Menu

Indeks Berita

Kumpulan berita, informasi, dan pengumuman terbaru.

Berita 1
Akademik Ilmu Alquran dan Tafsir 09 Jul 2026

Berita 1

Berita 1

Dua Mahasiswa KPI IAIN Curup Tunjukkan Eksistensi di Kongres Nasional FORKOMNAS KPI VIII Palembang, Siap Bawa Semangat Baru untuk Kampus
Akademik Fakultas 02 Jul 2026

Dua Mahasiswa KPI IAIN Curup Tunjukkan Eksistensi di Kongres Nasional FORKOMNAS KPI VIII Palembang, Siap Bawa Semangat Baru untuk Kampus

FUAD IAIN Curup – Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup kembali menorehkan kiprah di tingkat nasional. Dua mahasiswa KPI, Ahmad Roby Efendi (NIM 24521010) dan Kristanti Putri (NIM 24521003), dipercaya menjadi delegasi dalam Kongres Nasional Forum Komunikasi Nasional (FORKOMNAS) KPI VIII yang berlangsung di Palembang pada 25–28 Juni 2026. Keikutsertaan kedua mahasiswa tersebut menjadi bukti nyata komitmen Program Studi KPI IAIN Curup dalam mendorong mahasiswanya untuk aktif berkontribusi di forum nasional, memperluas jejaring akademik, serta memperkuat kolaborasi dengan mahasiswa KPI dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Kongres Nasional FORKOMNAS KPI VIII merupakan agenda strategis yang mempertemukan mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam se-Nusantara untuk berdiskusi, bertukar gagasan, memperkuat solidaritas organisasi, serta merumuskan arah gerak FORKOMNAS KPI melalui sidang-sidang pleno dan pemilihan Koordinator Pusat yang akan memimpin organisasi ke depan. Kepala Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam IAIN Curup, Meysarah, B.A., M.Sos., menyampaikan apresiasi sekaligus harapannya kepada kedua delegasi agar mampu memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal. "Saya selaku Ketua Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) berharap kedua mahasiswa yang mengikuti kegiatan FORKOMNAS KPI di Palembang dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk menambah wawasan, memperluas jejaring, serta bertukar pengalaman dengan mahasiswa KPI dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia," ujarnya, Kamis (2/07) Lebih lanjut, Meysarah berharap ilmu, pengalaman, serta relasi yang diperoleh selama mengikuti kongres dapat menjadi modal penting bagi kemajuan Program Studi KPI IAIN Curup. "Sepulang dari FORKOMNAS di Palembang, diharapkan ilmu, pengalaman, dan relasi yang diperoleh dapat dibagikan kepada teman-teman mahasiswa serta menjadi inspirasi untuk menghadirkan inovasi dan berkontribusi dalam pengembangan Program Studi KPI IAIN Curup agar semakin maju dan dikenal di tingkat nasional," katanya. Sementara itu, salah satu delegasi, Ahmad Roby Efendi, mengungkapkan bahwa Kongres Nasional FORKOMNAS KPI bukan hanya menjadi forum organisasi, tetapi juga wadah untuk mempererat silaturahmi serta menyusun arah masa depan mahasiswa KPI di Indonesia. "Harapannya dengan diadakannya kongres ini bisa menjadi tempat menyambung silaturahmi antar mahasiswa KPI se-Nusantara. Dalam kongres ini juga berlangsung sidang pleno pemilihan Koordinator Pusat yang harapannya dapat menentukan arah gerak FORKOMNAS KPI ke depannya," ungkap Ahmad Roby. Ia juga berharap keikutsertaan delegasi KPI IAIN Curup mampu membawa dampak positif bagi seluruh mahasiswa di lingkungan kampus. "Sepulang dari kongres, mahasiswa KPI IAIN Curup mampu membawa semangat baru untuk terus berkarya, meningkatkan kualitas akademik, aktif dalam organisasi, serta menjadikan setiap ilmu, relasi, dan pengalaman yang diperoleh sebagai bekal untuk menciptakan perubahan positif," tambahnya. Menurutnya, delegasi KPI IAIN Curup tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga harus menjadi agen perubahan yang mampu menginspirasi, memperkuat kolaborasi, serta mengharumkan nama IAIN Curup di tingkat regional maupun nasional. Di tengah pesatnya perkembangan media digital, mahasiswa KPI dituntut terus mengasah kemampuan komunikasi, berpikir kritis, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dalam setiap karya dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan semangat tersebut, keikutsertaan Ahmad Roby Efendi dan Kristanti Putri di Kongres Nasional FORKOMNAS KPI VIII diharapkan menjadi langkah awal lahirnya berbagai inovasi dan kolaborasi yang mampu membawa Program Studi KPI IAIN Curup semakin dikenal di tingkat nasional. "Pulanglah membawa lebih dari sekadar sertifikat; bawalah gagasan, semangat kolaborasi, dan komitmen untuk menjadikan KPI IAIN Curup semakin berdaya, berkualitas, dan berkontribusi bagi Indonesia."

