. Beberapa agenda yang dI bahas dalam rapat ini meliputi pemetaan bidang keilmuan dosen, penguatan kurikulum berbasis visi keilmuan, pemetaan Rencana Pemebelajaran Semester (RPS), pengembangan roadmap penelitian dan pengabdian, peningkatan publikasi ilmiah, serta kolaborasi akademik lintas program studi. Forum ini juga menjadi sarana evaluasi terhadap kebutuhan pengembangan keilmuan yang lebih adaptif, integratif, dan berkelanjutan. Melalui rapat konsorsium ini, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah IAIN Curup menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas akademik dan kontribusi keilmuan. Fakultas diharapkan mampu melahirkan gagasan, riset, dan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, etika keislaman, serta kapasitas untuk berperan di tengah masyarakat.

Sertijab FUAD IAIN Curup,Dekan mengajak seluruh pejabat baru dilantik untuk bekerja secara maksimal dan penuh tanggung jawab
Akademik Fakultas 09 Jun 2026

Sertijab FUAD IAIN Curup,Dekan mengajak seluruh pejabat baru dilantik untuk bekerja secara maksimal dan penuh tanggung jawab

FUAD IAIN Curup,-Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Curup menggelar acara serah terima jabatan (sertijab) pada Senin (9/6), di ruang rapat FUAD lantai satu. Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan FUAD, Wakil Dekan I dan II, Kepala Bagian Tata Usaha, para Ketua Program Studi, serta sejumlah staf di lingkungan FUAD.Pelaksanaan sertijab ini merupakan langkah awal dalam pergantian estafet kepemimpinan yang telah disahkan oleh Rektor IAIN Curup melalui pelantikan pejabat pada Kamis, 4 Juni 2026.Dalam sambutannya sekaligus membuka acara, Dekan FUAD, Dr. Fakhrudin, S.Ag. M.Pd.I, menyampaikan bahwa pergantian jabatan diharapkan dapat membawa kemajuan dan perubahan bagi fakultas.Menurutnya, "Perubahan kepemimpinan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan kinerja agar FUAD IAIN Curup semakin unggul, maju, dan terdepan". katanya.Selain itu, Dr. Fakhrudin juga menekankan pentingnya meningkatkan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) tahun 2026, khususnya pada beberapa program studi di FUAD masih perlu ditingkatkan peminatnya. Ia meminta seluruh pihak terkait untuk lebih gencar melakukan sosialisasi guna menarik minat calon mahasiswa.Lebih lanjut, Dekan FUAD berpesan kepada para ketua program studi agar segera mempersiapkan berbagai dokumen yang diperlukan untuk proses akreditasi, terutama Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT) yang ditargetkan meraih predikat unggul.Menutup sambutannya, Dr. Fakhrudin mengajak seluruh pejabat yang baru dilantik untuk bekerja secara maksimal dan penuh tanggung jawab. Ia juga menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih kepada para pejabat sebelumnya yang telah mengabdi dan memberikan kontribusi bagi kemajuan FUAD selama masa jabatannya.Adapun nama-nama penjabat yang di Lantik di antaranya:Dr.Roby Aditya Putra M.A sebagai wakil dekan I FUADRoni Rodin M.Hum Sebagai wakil dekan IIKepala prodi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) Bapak Dr.Addahri Hafidz Awalawi.M.Pd,KonsKepala Prodi Komunikasi penyiaran Islam (KPI) Ibu Meysarah,B.A.,M.Sos Your Attractive Heading Ucapan trimakasih kepada pejabat yang sudah mengabdi dan menunaikan tugas di FUAD IAIN Curup, Semoga sukses kepada para pejabat yang telah di tetapkan oleh rektor IAIN Curup:1. Dr.M. Taqiyuddin,S,Ag.M.Pd.I Sebagi Wakil Dekan II FUAD Periode Sebelumnya2. Dr.Roby Aditya Putra M.A sebagai kaprodi KPI3. Bapak Anrial,MA Sebagai Kaprodi BPI4. Bapak Aprizal,MA Sebagai Gugus Kendali Mutu (GKM) FUAD IAIN Curup

Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI) IAIN Curup Gelar Yudisium Angkatan ke-8, 26 Mahasiswa Resmi Lulus
Akademik Fakultas 25 Apr 2026

Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI) IAIN Curup Gelar Yudisium Angkatan ke-8, 26 Mahasiswa Resmi Lulus