Rapat Konsorsium Keilmuan FUAD: Dorong Inovasi dan Kolaborasi Tri Dharma Perguruan Tinggi
Akademik Fakultas 25 Jun 2026

Rapat Konsorsium Keilmuan FUAD: Dorong Inovasi dan Kolaborasi Tri Dharma Perguruan Tinggi

Curup – Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Curup mengadakan rapat konsorsium keilmuan yang melibatkan Ketua Prodi, Ketua dan Sekretaris Keilmuan di lingkungan FUAD. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang rapat Fakultas, (24/6) Rapat konsorsium ini menjadi membahas berbagai program dan kebijakan akademik yang akan dijalankan oleh program studi. Dalam suasana yang berlangsung interaktif, para peserta rapat diberikan kesempatan untuk menyampaikan roadmap penelitian dan pengabdian masing-masing program studi. Rapat juga menyoroti penguatan sistem akademik melalui pengembangan modal intelektual dan modal sosial mahasiswa. Modal intelektual yang menjadi perhatian mencakup peningkatan wawasan serta keterampilan atau kompetensi mahasiswa sesuai bidang keilmuan masing-masing. Sementara itu, pada aspek modal sosial, peserta rapat membahas pentingnya pembentukan karakter mahasiswa melalui penguatan sikap (attitude), seperti kemampuan beradaptasi, integritas, serta kesantunan dalam kehidupan akademik maupun sosial. Pembahasan lainnya yang tidak kalah penting adalah mengenai profil lulusan pada setiap program studi. Setiap prodi didorong untuk memperjelas dan memperkuat profil lulusan agar memiliki identitas keilmuan yang khas, relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta mampu menjawab tantangan dunia kerja di masa depan. Melalui rapat konsorsium ini, diharapkan dapat memperkuat koordinasi antarprogram studi, meningkatkan kualitas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, serta menyusun strategi yang efektif dalam menghadapi penerimaan mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027.

Simulasi Press Conference: Mahasiswa KPI Belajar Jadi Praktisi Humas Sejak di Bangku Kuliah
Akademik Fakultas 17 Jun 2026

Simulasi Press Conference: Mahasiswa KPI Belajar Jadi Praktisi Humas Sejak di Bangku Kuliah

FUAD IAIN Curup, – Suasana berbeda tampak dalam perkuliahan Mata Kuliah Hukum dan Etika Humas Program Studi KPI. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga terlibat langsung dalam simulasi press conference yang dirancang menyerupai praktik kehumasan profesional, Rabu (17/6). Dalam kegiatan ini, mahasiswa berperan sebagai humas, jurnalis, moderator, hingga narasumber. Mereka dituntut menyusun pesan komunikasi, menghadapi pertanyaan kritis media, serta menerapkan prinsip-prinsip etika dan hukum kehumasan dalam situasi yang mendekati dunia kerja sesungguhnya. Dosen pengampu Mata Kuliah Hukum dan Etika Humas, Dita Verolyna, M.I.Kom, menjelaskan bahwa pembelajaran berbasis praktik menjadi salah satu cara untuk memperkuat kompetensi mahasiswa. “Melalui simulasi press conference ini, mahasiswa tidak hanya memahami teori hukum dan etika humas, tetapi juga belajar mengimplementasikannya secara langsung. Kami ingin mahasiswa KPI memiliki pengalaman yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja sehingga lebih siap menghadapi tantangan profesi komunikasi dan kehumasan,” ujarnya. Ketua Program Studi KPI, Meysara, M.I.Kom, mengapresiasi inovasi pembelajaran yang mendorong mahasiswa lebih aktif dan kreatif. “Kami terus mendorong proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga praktik. Simulasi seperti ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan komunikasi, berpikir kritis, bekerja sama dalam tim, serta membangun kepercayaan diri sebagai calon profesional di bidang komunikasi,” tuturnya. Dukungan juga datang dari Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD), Dr. Fakhruddin, M.Pd. Menurutnya, pembelajaran yang menghadirkan pengalaman nyata akan memberikan dampak positif terhadap kualitas lulusan. “Kegiatan ini menunjukkan komitmen Program Studi KPI dalam menghadirkan pembelajaran yang adaptif dan kontekstual. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga pengalaman praktis yang akan menjadi bekal penting ketika terjun ke dunia profesional maupun masyarakat,” ungkapnya. Melalui simulasi press conference ini, mahasiswa KPI diharapkan semakin memahami peran strategis humas dalam membangun komunikasi yang efektif, menjaga reputasi lembaga, serta mengedepankan nilai-nilai etika dalam setiap aktivitas komunikasi. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa ruang kelas dapat menjadi laboratorium pembelajaran yang mampu mendekatkan mahasiswa dengan realitas dunia kerja.

Benarkah Tugas Kuliah Mahasiswa KPI IAIN Curup Ini Berdampak Langsung bagi UMKM? Ini Faktanya
Akademik Fakultas 17 Jun 2026

Benarkah Tugas Kuliah Mahasiswa KPI IAIN Curup Ini Berdampak Langsung bagi UMKM? Ini Faktanya