Curup — Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup menggelar Yudisium Angkatan ke-8 pada Rabu, 22 April 2026, bertepatan dengan 04 Dzulqaidah 1447 H. Kegiatan ini berlangsung di Aula Harun A. Rasyid, Gedung Perpustakaan IAIN Curup, mulai pukul 08.00 WIB. Yudisium tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, di antaranya Dekan FSEI, Wakil Dekan I dan II, Kepala Bagian Tata Usaha FSEI, para Ketua Program Studi, serta dosen di lingkungan FSEI. Sebanyak 26 mahasiswa dari empat program studi resmi mengikuti prosesi yudisium sebagai penanda kelulusan mereka. Adapun rincian peserta terdiri dari 14 mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara, 8 mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah, 3 mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah, dan 1 mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam. Dalam kesempatan tersebut, Kevin Saputra dari Program Studi Hukum Tata Negara dinobatkan sebagai peserta yudisium terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,84. Sementara itu, penghargaan skripsi terbaik diraih oleh Setiya Anisa Rahayu (Hukum Tata Negara), Adi Jaya Saputra (Ekonomi Syariah), dan Ecca Mustika (Perbankan Syariah). Acara yudisium secara resmi dibuka oleh Dekan FSEI, Dr. Ngadri, M.Ag. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa yudisium bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal bagi para lulusan untuk mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh di dunia profesional. “Yudisium ini bukan titik akhir, tetapi titik awal bagi saudara sekalian untuk berkiprah di tengah masyarakat dengan membawa nilai-nilai keilmuan dan integritas,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Panitia Yudisium, Ranaswijaya, M.E., menyampaikan bahwa yudisium merupakan momentum sakral karena menjadi prosesi resmi penyematan gelar akademik sebelum wisuda. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. “Yudisium ini merupakan momentum yang sakral, karena menjadi penanda resmi penyematan gelar akademik bagi para mahasiswa sebelum melangkah ke prosesi wisuda. Kami berharap para lulusan dapat menjaga integritas dan membawa nama baik almamater di tengah masyarakat. Kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak, baik pimpinan fakultas, panitia, dosen, maupun semua yang telah berkontribusi sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar,” ungkap Ranaswijaya. Prosesi dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) yudisium oleh Kepala Bagian Tata Usaha FSEI, Mansyahri, M.H.I., yang secara resmi menetapkan kelulusan para mahasiswa. Dengan terselenggaranya yudisium ini, para lulusan FSEI IAIN Curup diharapkan mampu menjadi alumni yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Editor: Ibnu Akbar Maliki

KPID Bengkulu Kunjungi FUAD IAIN Curup, Dorong Penguatan Radio Kampus dan Literasi Media
Akademik Fakultas 23 Apr 2026

KPID Bengkulu Kunjungi FUAD IAIN Curup, Dorong Penguatan Radio Kampus dan Literasi Media

FUAD IAIN Curup,-Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Wilayah Bengkulu (KPID) melakukan kunjungan silaturahmi ke Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Curup. Kamis (23/04) Kunjungan tersebut disambut hangat oleh Wakil Dekan II di Aula FUAD IAIN Curup. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua KPID Bengkulu beserta jajaran komisioner, alumni Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) yang juga berprofesi sebagai penyiar, Kaprodi KPI, serta Ketua Laboratorium FUAD IAIN Curup. Dalam sambutannya, Wakil Dekan II FUAD Dr. Taqiyuddin, M.Pd. I yang mewakili Dekan menyampaikan bahwa keberadaan radio kampus IAIN Curup saat ini masih dalam tahap proses pengembangan. Oleh karena itu, pihak fakultas sangat mengharapkan arahan dan dukungan dari KPID Bengkulu guna mendorong kemajuan radio tersebut. Ia menegaskan bahwa radio kampus memiliki peran penting, terutama karena berkaitan langsung dengan Program Studi KPI, serta menjadi sarana syiar dan promosi kampus. Selanjutnya, Ketua KPID Bengkulu, Tedi Cahyono, menyampaikan bahwa KPID memiliki fungsi pengawasan sekaligus mendorong literasi media di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya peran media dalam menyajikan konten yang sehat serta menghindari penyebaran konten negatif. Tedi juga menyampaikan harapan agar terjalin kerja sama antara FUAD IAIN Curup dan KPID Bengkulu, salah satunya melalui program magang mahasiswa. Selain itu, pihak KPID membuka ruang dialog dengan pengelola radio kampus terkait harapan dan pengembangan radio ke depan agar dapat bersinergi secara berkelanjutan. Sementara itu, Dede Sihabudin dalam sambutannya menginformasikan bahwa radio kampus saat ini belum dapat beroperasi secara optimal karena masih menghadapi beberapa kendala teknis dan administratif. Kegiatan silaturahmi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi antara KPID Bengkulu dan IAIN Curup, khususnya dalam pengembangan media penyiaran kampus yang edukatif, informatif, dan berkualitas.