FUAD IAIN Curup – Siapa sangka, tugas kuliah yang biasanya identik dengan laporan dan presentasi di kelas justru mampu memberikan dampak nyata bagi pelaku usaha. Hal inilah yang dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Semester 6 IAIN Curup yang mengimplementasikan tugas mata kuliah digital Advertising melalui pendampingan digital kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).ldi Rejang Lebong. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran akademik, tetapi juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu komunikasi, branding, pembuatan konten, hingga strategi promosi digital secara langsung di tengah masyarakat. Juga untuk meningkatkan portofolio mahasiswa. Melalui program tersebut, mahasiswa membantu UMKM dalam meningkatkan kualitas promosi usaha, memperbaiki tampilan media sosial, menyusun strategi komunikasi pemasaran, serta memperluas jangkauan informasi produk kepada masyarakat. Hasilnya, sejumlah pelaku UMKM mengaku mendapatkan manfaat nyata dari pendampingan yang dilakukan mahasiswa. UMKM yang didampingi Tersebut antara lain UMKM Nyinyir Cemil, UMKM Ikona Esteh, UMKM Pentol Bakso Bangdon, UMKM Martabak India, dandan UMKM Nasi Gigit Mbakwit. Dr. Robby Aditya Putra, M.A dosen pengampu MK Digital Advertising menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk implementasi pembelajaran berbasis praktik dan pengabdian masyarakat yang bertujuan menciptakan lulusan yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. “Mahasiswa KPI tidak hanya belajar bagaimana berkomunikasi di ruang kelas, tetapi juga bagaimana ilmu yang mereka miliki dapat menjadi solusi atas kebutuhan masyarakat, termasuk membantu UMKM beradaptasi dengan perkembangan digital,” ujarnya. Bagi mahasiswa, pengalaman ini menjadi kesempatan berharga untuk mengasah kemampuan komunikasi, manajemen media, dan pemecahan masalah secara langsung. Sementara bagi UMKM, pendampingan tersebut menjadi dorongan untuk lebih percaya diri dalam memanfaatkan platform digital sebagai sarana pengembangan usaha. Menurut Meysara, M.Sos ketua Prodi KPI, kegiatan ini menunjukkan bahwa tugas kuliah tidak selalu berakhir di meja dosen. Dengan kreativitas dan semangat pengabdian, mahasiswa KPI mampu mengubah tugas akademik menjadi aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan pelaku usaha. "Program ini sekaligus menjadi bukti bahwa prodi KPI memiliki peran strategis dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi antara dunia akademik dan kebutuhan nyata di lapangan," ujarnya Dekan FUAD, Dr. Fakhruddin, M.Pd.I mengapresiasi kegiatan ini dan berharap mahasiswa dapat memiliki kompetensi yg berkualitas. "Saya mengapresiasi inisiatif dan kreativitas mahasiswa yang telah menghasilkan karya nyata melalui tugas kuliah yang berdampak langsung bagi masyarakat dan pelaku UMKM. Ini membuktikan bahwa pembelajaran di fakultas kita tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga mampu menghadirkan solusi dan manfaat bagi lingkungan sekitar, " katanya.

Transformasi dan Inovasi Perpustakaan Indonesia di Era Digital dan Society 5.0
Akademik Fakultas 11 Jun 2026

Transformasi dan Inovasi Perpustakaan Indonesia di Era Digital dan Society 5.0

Curup – Perpustakaan di Indonesia tengah memasuki babak baru transformasi yang menempatkannya tidak lagi sekadar sebagai tempat penyimpanan buku, melainkan sebagai pusat pengetahuan, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat. Perubahan tersebut menjadi respons terhadap perkembangan teknologi digital yang semakin pesat serta tuntutan masyarakat pada era Society 5.0 yang menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan berbasis teknologi. Hal tersebut disampaikan oleh Dosen Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam IAIN Curup, Rhoni Rodin, dalam kuliah dosen tamu internasional bertajuk “Innovation in the Library: Indonesian Perspectives” yang diselenggarakan oleh Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, Senin (9/6/2026). Menurutnya, perkembangan teknologi seperti internet, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), Big Data, komputasi awan, media sosial, dan teknologi mobile telah mengubah cara masyarakat memperoleh dan memanfaatkan informasi. Kondisi ini membuat perpustakaan harus melakukan transformasi agar tetap relevan di tengah masyarakat digital. “Perpustakaan modern tidak lagi dapat bertahan hanya dengan mengandalkan koleksi fisik dan layanan konvensional. Perpustakaan harus mampu menghadirkan inovasi dalam layanan, teknologi, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan literasi digital,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa pada masa lalu perpustakaan dipandang sebagai gudang pengetahuan (warehouse of knowledge) yang berfungsi menyimpan dan menyediakan koleksi informasi. Namun saat ini perpustakaan berkembang menjadi pusat pembelajaran, pusat inovasi, pusat kolaborasi, dan pusat kecerdasan masyarakat (community intelligence center). Transformasi tersebut semakin penting seiring hadirnya konsep Society 5.0 yang diperkenalkan Jepang. Dalam konsep ini, teknologi digunakan bukan hanya untuk meningkatkan efisiensi, tetapi juga untuk menyelesaikan berbagai persoalan sosial dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. “Perpustakaan memiliki posisi strategis sebagai jembatan antara manusia dan teknologi. Perpustakaan membantu masyarakat memahami, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi secara bijaksana,” katanya. Di Indonesia, transformasi perpustakaan menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kesenjangan akses informasi, ketimpangan infrastruktur digital, rendahnya budaya literasi, keterbatasan anggaran, hingga masih minimnya kompetensi digital sebagian sumber daya manusia perpustakaan. Sebagai negara kepulauan dengan kondisi geografis yang beragam, Indonesia masih menghadapi persoalan pemerataan akses informasi. Banyak perpustakaan di wilayah terpencil yang belum memiliki akses internet memadai maupun fasilitas teknologi yang mendukung layanan digital. Selain itu, rendahnya budaya literasi juga menjadi tantangan tersendiri. Masyarakat cenderung lebih banyak mengonsumsi informasi secara instan melalui media sosial dibandingkan melakukan eksplorasi pengetahuan melalui sumber-sumber yang kredibel. Meski demikian, peluang pengembangan perpustakaan di Indonesia dinilai sangat besar. Pertumbuhan pengguna internet, meningkatnya penggunaan smartphone, serta berkembangnya ekosistem digital nasional membuka ruang bagi lahirnya berbagai inovasi perpustakaan. Saat ini, banyak perpustakaan mulai mengadopsi konsep Smart Library, Hybrid Library, Inclusive Library, dan Human-Centered Library. Konsep-konsep tersebut menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi sekaligus menjaga dimensi kemanusiaan dalam layanan informasi. Dalam konsep Smart Library, perpustakaan memanfaatkan teknologi seperti kecerdasan buatan, Internet of Things (IoT), Big Data, dan sistem otomasi untuk meningkatkan kualitas layanan. Sementara Hybrid Library mengintegrasikan koleksi fisik dan digital agar pengguna dapat mengakses informasi secara fleksibel. Adapun Inclusive Library menekankan akses informasi yang setara bagi seluruh kelompok masyarakat, termasuk penyandang disabilitas dan kelompok rentan. Sedangkan Human-Centered Library menempatkan pengguna sebagai pusat seluruh proses pengembangan layanan. Lebih lanjut, Rhoni Rodin menegaskan bahwa inovasi perpustakaan tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga mencakup inovasi sosial dan inovasi layanan. Melalui program literasi digital, pemberdayaan masyarakat, pelatihan keterampilan, serta pengembangan ruang kreatif, perpustakaan dapat berkontribusi secara langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Perpustakaan juga dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Dalam konteks tersebut, perpustakaan menjadi institusi yang bertugas meningkatkan literasi digital masyarakat sehingga mampu berpartisipasi dalam ekosistem ekonomi digital nasional. “Perpustakaan tidak hanya menjadi lembaga pendidikan, tetapi juga katalisator pembangunan ekonomi berbasis pengetahuan. Melalui literasi digital, perpustakaan membantu menciptakan sumber daya manusia yang adaptif dan berdaya saing,” jelasnya. Untuk mewujudkan transformasi tersebut, pustakawan dituntut memiliki kompetensi baru yang relevan dengan perkembangan zaman. Setidaknya terdapat empat kompetensi utama yang harus dimiliki pustakawan abad ke-21, yaitu sebagai digital curator, learning facilitator, innovation leader, dan information specialist. Menurutnya, pustakawan modern tidak lagi sekadar mengelola koleksi, tetapi juga menjadi fasilitator pembelajaran, pengelola pengetahuan, pemimpin inovasi, sekaligus penjaga kualitas informasi di tengah maraknya hoaks dan disinformasi. Di akhir pemaparannya, ia menekankan pentingnya membangun budaya inovasi melalui kepemimpinan yang visioner, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penguatan kolaborasi lintas sektor, serta pengembangan gerakan literasi digital yang berkelanjutan. “Pada akhirnya, perpustakaan yang hebat tidak diukur dari seberapa banyak koleksi yang tersimpan di raknya, melainkan dari seberapa besar dampak yang mampu diberikan kepada masyarakat serta kontribusinya dalam mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.